Petani OKI Tak Perlu Bakar Lahan, Pemkab Siapkan Bantuan Alat Berat.

Sabtu, 07 Nov 2026, 14:17 WIB

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menyiapkan fasilitas alat berat untuk membantu kelompok tani membuka dan mengolah lahan tanpa membakar guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati OKI Muchendi Mahzareki di OKI, Sabtu,. mengatakan fasilitas alat berat tersebut akan diberikan melalui koordinasi dengan kelompok tani, kepala desa, dan camat agar masyarakat memiliki alternatif dalam membersihkan lahan tanpa menggunakan api.

Ket. Foto: Bupati OKI Muchendi Mahzareki (kiri) . — Sumber: Antara Foto

"Selama ini ada masyarakat yang membakar karena dianggap lebih mudah untuk membuka lahan. Kita ingin mengubah kebiasaan itu. Pemerintah akan membantu memfasilitasi alat berat agar masyarakat bisa mengolah lahannya tanpa menimbulkan kebakaran," katanya.

Ia menyampaikan upaya pencegahan karhutla harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani melalui dukungan program pertanian, seperti pencetakan sawah baru, optimalisasi lahan (OPLAH), dan bantuan sarana produksi pertanian (saprodi).

Ia mengatakan pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat tetap memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan lahan tanpa harus melakukan pembakaran yang berpotensi merusak lingkungan.

Selain itu, Pemkab OKI merencanakan rehabilitasi lahan di sekitar ruas Tol Kayuagung-Palembang yang selama ini kerap mengalami kebakaran. Kawasan tersebut akan dibersihkan dan ditata kembali agar dapat dimanfaatkan secara produktif sekaligus mengurangi potensi kebakaran.

Sementara itu, Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta mengatakan gerakan pembukaan lahan tanpa bakar perlu diperkuat sejak dini untuk menghadapi potensi karhutla pada 2027, terutama dengan adanya prediksi fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan.

"Jangan sampai kita baru bergerak ketika kebakaran terjadi. Pengalaman tahun ini harus menjadi pelajaran. Kita perlu mempersiapkan langkah pencegahan sejak sekarang agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa terganggu bencana asap," ujarnya.

Ia menyebutkan jumlah titik api di wilayah OKI saat ini telah mencapai nol setelah sebelumnya sempat tercatat ribuan titik. Kondisi tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah, kepolisian, instansi terkait, masyarakat, serta dukungan faktor cuaca.

Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan, Polres OKI juga berkoordinasi dengan pengelola jalan tol, termasuk Waskita dan Hutama Karya, untuk mengupayakan pembangunan embung atau sumur bor di sekitar jalur tol.

Ketersediaan sumber air tersebut diharapkan dapat mempermudah petugas melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran di kawasan tersebut.

Kegiatan sosialisasi itu juga diisi dengan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Pemkab OKI bersama Polres OKI berharap fasilitasi alat berat dan edukasi pembukaan lahan tanpa bakar dapat menjangkau kelompok tani hingga tingkat desa sehingga pencegahan karhutla dapat dilakukan melalui perubahan pola pengelolaan lahan yang lebih aman dan produktif.

  • Buka lahan tanpa bakar

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.