Kepri MoonRun 2026, Olahraga Jadi Pintu Dongkrak Wisata dan Budaya
Jumat, 06 Nov 2026, 17:25 WIBTANJUNGPINANG â Memadukan olahraga, wisata, dan budaya merupakan strategi potensial untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat daya tarik destinasi daerah.
Konsep ini tidak hanya mendorong aktivitas pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat lokal.
Namun, keberhasilannya membutuhkan perencanaan terpadu, infrastruktur memadai, dan pelibatan komunitas agar kekayaan budaya tidak sekadar menjadi pelengkap atraksi wisata.
Dengan pengelolaan yang tepat, integrasi ketiga sektor tersebut dapat menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga identitas dan warisan budaya daerah.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Hasan menyebut ajang Kepri MoonRun 2026 yang digelar di Kota Tanjungpinang memadukan olahraga, wisata, dan atraksi budaya lokal.
"Tak sekadar menjadi ajang olahraga lari malam, kegiatan ini juga menawarkan pengalaman berbeda dengan memadukan olahraga, wisata, dan atraksi budaya lokal melalui tema 'Culture Heritage Sport'," kata Hasan di Tanjungpinang, Jumat (6/11).
Hasan menyebut penyelenggaraan Kepri MoonRun 2026 merupakan tahun kedua digelar Pemerintah Provinsi Kepri berkolaborasi dengan Bank Tabungan Negara (BTN). Ajang ini telah masuk dalam kalender event pariwisata Kepri tahun 2027.
Menurut Hasan antusiasme peserta kegiatan ini sangat tinggi, yang ditandai dengan terpenuhinya kuota pendaftar atau mencapai 3.100 orang. Event ini berlangsung 14 November 2026, yang diikuti para pelari dari Batam, Tanjungpinang hingga Pekanbaru, Provinsi Riau.
"Meskipun berbayar, antusiasme peserta tetap tinggi dan seluruh kuota sebanyak 3.100 pelari sudah terpenuhi," jelas Hasan.
Ia memaparkan Kepri MoonRun 2026 tidak hanya menghadirkan kegiatan olahraga lari malam, tetapi juga mengajak peserta menikmati sejumlah destinasi wisata dan kekayaan budaya Tanjungpinang.
Hasan menjelaskan rute pelari akan melintasi sejumlah kawasan dan titik yang memiliki daya tarik pariwisata serta budaya, seperti Taman Gurindam 12, kemilau lampu Pulau Penyengat, Gedung Daerah, Gedung Gonggong, Tugu Sirih, Kota Lama Jalan Merdeka, hingga Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah.
Sepanjang perjalanan, kata Hasan, para pelari pun akan disuguhi berbagai atraksi seni dan budaya, di antaranya Joget Makyong, kompang, dan barongsai. Ini pengalaman berbeda yang dihadirkan panitia melalui Kepri MoonRun 2026.
Hasan berharap kegiatan ini semakin memperkuat posisi Tanjungpinang sebagai salah satu kota tujuan wisata budaya di Kepri.
"Perpaduan olahraga, destinasi wisata, dan atraksi budaya diharapkan mampu memberikan pengalaman menarik bagi peserta sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri Misni mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Kepri MoonRun 2026.
Menurutnya keberhasilan pelaksanaan tahun 2025 menjadi tolok ukur untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan tahun ini. Karena itu, diperlukan koordinasi dan dukungan seluruh pihak agar kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.
Ia menyebut Pemerintah Provinsi Kepri akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh instansi terkait guna mematangkan berbagai persiapan, termasuk dukungan teknis dan pengamanan selama kegiatan berlangsung.
"Melalui Kepri MoonRun 2026, diharapkan kolaborasi antara sektor olahraga dan pariwisata dapat terus berkembang sekaligus memperkuat daya tarik Tanjungpinang sebagai destinasi wisata budaya dan olahraga di Kepri," ucap Misni.
- Kepri MoonRun 2026
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.