• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Anak Rentan Batuk dan Pile...

Anak Rentan Batuk dan Pilek Saat Pancaroba, Dokter Bagikan Ramuan Tradisional

Kamis, 05 Nov 2026, 01:18 WIB

Jakarta - Peralihan musim kemarau menuju musim hujan atau pancaroba perlu diwaspadai, terutama terkait kesehatan anak-anak yang rentan mengalami gangguan seperti demam, batuk, dan pilek akibat perubahan cuaca.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr. (cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si memperkenalkan sejumlah ramuan tradisional berbahan alami yang dapat digunakan sebagai pendamping untuk membantu menjaga kesehatan dan meredakan keluhan ringan pada anak selama musim peralihan.

Ket. Foto: Foto ilustrasi herbal. — Sumber: Antara

“Ramuan herbal mengatasi batuk dan pilek pada anak usia 1-12 tahun adalah ‘sirup madu bawang jahe’. Ramuan tersebut menggunakan bahan berupa 30 mililiter madu murni, masing-masing satu siung bawang merah dan bawang putih, 10 gram jahe segar, serta perasan setengah buah jeruk nipis,” kata Inggrid kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Inggrid menjelaskan, cara membuat ramuan tersebut cukup sederhana. Bawang merah, bawang putih, dan jahe dicincang halus, kemudian dicampurkan ke dalam madu dan ditambahkan perasan jeruk nipis.

Campuran itu selanjutnya dikocok dan didiamkan selama delapan jam pada suhu ruang. Setelah itu, ramuan disaring dan disimpan dalam botol bersih di lemari pendingin.

Untuk anak yang mengalami demam, meriang, atau batuk-pilek, Inggrid menyarankan pemberian sebanyak lima mililiter atau satu sendok teh untuk sekali minum, dengan frekuensi tiga kali sehari.

Sementara itu, bagi anak yang masih sehat, ramuan tersebut dapat diberikan satu kali sehari untuk membantu memelihara kesehatan dan daya tahan tubuh.

“Kalau untuk pencegahan itu kan maksudnya supaya daya tahan tubuh anaknya bagus. Jadi itu bisa dikonsumsi ketika anaknya masih sehat sebagai pencegah 1-2 kali sehari,” jelasnya.

Adapun untuk bayi berusia enam bulan hingga satu tahun, ramuan yang diperkenalkan adalah susu kunyit. Cara membuatnya dengan mencampurkan seperdelapan hingga seperempat sendok teh kunyit bubuk ke dalam ASI atau susu formula hangat dengan volume sesuai konsumsi bayi.

Inggrid menyebut ramuan tersebut dapat diberikan satu kali sehari bagi bayi yang sehat. Sementara bagi bayi yang mengalami demam, meriang, atau batuk-pilek, pemberiannya dapat dilakukan hingga tiga kali sehari.

Ia menuturkan, pemberian ramuan tradisional untuk tujuan pemeliharaan kesehatan dapat dilakukan ketika anak masih dalam kondisi sehat. Meski demikian, penggunaannya perlu memperhatikan usia, kondisi kesehatan, serta kemungkinan alergi atau ketidakcocokan terhadap bahan yang digunakan.

Selain penggunaan ramuan tradisional, upaya menjaga kesehatan anak selama musim peralihan perlu disertai pemenuhan gizi seimbang, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan anak memperoleh asupan cairan yang memadai.

  • Musim Peralihan

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.