Perluas Akses Energi Hijau untuk Masyarakat, PLN Resmikan Laboratorium Transisi Energi
Kamis, 05 Nov 2026, 22:23 WIBJAKARTA â PT PLN (Persero) memperkuat upaya perluasan akses energi hijau bagi masyarakat melalui peresmian Gedung Laboratorium Transisi Energi (LTE) PLN Pusat Sertifikasi di Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/11). Fasilitas pengujian panel surya dan baterai tersebut diharapkan mendukung pengembangan teknologi energi bersih sekaligus memperkuat kualitas dan keselamatan produk dalam negeri.
Kehadiran laboratorium itu menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap percepatan transisi energi nasional. Melalui pengujian yang dilakukan, produsen dapat meningkatkan mutu produk, sedangkan pengembang proyek memperoleh dasar teknis untuk menentukan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra mengatakan, pengembangan teknologi energi bersih harus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
âTransisi energi harus membawa manfaat bagi bumi dan manusia. Kami ingin semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan energi hijau dalam kehidupan sehari-hari. Melalui laboratorium ini, PLN memperkuat dukungan bagi pengembangan panel surya dan baterai agar teknologinya dapat diterapkan lebih luas. Mutu dan keselamatan tetap menjadi perhatian agar pemanfaatan energi bersih dapat berlangsung secara berkelanjutan,â kata Edwin.
Peresmian LTE dilakukan oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi. Acara tersebut turut dihadiri Edwin Nugraha Putra dan General Manager PLN Pusat Sertifikasi Dony Ocniza.
Pada tahap awal, LTE berfokus pada pengujian modul fotovoltaik (PV) atau panel surya serta baterai. Pengujian mencakup evaluasi karakteristik, kinerja, ketahanan, dan aspek keselamatan produk sesuai metode serta ruang lingkup layanan yang tersedia.
Eniya menilai, perluasan pemanfaatan energi terbarukan perlu diimbangi dengan kesiapan teknologi dan penguatan industri dalam negeri. Fasilitas pengujian nasional dinilai penting untuk memastikan produk yang digunakan memenuhi persyaratan teknis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
âPemanfaatan energi terbarukan yang semakin luas mendukung upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Agar manfaatnya berkelanjutan, teknologi yang digunakan perlu memenuhi persyaratan teknis dan sesuai kebutuhan masyarakat. Kehadiran fasilitas pengujian dalam negeri membantu industri menyiapkan produk yang bermutu dan memperkuat kepercayaan pengguna terhadap energi bersih,â kata Eniya.
LTE disiapkan untuk melayani PLN Group dan industri nasional, termasuk produsen panel surya dan baterai swasta, pengembang proyek, perusahaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC), serta pengguna teknologi terkait.
Pelaksanaan layanan dilakukan berdasarkan kompetensi, metode, sistem mutu, serta ruang lingkup akreditasi dan penunjukan laboratorium yang berlaku.
Penyempurnaan Produk
Pada kesempatan itu, Dony Ocniza mengatakan, hasil pengujian LTE dapat menjadi landasan bagi produsen maupun pengembang dalam mengambil keputusan teknis. Data pengujian dibutuhkan untuk menyempurnakan produk sekaligus memastikan kesesuaian peralatan dengan kebutuhan proyek energi bersih.
âProdusen membutuhkan data untuk menyempurnakan panel surya dan baterai, sedangkan pengembang memerlukan bukti teknis untuk memilih peralatan sesuai kebutuhan proyek. Kami mendukung proses tersebut melalui layanan pengujian. Dengan kesiapan teknologi yang semakin baik, kami berharap pengembangan energi hijau dapat menjangkau lebih banyak kebutuhan masyarakat,â kata Dony.
Dia menambahkan, layanan laboratorium dijalankan secara profesional, tidak memihak, dan menjaga kerahasiaan pelanggan.
Pengembangan kemampuan pengujian baterai juga diarahkan untuk mendukung sistem penyimpanan energi, termasuk Battery Energy Storage System (BESS), secara bertahap sesuai kesiapan fasilitas dan kompetensi.
Pengoperasian LTE juga mendukung pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025â2034 yang memuat rencana penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW). Sekitar 76 persen dari tambahan kapasitas tersebut direncanakan berasal dari energi baru terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi.
Dalam konteks tersebut, pengujian panel surya dan baterai menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga kualitas peralatan yang digunakan dalam proyek energi bersih. Dukungan fasilitas pengujian di dalam negeri diharapkan dapat memperkuat kesiapan industri sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap teknologi energi terbarukan.
PLN Pusat Sertifikasi melalui LTE berupaya memperkuat dukungan teknis bagi pengembangan energi hijau. Perluasan pemanfaatan energi bersih diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga membuka peluang akses energi yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan penguatan kualitas dan kesiapan teknologi, transisi energi nasional diharapkan berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang.
- PLN
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
- energi hijau
- transisi energi
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
Banten Tambah Dinas dan Badan, Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan
-
Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen lewat Program Energi Berdikari
-
Utusan Asean Kunjungi Myanmar Hari Ini
-
Korupsi di Kementerian ATR/BPN, KPK Panggil Dua Direksi & Tiga Manajer PT Bela Parahiyangan.
-
Como Makin Menggila! Sassuolo Dibungkam 2-0, Tren Positif Berlanjut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.