Alcaraz Bangkit dari Dua Match Point, Singkirkan Fritz di Perempat Final Paris Masters
Minggu, 08 Nov 2026, 00:04 WIBPARIS â Carlos Alcaraz kembali memperlihatkan mental juara di Paris. Petenis Spanyol itu menyelamatkan dua match point sebelum menaklukkan petenis Amerika Serikat, Taylor Fritz, dalam pertandingan dramatis perempat final Paris Masters, Sabtu (7/11).
Juara tujuh gelar Grand Slam tersebut menang melalui pertarungan tiga set dengan skor 6-7 (10/12), 7-5, 6-3. Hasil ini mengantarkan Alcaraz untuk pertama kalinya ke semifinal turnamen tersebut.
Petenis berusia 23 tahun itu selanjutnya akan menghadapi mantan petenis nomor dua dunia asal Norwegia, Casper Ruud di semifinal. Ruud lebih dahulu memastikan tempat di empat besar setelah mengalahkan petenis Portugal, Nuno Borges, yang tampil sebagai lucky loser, dengan skor 7-6 (7/5), 6-4.
Kemenangan Alcaraz mengingatkan publik pada aksi heroiknya di final Prancis Open musim lalu ketika menghadapi Jannik Sinner. Saat itu, ia menyelamatkan tiga championship point sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan merebut gelar juara.
Di Paris Masters, Alcaraz kembali membuat penonton terpukau setelah berhasil keluar dari situasi yang nyaris mustahil.
"Sepertinya pertandingan ini akan menjadi salah satu pertandingan paling istimewa yang pernah saya mainkan. Saya akan mengingatnya untuk waktu yang sangat lama," kata Alcaraz.
Meski hanya memainkan satu pertandingan dalam perjalanannya menuju perempat final, Alcaraz tidak menunjukkan tanda-tanda kehilangan sentuhan permainan.
Ia langsung mengambil inisiatif dengan merebut break point pada gim kelima set pertama. Pukulan forehand passing shot menyilang yang dilepaskannya membuat Fritz tak mampu menjangkau bola.
Namun, servis Alcaraz mulai kehilangan konsistensi. Fritz memanfaatkan situasi tersebut untuk merebut gim servis lawannya tanpa kehilangan angka dan menyamakan kedudukan menjadi 5-5.
Set pertama kemudian berlangsung menegangkan melalui tie-break. Kedua pemain sempat memperoleh kesempatan mengamankan set, tetapi gagal memanfaatkannya. Kesalahan pukulan forehand Alcaraz yang melebar akhirnya memberikan kemenangan set pertama kepada Fritz.
Memasuki set kedua, Alcaraz sempat tertinggal 0-40 sebelum berhasil mempertahankan servisnya. Setelah memastikan gim tersebut, ia menunjuk telinganya dan mengangkat kepalan tangan untuk membangkitkan semangat penonton Paris.
Gestur tersebut mengingatkan kembali pada aksinya dalam final lima set French Open yang fenomenal.
Namun, Alcaraz masih kesulitan menekan servis Fritz. Justru petenis Amerika itu yang lebih dahulu memperoleh break pada gim ketujuh dan semakin dekat dengan kemenangan.
Situasi semakin kritis ketika Alcaraz menghadapi match point. Namun, ia berhasil menyelamatkan kesempatan pertama tersebut sebelum mempertahankan servis melalui pukulan backhand slice spektakuler dari posisi yang sangat melebar di sisi lapangannya.
"Setelah gim itu, saya mulai menikmati pertandingan karena merasa berhasil menghasilkan pukulan-pukulan hebat dan poin-poin luar biasa. Saya mulai tersenyum dan membawa energi dari penonton ke dalam pertandingan," ujar mantan petenis nomor satu dunia tersebut.
Alcaraz kembali menghadapi match point pada gim berikutnya. Sebuah pukulan passing shot sempurna menyelamatkannya dari kekalahan.
Momentum kemudian berbalik. Alcaraz berhasil merebut kembali servis Fritz untuk menyamakan kedudukan, sebelum kembali mematahkan servis lawannya guna mengamankan set kedua dengan skor 7-5.
Memasuki set penentuan, Alcaraz semakin menguasai permainan. Ia unggul 3-1 setelah Fritz gagal mengarahkan pukulan voli ke dalam lapangan.
Fritz masih berusaha memberikan perlawanan dan sempat menciptakan sejumlah peluang break point. Namun, Alcaraz mampu melewati tekanan tersebut.
Saat pertandingan mendekati akhir, Alcaraz mendapatkan dua match point melalui servisnya sendiri. Ia langsung menuntaskan kesempatan pertama dengan pukulan forehand keras yang hanya mampu disentuh Fritz tanpa bisa dikembalikan dengan sempurna.
Kemenangan itu sekaligus memastikan langkah Alcaraz ke semifinal Paris Masters.
Pada pertandingan perempat final lainnya, petenis Amerika Serikat Ben Shelton memastikan tempat di semifinal setelah mengalahkan rekan senegaranya, Tommy Paul, dengan skor 6-4, 4-6, 6-3.
Kekalahan Paul dan Fritz sekaligus mengakhiri peluang keduanya untuk lolos ke ATP Finals, turnamen penutup musim yang akan berlangsung di Turin, Italia, pada 15-22 November.
Sebaliknya, Frances Tiafoe dan petenis muda Spanyol berusia 20 tahun, Rafael Jodar, dipastikan berpeluang menjalani debut di ajang bergengsi tersebut.
Shelton menyambut gembira keberhasilan Tiafoe, yang merupakan salah satu sahabat dekatnya.
"Frances menjalani tahun yang luar biasa. Dia salah satu sahabat terbaik saya. Melihatnya berhasil lolos ke Turin untuk pertama kalinya merupakan sesuatu yang sangat luar biasa," ujar Shelton.
Di semifinal, Shelton akan menghadapi petenis Prancis Luca Van Assche.
Van Assche lebih dahulu mengamankan tiket empat besar setelah menghentikan kejutan petenis Australia Rinky Hijikata, yang sebelumnya memulai turnamen dari babak kualifikasi dan berhasil melaju hingga perempat final.
- Paris Masters
- Carlos Alcaraz
- Taylor Fritz
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Realisasi penyaluran tunjangan profesi guru non-ASN 2026
-
Hasil Liga Spanyol: Dua gol Kylian Mbappe Bawa Real Madrid Menangi El Clasico 2-1 Atas Barcelona
-
Urban Farming Digenjot, Semarang Lawan Ancaman Krisis Pangan
-
Cegah Gangguan, PLN dan Polda Sulsel Perkuat Kerja Sama untuk Menjaga Infrastruktur Listrik
-
Jelang Super League: PSM Makassar Siap Kejutkan Bhayangkara FC
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.