Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun Perkuat Kapasitas Kader Posyandu Tekan Stunting
Jumat, 06 Nov 2026, 00:35 WIBMADIUN -Â Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Madiun memperkuat kapasitas kader pos pelayanan terpadu (posyandu) guna memantapkan kelembagaan dan mempercepat penurunan angka stunting.Â
"Upaya memperkuat kapasitas kader ini untuk memantapkan kelembagaan posyandu dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Madiun," ujar Ketua Tim Pembina Posyandu Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan Posyandu di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis (5/11).
Ia menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan kolaborasi yang konsisten antara tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, keluarga dan masyarakat.
Selain itu, kader juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi secara berkelanjutan dengan cara yang sederhana kepada keluarga dalam pencegahan stunting dan kasus gizi lainnya. Seperti pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan balita, hingga mendorong keluarga memanfaatkan layanan kesehatan secara rutin.
Pihaknya juga menekankan pembinaan teknis enam standar pelayanan minimal (SPM), serta meminta pelaporan Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dilakukan secara tertib dan rutin setiap bulan.
Melalui kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim tersebut Arumi juga mengapresiasi capaian penanganan stunting di Kabupaten Madiun yang berada angka sekitar 5 persen. Angka itu lebih rendah dari prevalensi Jatim sebesar 14,7 persen (SSGI 2024).
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor karena berdampak langsung pada tumbuh kembang otak dan kualitas masa depan anak.
Pemkab Madiun berkomitmen menjadikan data Bulan Timbang sebagai acuan utama penanganan gizi tepat sasaran di seluruh wilayah.
Berbagai upaya telah dilakukan pemkab Madiun untuk menekan kasus stunting. Di antaranya dengan memberikan makanan bergizi tambahan kepada ibu hamil dan menyusui serta balita penderita. Selain itu, juga pemberian tablet tambah darah pada remaja putri, pendampingan dan edukasi calon pengantin wanita serta calon ibu, dan banyak lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jatim juga menyerahkan 350 paket bantuan gizi untuk warga sasaran di Kabupaten Madiun dari total target 9.750 paket yang disebar ke 30 kabupaten/kota.
- kabupaten madiun
- penanganan stunting
- hari wuryanto
- arumi bachsin
- posyandu madiun
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Sri Sultan: Piagam Wajib Pajak Jadi Sinyal Kepastian Investasi DIY
-
JIS Siap Sambut Konser Maroon 5, Pemprov DKI Pastikan Parkir dan Transportasi Makin Mumpuni
-
Masalah Karhutla Bukan Api, Tetapi Air
-
Pemprov Sumut Percepat 5.395 Pembangunan Daerah Sebelum Akhir 2026
-
Danamon Raih Pengakuan atas Kinerja Bisnis dan Inovasi Layanan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.