Komentar Mbappe soal Mao Zedong Picu Polemik, Tiongkok Hubungi Real Madrid dan LaLiga

Minggu, 08 Nov 2026, 00:30 WIB

BARCELONA – Pemerintah Tiongkok tengah menjalin komunikasi dengan Real Madrid dan operator Liga Spanyol (LaLiga) menyusul polemik pernyataan Kylian Mbappe mengenai Mao Zedong. Persoalan tersebut memicu reaksi publik di Tiongkok dan berdampak pada sejumlah kerja sama komersial serta penayangan pertandingan LaLiga di negara tersebut.

Duta Besar Tiongkok untuk Spanyol, Yao Jing, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pihak Real Madrid dan LaLiga masih berlangsung. Namun, ia menegaskan belum ada proses negosiasi resmi.

Ket. Foto: Kylian Mbappe. — Sumber: Goal

“Tidak ada negosiasi, tetapi ada komunikasi yang didasarkan pada saling pengertian,” kata Yao kepada kantor berita Spanyol, EFE sebelum menghadiri sebuah forum di Universitas Salamanca, Sabtu (7/11) .

Ia menyebut insiden tersebut telah melukai perasaan banyak orang di Tiongkok.

“Insiden yang disayangkan ini melukai perasaan banyak orang di Tiongkok, yang kini harus menghadapi situasi tersebut,” ujarnya.

Kontroversi bermula setelah sebuah video beredar di dunia maya. Dalam rekaman tersebut, Mbappe, penyerang Real Madrid dan tim nasional Prancis, membicarakan sebuah meme yang menampilkan wajahnya ditempelkan pada gambar Mao Zedong.

Mbappe menyebut sosok dalam gambar itu sebagai “seorang pria, saya kira dia diktator Tiongkok”. Namun, ia tidak menyebut nama Mao secara langsung.

Mao merupakan tokoh pendiri Republik Rakyat Tiongkok modern yang memimpin negara tersebut sejak 1949 hingga meninggal dunia pada 1976.

Pernyataan Mbappe kemudian memicu reaksi negatif di Tiongkok. LaLiga, Real Madrid, dan sang pemain pun menyampaikan permintaan maaf.

Dampaknya segera terasa. Stasiun televisi pemerintah Tiongkok, CCTV, menghentikan sementara penayangan pertandingan LaLiga. Sejumlah merek asal Tiongkok juga mencoret Mbappe dari kampanye pemasaran mereka.

Platform layanan streaming Migu bahkan tidak menayangkan pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander pada akhir pekan lalu, meskipun tetap menyiarkan sejumlah pertandingan lain dari kompetisi sepak bola tertinggi Spanyol tersebut.

China Media Group pekan lalu menyatakan akan mendengarkan penjelasan Mbappe setelah permintaan maafnya disampaikan. Namun, lembaga tersebut menekankan bahwa hal yang lebih penting adalah melihat tindakan sang pemain ke depannya.

Presiden LaLiga Javier Tebas turut turun tangan untuk meredakan polemik tersebut. Pekan lalu, Tebas bertemu dengan Yao Jing ketika sepak bola Spanyol berupaya membatasi dampak komersial dari kontroversi tersebut.

Pada Senin, Tebas mengatakan LaLiga masih melanjutkan dialog dengan otoritas Tiongkok.

“Kami sedang bekerja untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata Tebas dalam forum World In Progress.

Ia juga menegaskan bahwa LaLiga tetap memiliki hubungan yang sangat baik dengan CCTV dan Migu.

LaLiga dan Migu diketahui memiliki kesepakatan hak siar pertandingan kasta tertinggi sepak bola Spanyol hingga akhir musim 2029-2030.

Meski demikian, nilai kontrak penyiaran LaLiga dengan CCTV dan Migu telah mengalami penurunan signifikan. Tebas menyebut kedua kontrak tersebut saat ini bernilai sekitar 10 juta euro. Angka itu jauh di bawah nilai puncaknya yang pernah mencapai sekitar 100 juta euro per tahun.

Polemik komentar Mbappe pun menjadi ujian bagi hubungan komersial sepak bola Spanyol dengan pasar Tiongkok. Upaya LaLiga meredakan situasi kini menjadi penting agar kerja sama penyiaran dan pemasaran di salah satu pasar terbesar dunia tersebut tetap terjaga.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.