• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Merdeka AI, Strategi Linta...

Merdeka AI, Strategi Lintasarta Bangun Infrastruktur Kecerdasan Artifisial Nasional

Sabtu, 07 Nov 2026, 21:58 WIB

JAKARTA – Lintasarta memperkuat upaya mendukung kedaulatan digital Indonesia melalui inisiatif Merdeka AI. Program ini diwujudkan dengan pengembangan infrastruktur dan layanan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang memungkinkan perusahaan mengelola data, keamanan, serta operasional bisnis di dalam negeri sesuai hukum dan regulasi nasional.

Inisiatif tersebut diarahkan untuk memberikan ruang bagi industri nasional dalam mengadopsi teknologi AI tanpa kehilangan kendali atas data dan operasional bisnis. Melalui pendekatan ini, perusahaan diharapkan dapat memanfaatkan teknologi AI sekaligus menjaga keamanan dan kedaulatan data.

Ket. Foto: Fasilitas Lintasarta Network Operation Center (NOC) yang berlokasi di Karawang. Perusahaan ini menghadirkan Merdeka AI melalui infrastruktur Sovereign AI dan Cloudeka untuk mendukung kedaulatan data, keamanan, serta operasional digital di Indonesia. — Sumber: Lintasarta

Director & Chief IT Services Officer Lintasarta, Ginandjar, mengatakan Merdeka AI merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun fondasi digital bagi industri nasional agar dapat mengadopsi AI sesuai kebutuhan bisnis.

“Bagi Lintasarta, Merdeka AI bukan sekadar inisiatif teknologi, melainkan komitmen untuk memperkuat kemandirian digital Indonesia. Kami ingin memastikan industri nasional memiliki akses terhadap infrastruktur dan kapabilitas AI yang andal, sekaligus tetap memiliki kendali atas data, keamanan, dan operasional bisnisnya,” ujar Ginandjar.

Infrastruktur AI dalam Kendali Nasional

Salah satu upaya Lintasarta dalam memperkuat kedaulatan digital dilakukan melalui pengembangan infrastruktur dan layanan digital yang beroperasi di Indonesia. Langkah tersebut antara lain diwujudkan melalui Cloudeka, layanan komputasi awan (cloud computing) yang menyediakan fondasi infrastruktur digital bagi perusahaan dengan memperhatikan aspek keamanan, pengelolaan data, dan kebutuhan bisnis.

Melalui layanan Sovereign AI, Cloudeka didukung pusat data yang beroperasi di Indonesia. Infrastruktur ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan layanan digital dalam yurisdiksi nasional sekaligus mendukung kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Kapabilitas tersebut diperkuat oleh pengalaman Lintasarta dalam melayani berbagai sektor strategis. Perusahaan ini mengklaim telah melayani lebih dari 30 persen badan usaha milik negara (BUMN) di Indonesia serta sejumlah perusahaan digital-native terkemuka.

Di sektor perbankan, pelanggan Lintasarta mencakup seluruh bank nasional, termasuk berbagai bank swasta, bank syariah, dan bank pembangunan daerah (BPD). Sementara di sektor energi serta minyak dan gas bumi, layanan perusahaan digunakan oleh pelaku industri dari sektor hulu hingga hilir.

Selain infrastruktur, aspek tata kelola juga menjadi bagian penting dari pengembangan layanan AI Lintasarta. Pada Oktober 2026, perusahaan tersebut memperoleh sertifikasi ISO/IEC 42001:2023 untuk Artificial Intelligence Management System (AIMS) dari TÜV SÜD Indonesia.

Sertifikasi ini menjadi landasan bagi penerapan sistem pengelolaan AI yang lebih terstruktur dan bertanggung jawab. Lintasarta menyebut pencapaian tersebut menjadikannya perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) nasional pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi tersebut.

Bangun Kolaborasi Pengembangan AI

Untuk memperluas pemanfaatan teknologi AI di sektor industri, Lintasarta juga akan menggelar Merdeka AI Summit: Cloudeka Sovereign for Future Enterprise.

Forum tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan pemerintah, pelaku industri, dan ekosistem teknologi untuk memperkenalkan kapabilitas AI Lintasarta sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan prioritas nasional.

Melalui forum ini, perusahaan ingin memperlihatkan bagaimana keahlian dan teknologi global dapat diadopsi dengan tetap mempertahankan kendali nasional atas data dan operasional bisnis.

Ginandjar mengatakan, pengembangan Merdeka AI diarahkan untuk membangun kemampuan teknologi dari dalam negeri sehingga perusahaan memiliki fondasi digital yang sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing.

Menurutnya, perusahaan perlu memperoleh manfaat dari perkembangan AI tanpa mengabaikan aspek kedaulatan digital, terutama dalam pengelolaan data, keamanan, dan operasional.

Melalui inisiatif Merdeka AI, Lintasarta berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat ekosistem teknologi nasional. Pengembangan infrastruktur, tata kelola, dan kolaborasi industri menjadi bagian dari upaya mendorong adopsi AI yang aman, bertanggung jawab, serta mendukung kemandirian digital Indonesia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.