Analog Devices Rampungkan Akuisisi Alif Semiconductor Senilai Rp23,68 Triliun
Minggu, 08 Nov 2026, 16:05 WIBJAKARTA - Analog Devices, Inc. (ADI) resmi merampungkan akuisisi Alif Semiconductor senilai 1,35 miliar dollar AS atau sekitar Rp23,68 triliun. Akuisisi ini memperkuat portofolio teknologi ADI melalui integrasi mikrokontroler berbasis kecerdasan buatan (AI) dan fusion processor milik Alif.
Penggabungan teknologi kedua perusahaan ditujukan untuk memperluas pasar potensial ADI sekaligus mempercepat pengembangan inovasi di sejumlah sektor. Bidang yang menjadi sasaran mencakup industri, infrastruktur pusat data, pertahanan, energi, robotika, kesehatan digital, hingga perangkat wearable.
ADI memiliki keahlian dalam teknologi penginderaan (sensing), pemrosesan sinyal, daya, konektivitas, serta perangkat lunak aplikasi. Sementara itu, Alif membawa platform komputasi yang terdiri atas mikrokontroler AI-native hemat daya dan fusion processor untuk mendukung pemrosesan kecerdasan buatan pada perangkat.
Akuisisi tersebut dilakukan ketika perkembangan AI mulai bergerak melampaui kemampuan menafsirkan teks dan gambar. Teknologi AI kini diarahkan untuk memahami konteks serta berinteraksi dengan lingkungan fisik melalui berbagai jenis sinyal.
Perkembangan tersebut membutuhkan sistem yang mampu memproses informasi dari gerakan, suara, getaran, gelombang radio, hingga perubahan suhu. Sistem juga dituntut bekerja secara lokal dengan memperhatikan keterbatasan konsumsi daya, latensi, keamanan, dan keandalan.
ADI menyebut pendekatan tersebut sebagai Physical Intelligence. Konsep ini mengacu pada kemampuan sistem untuk memahami sinyal dari dunia nyata, melakukan penalaran, serta mengambil tindakan secara lokal.
Sebelum diakuisisi, Alif telah mengembangkan platform dengan arsitektur komputasi heterogen yang mendukung penggabungan data sensor secara real-time atau sensor fusion. Teknologi tersebut juga memungkinkan inferensi dengan latensi rendah serta pemrosesan AI langsung pada perangkat.
Chip buatan Alif telah tersedia secara komersial dan digunakan dalam kegiatan produksi. Perusahaan juga telah memperoleh design win dari sejumlah pelanggan terkemuka di sektor konsumen dan industri.
CEO sekaligus Chairman ADI Vincent Roche menyambut bergabungnya tim Alif dan menyatakan perusahaan akan mulai merealisasikan potensi penggabungan teknologi kedua pihak. Menurutnya, pengalaman ADI dalam menjembatani dunia fisik dan digital akan diperkuat oleh platform AI-native milik Alif.
âKami senang menyambut tim Alif di ADI dan mulai mewujudkan potensi dari perpaduan teknologi kami,â ungkap CEO dan Chairman ADI, Vincent Roche.
Ia menjelaskan, selama beberapa dekade ADI telah membantu pelanggan menghadapi tantangan sistem yang kompleks melalui keahlian dan portofolio teknologi di berbagai bidang. Integrasi teknologi Alif dinilai dapat memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengembangkan sistem yang memahami sinyal dunia nyata, melakukan penalaran, dan bertindak secara lokal.
âInilah nyata penerapan Physical Intelligence,â tambah Roche.
Melalui akuisisi ini, ADI memperkuat pengembangan teknologi yang menghubungkan kemampuan komputasi AI dengan interaksi terhadap lingkungan fisik. Perusahaan menargetkan perpaduan portofolio tersebut dapat mempercepat inovasi di berbagai sektor yang membutuhkan pemrosesan lokal dengan konsumsi daya dan latensi rendah.
- Kecerdasan Buatan
- Industri Semikonduktor
- semikonduktor
- Akuisisi Teknologi
- Analog Devices
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Beras SPHP Dioplos, Hak Rakyat Dikebiri
-
Grok Akhirnya Rilis Episode Pertama Film 'The Odyssey' versi AI, Netizen Tak Puas!
-
Bhayangkara FC Belum Terkalahkan Usai Tahan Imbang 0-0 Kontra PSM Makassar
-
Hasil Liga Italia: Juventus Kalahkan Lecce 2-0, Gol McKennie dan Luiz Jadi Penentu
-
Sepak Bola, Kebugaran, dan Gim Digital Coba Diramu untuk Kegiatan Promosi Wisata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.