Jalur Pantura Semarang-Demak Ditinggikan, Kaligawe Tak Lagi Langganan Rob Jelang Nataru

Kamis, 05 Nov 2026, 20:42 WIB

JAKARTA - Jalur Pantura Semarang-Demak yang selama ini jadi langganan genangan banjir rob akhirnya ditinggikan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menaikkan badan jalan di kawasan Kaligawe setinggi 1 meter agar tak lagi lumpuh saat libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Pekerjaan peningkatan jalan jalur Semarang-Demak ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026. Cakupannya meliputi peninggian badan jalan ruas Kaligawe arah Demak setinggi 1 meter dengan panjang 1,12 kilo meter (km).

Ket. Foto: Jalur Pantura Semarang-Demak yang selama ini jadi langganan genangan banjir rob akhirnya ditinggikan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menaikkan badan jalan di kawasan Kaligawe setinggi 1 meter agar tak lagi lumpuh saat libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) — Sumber: istimewa

Selain itu, dilakukan penanganan ruas Simpang 3 Trengguli-Batas Kabupaten Demak/Kudus sepanjang 2,50 km, mencakup penanganan badan jalan, penghamparan lapis perkerasan (layer 2), pengecoran beton, serta pelebaran bahu jalan pada titik-titik yang memerlukan peningkatan kapasitas.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan ketersediaan infrastruktur konektivitas yang baik menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing bangsa, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta mempercepat pemerataan pembangunan.

"Kementerian PU terus melakukan penanganan dan peningkatan kualitas jalan nasional, terutama pada jalur strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik," kata Menteri Dody di Jakarta, Kamis (5/11).

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, memastikan pekerjaan di Kaligawe terus berjalan dan dikoordinasikan dengan Lantas Semarang agar arus lalu lintas tetap lancar.

"Pelaksanaan pekerjaan jalan di ruas Kaligawe arah Semarang telah dimulai. Pengecoran rigid beton FS 45 sudah terlaksana 1.000 m³ dari total 4.800 m³. Pelaksanaan pekerjaan di Kaligawe juga terus dikoordinasikan dengan Lantas Semarang agar arus lalu lintas tetap lancar dan terkendali," ujarnya.

Penanganan di Kaligawe tidak hanya meninggikan jalan. Kementerian PU juga membangun sistem pengendalian banjir secara berlapis.

Salah satunya melalui pemasangan turap beton atau Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) sepanjang 8 meter di sisi Sungai Tenggang. Struktur tersebut berfungsi memperkuat tebing sungai dan mendukung sistem pengendalian air di kawasan Kaligawe.

Untuk mempercepat pengaliran air dari badan jalan, Kementerian PU juga membangun sodetan permanen di kawasan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) sepanjang sekitar 228 meter, dengan lebar 4 meter dan kedalaman 2,5 meter. Saluran tersebut dirancang untuk mengalirkan air dari Jalan Nasional Kaligawe menuju Kolam Retensi Unissula, sebelum selanjutnya dipompa menuju Kolam Retensi Terboyo.

Kolam Retensi Terboyo yang terintegrasi dengan sistem pengendalian banjir kawasan Semarang memiliki panjang tanggul 6,55 km dan luas layanan sekitar 189 hektare. Infrastruktur tersebut dilengkapi enam unit pompa axial vertical berkapasitas masing-masing 5 m³/detik serta dua unit pompa submersible berkapasitas masing-masing 500 liter/detik.

Dengan target penyelesaian 15 Desember 2026, Kementerian PU berupaya memastikan kondisi jalan nasional di kawasan Kaligawe dan ruas Trengguli-Demak/Kudus semakin baik dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat pada periode Nataru 2026/2027.

  • Jalur Pantai Utara
  • Kementerian PU
  • kaligawe semarang
  • libur natal & tahun baru
  • Antisipasi Banjir Rob

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.