IFG Perkuat Pemberdayaan UMKM melalui Pelatihan Bisnis dan Bantuan Modal
Kamis, 05 Nov 2026, 18:01 WIBJAKARTA â Indonesia Financial Group (IFG) bersama Berdaya Bareng memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya perempuan dan penyandang disabilitas, melalui program KolaborAKSI: UMKM Naik Kelas, Semua Berdaya.
Program yang memasuki tahap lanjutan tersebut diresmikan melalui kegiatan inaugurasi di Jakarta pada 5 November 2026. Sejumlah agenda digelar untuk mendukung pengembangan usaha peserta, mulai dari pembelajaran, pendampingan bisnis, presentasi proposal usaha, hingga perluasan akses pasar.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Divisi Pengadaan dan Pengelolaan Aset IFG, Co-Founder Berdaya Bareng, serta perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta.
Melalui program tersebut, IFG dan Berdaya Bareng berupaya membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha sekaligus memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih besar.
Program KolaborAKSI telah berjalan sejak 19 Agustus 2026 dengan melibatkan pelaku UMKM perempuan dan penyandang disabilitas di wilayah penunjang DKI Jakarta. Peserta mendapatkan pembelajaran dan penguatan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan usaha masing-masing.
Salah satu materi yang diberikan dalam rangkaian inaugurasi adalah seminar bertajuk "Dari Produk Jadi Konten: Cara UMKM Menarik Pelanggan Lewat Media Sosial".
Seminar tersebut membahas strategi memanfaatkan informasi produk, proses produksi, hingga pengalaman pelanggan sebagai materi pemasaran digital. Pendekatan ini diharapkan membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk, membangun kepercayaan konsumen, dan menjangkau calon pelanggan melalui media sosial.
Peserta juga mengikuti studi kasus dan praktik langsung untuk mengembangkan konten pemasaran dengan memanfaatkan produk serta sumber daya yang dimiliki. Kegiatan ini melibatkan IFG Disability Community, komunitas yang menaungi karyawan penyandang disabilitas di lingkungan ekosistem IFG.
Tujuh UMKM Terpilih Mendapatkan Bantuan Modal Usaha
Selain pembelajaran, KolaborAKSI menghadirkan mini showcase UMKM sebagai sarana bagi peserta untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jejaring pasar. Kegiatan ini juga dilengkapi final pitching proposal bisnis yang memberikan kesempatan kepada peserta terpilih untuk mempresentasikan rencana pengembangan usaha di hadapan dewan juri.
Sebelum memasuki tahap final, sebanyak 13 pelaku UMKM mengikuti praktik presentasi proposal bisnis pada September 2026. Peserta terdiri atas 11 pelaku usaha makanan dan minuman, satu pelaku usaha kriya atau kerajinan, serta satu pelaku usaha jasa.
Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 12 peserta terbaik melanjutkan ke tahap final pitching dalam rangkaian inaugurasi. Selanjutnya, tujuh peserta terpilih akan memperoleh bantuan modal usaha dalam bentuk barang sesuai kebutuhan masing-masing bisnis.
Melalui tahapan ini, peserta tidak hanya berkesempatan memperoleh dukungan pengembangan usaha, tetapi juga mendapatkan masukan dari dewan juri untuk mengevaluasi rencana bisnis dan menyusun strategi pengembangan yang lebih terarah.
Kemampuan menyusun proposal dan mempresentasikan rencana bisnis menjadi salah satu aspek yang diperkuat dalam program tersebut. Keterampilan ini dinilai penting agar pelaku UMKM mampu mengidentifikasi potensi usaha, merumuskan kebutuhan pengembangan, serta mengomunikasikan peluang bisnis kepada calon mitra.
Dorong Ekosistem UMKM yang Inklusif
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, mengatakan penguatan kapasitas UMKM, termasuk usaha yang dikelola perempuan dan penyandang disabilitas, menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.
Menurutnya, program KolaborAKSI tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan pemasaran dan memperluas jangkauan bisnis.
"Melalui KolaborAKSI, IFG berkomitmen memperluas kesempatan bagi pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas, untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha. Pembelajaran pemasaran digital membantu peserta mengomunikasikan keunggulan produk, membangun kepercayaan pelanggan, dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Denny melalui keterangannya pada hari Kamis (5/11/2026).
Ia menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-3 dalam mendorong kewirausahaan. IFG juga berupaya memperkuat perannya sebagai agen pembangunan nasional melalui dukungan terhadap kemandirian usaha dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
Sementara itu, Co-Founder Berdaya Bareng, Fany Efrita, menilai pemberdayaan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengenali potensi dan mengembangkan kemampuan bisnisnya.
Menurut Fany, pelatihan harus diikuti kesempatan untuk menerapkan pengetahuan, menunjukkan kemampuan, serta mengakses peluang pasar secara setara.
"Bagi kami, pemberdayaan UMKM bukan hanya tentang memberikan pelatihan, tetapi juga menghadirkan kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk mengenali potensi dan mengembangkan kapasitas bisnisnya," kata Fany.
Ia berharap program KolaborAKSI dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat bagi peserta dalam mengembangkan usaha, terutama bagi perempuan dan penyandang disabilitas yang membutuhkan akses lebih luas terhadap peluang ekonomi.
Melalui program KolaborAKSI: UMKM Naik Kelas, Semua Berdaya, IFG dan Berdaya Bareng berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan membangun usaha yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM inklusif melalui pemerataan akses terhadap pengetahuan, keterampilan, pendampingan, dan kesempatan pengembangan usaha.
- Pemberdayaan UMKM
- IFG
- UMKM BUMN Go Online
- UMKM Naik Kelas
- Asta Cita
- UMKM
- penyandang disabilitas
- media sosial
- Bantuan Modal Usaha
- pemasaran digital
- ekonomi inklusif
- UMKM Perempuan
- Kewirausahaan Inklusif
- Berdaya Bareng
- KolaborAKSI
- UMKM Inklusif
- Daya Saing UMKM
- Pendampingan Bisnis
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Pariwisata Tak Cukup Kejar Kunjungan, Manfaat Ekonomi Harus Dirasakan Warga
-
Kompetisi Seni di Jakarta Utara Diikuti oleh Ribuan Pelajar TK sampai SMA
-
Bukan Sekadar Angka Pertumbuhan, Bakom Dorong Ekonomi 8 Persen yang Berpihak pada UMKM
-
Mentan Amran Siapkan Anggaran Rp1 Triliun untuk Perkuat Peternakan Rakyat Terintegrasi
-
Pameran SIAL 2026 Buka Peluang Ekspor dan Kemitraan Industri Makanan Indonesia
-
Memetakan Kondisi Sosial Ekonomi Warga Lewat Muskel
-
Telur Setengah Matang Berisiko Picu Salmonella, IDAI Ingatkan Orang Tua.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.