Keributan di Laga Sepak Bola Brasil Berujung 53 Kartu Merah, Pecahkan Rekor Dunia
Jumat, 06 Nov 2026, 00:30 WIBMINAS GERAIS, BRASIL â Pertandingan semifinal kompetisi sepak bola kelompok usia U-20 di negara bagian Minas Gerais, Brasil, berubah menjadi kericuhan massal. Wasit terpaksa mengeluarkan 53 kartu merah setelah bentrokan besar melibatkan pemain, ofisial, hingga pengurus klub.
Insiden tersebut terjadi pada leg pertama semifinal kejuaraan negara bagian antara Uberlandia dan Mamore, Senin (2/11) lalu. Keributan yang melibatkan puluhan orang itu membuat pertandingan berlangsung dalam suasana kacau dan akhirnya mencatatkan rekor jumlah kartu merah terbanyak dalam satu pertandingan.
Dalam laporan pertandingan, wasit Fernando Patrick Drosghic Modesto menjelaskan bahwa kericuhan bermula pada awal babak kedua. Sejumlah ofisial Uberlandia masuk ke lapangan setelah salah satu pemain mereka mendapat kartu merah.
Akibat insiden tersebut, pertandingan sempat dihentikan selama 40 menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.
Mamore kemudian berhasil memperbesar keunggulan menjadi 3-1 melalui gol yang tercipta pada menit kesembilan masa tambahan waktu.
Namun, selebrasi gol tersebut justru memicu keributan yang lebih besar. Menurut laporan media Brasil, pemain Mamore bernama Davi melakukan provokasi terhadap para pemain Uberlandia saat merayakan gol. Aksi tersebut menyulut emosi dan memicu bentrokan massal di lapangan.
Situasi semakin tidak terkendali hingga wasit harus mengeluarkan total 53 kartu merah. Sebanyak 43 pemain dan delapan anggota staf kepelatihan dari kedua tim diusir dari lapangan. Dua pengurus Uberlandia juga turut mendapat kartu merah.
Dalam laporannya, Drosghic Modesto menyebut keributan tersebut membuatnya tidak mungkin lagi memberikan kartu kepada seluruh pihak yang terlibat maupun menyelesaikan prosedur penutupan pertandingan.
"Pada menit ke-54 babak kedua, terjadi perkelahian massal sehingga tidak memungkinkan bagi saya untuk menunjukkan kartu merah kepada semua pihak yang terlibat maupun menjalankan prosedur penutupan pertandingan," tulisnya.
"Oleh karena situasi yang sangat kacau dan tidak adanya jaminan keamanan, saya memutuskan untuk mengakhiri pertandingan."
Wasit tersebut juga mengungkapkan bahwa dirinya telah membuat laporan kepada kepolisian terkait ancaman yang diterimanya. Selain itu, sejumlah pemain Mamore dilaporkan merusak ruang ganti setelah pertandingan berakhir.
Pecahkan Rekor Kartu Merah Terbanyak
Insiden di Brasil tersebut melampaui rekor sebelumnya untuk jumlah kartu merah terbanyak dalam satu pertandingan yang tercatat dalam Guinness World Records.
Rekor terdahulu adalah 36 kartu merah dalam pertandingan divisi kelima Liga Argentina antara Atletico Claypole dan Victoriano Arenas pada Februari 2011.
Dengan total 53 kartu merah, insiden di Minas Gerais itu melampaui catatan tersebut sebanyak 17 kartu.
Dampak keributan tidak berhenti pada pertandingan pertama. Uberlandia pada Rabu mengumumkan keputusan untuk tidak memainkan leg kedua semifinal sebagai bentuk sikap menjunjung sportivitas.
Keputusan tersebut diambil karena Mamore tidak memiliki cukup pemain yang memenuhi syarat untuk tampil setelah banyak pemain dan ofisialnya terkena sanksi kartu merah.
Dengan mundurnya Uberlandia dari pertandingan kedua, Mamore otomatis melaju ke final kompetisi.
Dalam pernyataan resminya, Uberlandia menegaskan bahwa klub tidak tinggal diam terhadap insiden tersebut. Manajemen mengaku telah mengambil langkah disipliner internal terhadap pihak-pihak yang terlibat.
"Klub juga tidak tinggal diam. Langkah-langkah disipliner yang diperlukan terhadap mereka yang terlibat telah diambil secara internal. Sebab, pembinaan olahraga pada dasarnya juga merupakan bagian dari pembentukan karakter dan kepribadian," demikian pernyataan Uberlandia.
Insiden ini menjadi salah satu keributan paling mencengangkan dalam sejarah sepak bola dan kembali menyoroti pentingnya pengendalian emosi serta keamanan dalam pertandingan, termasuk di level pembinaan pemain muda.
- Brasil
- kartu merah
- Rekor Dunia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Como Tak Berdaya di Markas Feyenoord, Ini Hasil Duel Sengit 2-3 di Liga Champions
-
Kementerian Pariwisata Promosikan Wisata Berbasis Batik
-
Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!
-
Bali Kejar Target Nol Emisi Sebelum 2045, Mampukah Terwujud?
-
Synchronize Fest 2026 Resmi Dibuka, Rayakan Musik Indonesia Lintas Generasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.