Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

Kamis, 05 Nov 2026, 19:58 WIB

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan tiga pelabuhan alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru 2026-2027 mendatang. Langkah ini diharapkan mengurangi beban penyeberangan utama Ketapang-Gilimanuk yang diperkirakan menghadapi peningkatan arus kendaraan selama liburan akhir tahun.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja mengatakan rencana tersebut dibahas bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait. "Rapat ini membahas alternatif layanan pelabuhan untuk menghadapi masa Natal dan Tahun Baru," kata dia dalam keterangan pers pada Kamis (5/11).

Ket. Foto: Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi — Sumber: RRI/Bagus

Pembahasan melibatkan kementerian, pemerintah daerah Jawa Timur dan Bali, Pelindo, ASDP, serta sejumlah instansi teknis terkait pemerintah. Tiga pelabuhan yang disiapkan meliputi Jangkar di Situbondo, Tanjungwangi di Banyuwangi, serta Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali.

"Pelabuhan Jangkar dan Tanjungwangi disiapkan di sisi Jawa, sedangkan Celukan Bawang berada di sisi Bali," ujar dia.

Setiap pelabuhan alternatif diproyeksikan mampu melayani hingga 500 kendaraan selama periode angkutan libur akhir tahun tersebut mendatang.

Untuk mendukung layanan tersebut, pemerintah menyiapkan 13 kapal penyeberangan dengan pembagian armada sesuai kebutuhan operasional setiap pelabuhan setempat. Sebanyak delapan kapal akan melayani Pelabuhan Jangkar, sementara lima kapal lainnya disiapkan beroperasi melalui Pelabuhan Tanjungwangi tambahan.

Rapat memperkirakan sekitar 1.000 kendaraan kelas Vb setiap hari melintas melalui lintasan Ketapang dan Gilimanuk selama masa Nataru. Pengalihan sebagian kendaraan ke pelabuhan alternatif dinilai penting untuk mencegah antrean panjang sekaligus menjaga kelancaran perjalanan masyarakat setempat.

Selain armada, pemerintah juga menyiapkan pembenahan fasilitas berupa penerangan, toilet, serta kamera pengawas atau CCTV di kawasan pelabuhan. Fasilitas penunjang tersebut menjadi perhatian agar pengguna jasa memperoleh layanan penyeberangan yang aman, nyaman, dan tertib selama liburan.

"Potensi peningkatan kendaraan perlu diantisipasi sejak awal agar arus tidak hanya bertumpu pada Ketapang-Gilimanuk," kata dia.

Ia mengatakan koordinasi lintas instansi diperlukan untuk memastikan fasilitas dan pelayanan siap sebelum operasional pelabuhan alternatif resmi dimulai.

Dalam rapat, muncul usulan subsidi penuh atau pembebasan biaya penyeberangan melalui pelabuhan alternatif selama periode libur Nataru mendatang. Layanan tersebut direncanakan berlangsung pada 18 hingga 30 Desember 2026, sebelum kedatangan kapal pesiar di Pelabuhan Celukan Bawang.

Pemkab Banyuwangi mendukung rencana tersebut dan akan berkoordinasi menyiapkan manajemen serta rekayasa lalu lintas sekitar kawasan pelabuhan setempat. Dinas Perhubungan setempat akan melibatkan kepolisian, pengelola pelabuhan, dan instansi terkait untuk mengatur pergerakan kendaraan selama masa Nataru. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.