Waspada, 5 Makanan Ini Cepat Basi Meski Disimpan di Kulkas
Jumat, 06 Nov 2026, 03:00 WIBJakarta - Tidak semua jenis makanan dapat disimpan dalam waktu lama di dalam lemari es. Beberapa makanan bahkan berisiko rusak hanya dalam satu hingga dua hari meskipun sudah didinginkan.
Ahli epidemiologi lingkungan sekaligus Direktur Aliansi Stop Foodborne Illness, Vanessa Coffman, PhD, mengatakan nasi termasuk makanan yang sebaiknya dikonsumsi dalam waktu satu hari setelah dimasak.
"Nasi bisa mengandung Bacillus cereus, bakteri yang menghasilkan racun tahan panas jika dibiarkan pada suhu ruangan. Racun ini tetap ada bahkan setelah dipanaskan kembali, menyebabkan keracunan makanan," katanya sebagaimana dikutip dari publikasi Real Simple pada Kamis (5/11).
Untuk menjaga keamanan konsumsi, Coffman menyarankan agar nasi segera didinginkan setelah dimasak dan disimpan di dalam lemari es pada suhu sekitar 4 derajat Celsius. Nasi sebaiknya dikonsumsi maksimal satu hari setelah disimpan.
Ketika hendak dikonsumsi kembali, nasi sisa perlu dipanaskan hingga mencapai suhu sekitar 74 derajat Celsius.
Selain nasi, saus juga termasuk makanan yang relatif cepat basi. Coffman mengatakan saus sebaiknya dihabiskan dalam waktu satu hari karena kandungan airnya yang tinggi dapat menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan bakteri patogen dan mikroba pembusuk.
Sementara itu, mayones kemasan yang dijual di pasaran umumnya memiliki masa simpan lebih panjang. Produk tersebut biasanya telah melalui proses pasteurisasi dan dibuat sedikit asam untuk menghambat pertumbuhan bakteri.
Namun, masa simpannya dapat berubah ketika mayones dicampur dengan bahan makanan lain, seperti telur, kentang, atau ayam. Menurut Coffman, salad yang menggunakan mayones sebaiknya dikonsumsi dalam waktu maksimal tiga hari.
Makanan lain yang perlu mendapat perhatian adalah pasta matang. Perawat sekaligus Direktur Pendidikan Berkelanjutan United Medical Education, Reena Angelique Clark, mengatakan pasta matang sebaiknya hanya disimpan selama tiga hingga empat hari di dalam lemari es.
"Pasta relatif cepat basi karena dapat mengandung bakteri yang dikenal sebagai Bacillus cereus yang membentuk spora yang mampu bertahan dari proses memasak pertama," kata Clark.
Dia menjelaskan, pasta yang sudah basi biasanya menunjukkan perubahan tekstur dan aroma, seperti menjadi berlendir, berasa sedikit asam, serta mengeluarkan bau tidak sedap.
Cara Penyimpanan
Clark juga mengingatkan bahwa kaldu hasil rebusan makanan laut memiliki masa simpan lebih pendek dibandingkan kaldu ayam atau sapi. Kaldu makanan laut sebaiknya dibuang setelah dua hari disimpan di dalam lemari es.
Menurut dia, kandungan protein pada ikan menyediakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri pembusuk. Kaldu yang sudah basi biasanya terlihat keruh, mengeluarkan bau menyengat, serta memiliki permukaan berkilau dengan semburat warna-warni.
Selain memperhatikan jenis makanan dan masa simpannya, cara penyimpanan juga menentukan keamanan makanan. Sisa makanan dapat lebih cepat basi apabila terlalu lama dibiarkan pada suhu ruangan.
Coffman mengatakan makanan hanya boleh berada di zona suhu berbahaya, yakni antara 4 hingga 60 derajat Celsius, selama maksimal dua jam. Setelah melewati batas tersebut, makanan berisiko tidak lagi aman untuk dikonsumsi.
"Dalam rentang suhu ini, bakteri penyebab penyakit bawaan makanan dapat berkembang biak dengan cepat. Sebagai contoh, patogen seperti Salmonella, E. coli, dan Clostridium perfringens jumlahnya dapat berlipat ganda setiap 20 menit," katanya.
Dengan demikian, penyimpanan di lemari es tidak serta-merta membuat semua makanan aman dikonsumsi dalam waktu lama. Pengaturan suhu, kecepatan pendinginan, serta batas waktu penyimpanan tetap perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko keracunan makanan.
- Kesegaran Makanan
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.