Cegah Kebocoran PAD, Pemkot Singkawang Perkuat Digitalisasi Transaksi Keuangan Daerah.

Kamis, 05 Nov 2026, 17:02 WIB

Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, memperkuat digitalisasi transaksi keuangan daerah untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD), meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan, serta meminimalkan potensi kebocoran penerimaan.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan penerapan sistem transaksi digital harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pemerintah daerah, terutama melalui kemudahan pembayaran, kecepatan pelayanan, serta pengawasan transaksi yang lebih baik.

Ket. Foto: Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie memimpin high level meeting (HLM) tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD). — Sumber: Antara Foto

"Saya ingin sistem layanan keuangan digital ini memberikan kemudahan bagi masyarakat, dengan proses transaksi yang cepat dan aman. Dengan sistem yang baik, potensi kebocoran maupun kecurangan dapat diminimalkan bahkan dicegah," ujarnya di Singkawang, Kamis.

Menurut dia, optimalisasi transaksi digital menjadi bagian dari strategi creative finance pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal melalui peningkatan PAD.

Dengan sistem pembayaran yang semakin terintegrasi, proses penerimaan dan pengelolaan keuangan daerah diharapkan lebih efektif dan transparan.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkot Singkawang mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), termasuk memenuhi berbagai indikator digitalisasi yang telah ditetapkan.

Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari persiapan Singkawang membidik predikat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terbaik tingkat Kalimantan Barat pada 2027.

Dalam upaya memperluas pemanfaatan transaksi digital, Pemkot Singkawang juga mengembangkan inovasi Padahkan Yak serta program literasi masyarakat "Digital Corner Goes to Public" untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Doni Septadijaya mengatakan Singkawang telah memiliki sejumlah inovasi digitalisasi keuangan yang dapat menjadi modal untuk meningkatkan capaian daerah dalam penilaian TP2DD.

"TP2DD Kota Singkawang sudah banyak menghasilkan eviden. Ini menjadi modal kuat bagi Singkawang untuk menjadi TP2DD terbaik di Kalimantan Barat," katanya.

Doni menyebutkan dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, baru tujuh daerah yang telah melakukan inovasi di bidang digitalisasi transaksi keuangan daerah.

Ia mendorong Pemkot Singkawang memperkuat kolaborasi dengan Bank Kalbar untuk mempercepat penerapan ETPD. Selain meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola keuangan, capaian TP2DD terbaik juga berpeluang membuka akses terhadap tambahan insentif fiskal dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Kepala Divisi Electronic Banking Bank Kalbar Toni Darmawan mengatakan pihaknya siap mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui pengembangan layanan pembayaran elektronik.

Menurut dia, dukungan perbankan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah transaksi digital, tetapi juga diarahkan untuk membantu pemerintah daerah memperluas penerimaan PAD.

"Pemda merupakan mitra prioritas Bank Kalbar. Karena itu, sistem keuangan digital yang kami bangun tidak hanya mengejar target angka, tetapi juga bagaimana mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD," ujarnya.

  • Digitalisasi Keuangan Daerah

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.