Kabar Baik, Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji untuk Penerbangan Langsung Calon Jamaah dari 15 Daerah Jatim
Minggu, 08 Nov 2026, 12:15 WIBKEDIRI â Ribuan calon jemaah haji di Jawa Timur bagian selatan bakal memiliki pilihan baru untuk memulai perjalanan menuju Tanah Suci. Mulai musim haji 2027, mereka tidak lagi harus bergantung pada layanan keberangkatan melalui embarkasi Surabaya karena Bandara Internasional Dhoho Kediri resmi ditunjuk sebagai embarkasi dan debarkasi haji reguler.
Sebanyak 9.641 calon jemaah dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur masuk dalam wilayah pelayanan bandara tersebut. Penetapan ini sekaligus membuka babak baru bagi Bandara Dhoho yang kini tidak hanya diproyeksikan sebagai infrastruktur transportasi udara, tetapi juga menjadi pintu keberangkatan ibadah haji masyarakat kawasan Mataraman dan sekitarnya.
Melansir Antara, kepastian tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 92 Tahun 2026 tentang Embarkasi dan Debarkasi Haji Reguler Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi. Keputusan itu ditetapkan di Jakarta pada 21 Oktober 2026.
Lima belas daerah yang masuk dalam cakupan pelayanan Embarkasi Dhoho meliputi Kabupaten Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Madiun, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung. Sementara dari wilayah perkotaan mencakup Kota Blitar, Kota Kediri, serta Kota Madiun.
Bukan hanya bandara yang disiapkan sebagai titik keberangkatan dan kepulangan. Kementerian Haji dan Umrah juga menunjuk Wisma Surya Kediri sebagai lokasi transit calon jemaah sebelum menjalani proses keberangkatan menuju Tanah Suci.
Kehadiran fasilitas transit ini menjadi bagian penting dari skema pelayanan. Dengan demikian, pengelolaan jemaah tidak hanya bertumpu pada kesiapan penerbangan, tetapi juga membutuhkan pengaturan akomodasi dan pergerakan rombongan sebelum memasuki area bandara.
Direktur PT Surya Dhoho Investama, Maksin Arisandi, menyambut positif keputusan pemerintah tersebut. Dia menyebut penetapan ini sebagai tonggak penting sekaligus tanggung jawab besar bagi pengelola bandara.
"Alhamdulillah, penetapan ini merupakan milestone penting bagi Bandara Dhoho. Kami melihatnya sebagai sebuah peluang sekaligus tanggung jawab besar untuk mempersiapkan layanan penerbangan haji dengan sebaik-baiknya," kata Maksin.
Pengelola bandara kini akan mempercepat berbagai persiapan operasional dengan melibatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian mencakup kesiapan infrastruktur, fasilitas bandara, pengaturan arus pergerakan jemaah, peningkatan pelayanan penumpang, serta pemenuhan standar keselamatan dan keamanan penerbangan.
PT Surya Dhoho Investama juga merencanakan simulasi operasional bersama Pemerintah Kabupaten Kediri. Langkah ini diperlukan untuk menguji kesiapan pelayanan sekaligus memastikan proses keberangkatan dan pemulangan jemaah dapat berlangsung terintegrasi.
Penunjukan Dhoho sebagai embarkasi haji sebenarnya sudah masuk dalam rencana pemerintah daerah sejak beberapa waktu lalu. Pada Juli 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menyampaikan target agar bandara tersebut mulai melayani penerbangan haji pada 2027.
Saat itu, jumlah calon jemaah yang diproyeksikan dilayani mencapai sekitar 10.548 orang. Namun, berdasarkan penetapan resmi melalui Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 92 Tahun 2026, jumlah yang tercatat dalam cakupan layanan Embarkasi Dhoho menjadi 9.641 calon jemaah.
Bagi masyarakat kawasan Mataraman, keberadaan embarkasi baru ini diharapkan membuat perjalanan menuju titik keberangkatan haji menjadi lebih praktis. Selama ini, jemaah dari sejumlah daerah di kawasan tersebut harus mengikuti skema pelayanan embarkasi Surabaya.
Dampaknya juga berpotensi meluas ke sektor ekonomi lokal. Aktivitas pemberangkatan dan pemulangan ribuan jemaah diperkirakan membuka peluang bagi usaha transportasi, perhotelan, penyedia makanan, pariwisata, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan penetapan tersebut, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh fasilitas pendukung benar-benar siap digunakan. Sebab, bagi ribuan calon jemaah yang akan berangkat pada 2027, Bandara Dhoho bukan sekadar tempat menaiki pesawat, melainkan akan menjadi gerbang awal perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
- Bandara Internasional Dhoho Kediri
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.