Selambatnya Tahun Depan PAM Jaya Sudah Melantai

Senin, 09 Nov 2026, 01:05 WIB

JAKARTA - Pada tahun depan yang tinggal beberapa waktu, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM Jaya) diharapkan sudah melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Hal itu sengaja bertepatan dengan peringatan 500 tahun Jakarta.

“Sekali lagi, dalam kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan kalau pasarnya baik PAM Jaya untuk IPO tahun depan,” kata Gubernur Jakarta, Pramono Anung di Halte Bendungan Hilir, Minggu. Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan persiapan perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencapai hamp\ir maksimal.

Ket. Foto: Salah satu instalasi milik PAM Jaya. — Sumber: ANTARA/HO-PAM Jaya

“Persiapan kami sudah, mungkin kalau di-scoring-kan, sudah angka 93 persen. Jadi, saat ini kami masih terus ingin menyelesaikan beberapa masalah internal dan eksternal,” ujar Arief. Dia menjelaskan, salah satu tahapan yang masih diurus, memperoleh persetujuan DPRD Jakarta terkait rencana IPO tersebut.

Menurut Arief, setelah persetujuan dewan, maka PAM Jaya akan menyelesaikan laporan audit keuangan tahun buku 2026. Lebih lanjut dia menuturkan, juga telah berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI sebagai bagian dari persiapan perusahaan untuk melantai di bursa.

Arief menegaskan kondisi pasar modal tetap menjadi salah satu pertimbangan PAM Jaya dalam menentukan waktu pelaksanaan IPO. Ini untuk mitigasi risiko, sebelum perusahaan menawarkan saham kepada publik.

Dengan demikian, Pemprov berharap PAM Jaya dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat Jakarta. PAM Jaya ditargetkan mampu memenuhi 100 persen kebutuhan air bersih di Jakarta tahun 2029.

Infrastruktur

Sementara itu, PAM Jaya dan Perusahaan Umum Daerah Pengolahan Air Limbah Jaya (PAL Jaya) terus memperkuat koordinasi pembangunan infrastruktur guna menghindari pekerjaan galian jalan berulang karena mengganggu masyarakat. “Kami terus bersinergi dalam kegiatan,” kata Senior Manager Corporate dan Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza. Gatra menjelaskan, koordinasi kedua perusahaan selama ini berjalan baik. Hal ini termasuk dalam pelaksanaan sejumlah kegiatan proyek bersama.

Menurutnya, sinkronisasi jadwal pekerjaan galian perlu dilakukan tidak hanya antara PAM dan PAL Jaya, tetapi juga dengan instansi lain yang membutuhkan akses serta pekerjaan infrastruktur serupa. Dia menilai komunikasi lintas lembaga masih perlu dioptimalkan agar pengerjaan infrastruktur tidak menimbulkan kesan penggalian jalan secara berulang di lokasi yang sama.

“Terakhir kegiatan sinergi yang dilakukan antara PAM dan PAL adalah pembangunan MCK Komunal di daerah Manggarai melalui program CSR,” tuturnya. Dengan demikian, pekerjaan galian yang dilakukan PAM Jaya saat ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memenuhi target cakupan layanan air minum perpipaan sebesar 100 persen.

Sebelumnya, Pramono Anung minta PAM Jaya dan seluruh instansi terkait mengoordinasikan pekerjaan galian agar tidak mengganggu pengguna jalan. Permintaan tersebut disampaikan Pramono setelah mengikuti kegiatan JEKATE RUN 2026 di kawasan Halte Bendungan Hilir. “PAM Jaya dan semua perusahaan yang harus menggali, meski berkoordinasi,” harap Pramono.

Dia menegaskan seluruh perusahaan maupun instansi yang melakukan pekerjaan galian harus menyelaraskan kegiatan karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Pramono juga menyatakan akan menertibkan sejumlah proyek galian yang dikeluhkan warga karena memakan badan jalan dalam waktu lama dan berpotensi memperparah kemacetan di Ibu Kota.

Gubernur berharap koordinasi lintas instansi dapat membuat pembangunan infrastruktur berjalan lebih efektif tanpa mengabaikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Hal lain yang terungkap, PAM Jaya menyediakan fasilitas stasiun air minum gratis (water station) di delapan kawasan pedestrian untuk memudahkan masyarakat mengakses air minum. Titik tersebut adalah Dukuh Atas Barat, Bundaran HI Satpol PP, Taman Kuningan Madya, Setiabudi One Kuningan, Plaza Festival Kuningan, FX Sudirman, Taman Literasi Blok M, dan Mori Bendungan Hilir.

Menurut Arief Nasrudin, fasilitas tersebut disiapkan sebagai salah satu program perusahaan dalam mendorong masyarakat mengonsumsi air minum yang baik. Dia juga berencana menambah fasilitas tersebut di sejumlah lokasi lainnya, terutama sepanjang jalur pedestrian. 

  • ipo pam jaya

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.