Paris Masters, Incaran Gelar Pertama Zverev

Rabu, 04 Nov 2026, 06:23 WIB

PARIS – Petenis Jerman Alexander Zverev mengaku merasakan kebahagiaan istimewa setelah memastikan diri sebagai petenis nomor satu dunia di akhir musim.

Zverev merayakan pencapaiannya dengan mengangkat trofi peringkat satu dunia ATP menjelang penampilannya di Paris Masters, Selasa (3/11). Paris Masters jadi incaran gelar pertamanya usai menjadi nomor satu dunia.

Ket. Foto: Petenis Jerman Alexander Zverev mencium trofi peringkat 1 dunia ATP saat merayakan keberhasilannya menjadi petenis putra nomor satu dunia yang baru, dalam sebuah upacara pada hari pertama turnamen tenis Paris ATP Masters 1000 di Plenitude Arena, Nanterre, di pinggiran Paris, pada 2 November 2026. — Sumber: Dimitar DILKOFF / AFP

Zverev datang ke Paris dengan status unggulan pertama sekaligus kepastian menutup tahun di puncak peringkat dunia. Pencapaian tersebut menjadi pelengkap perjalanan panjangnya setelah bertahun-tahun digadang-gadang sebagai salah satu kekuatan utama tenis putra. Hanya, dia kerap terhambat cedera dan persaingan ketat dengan generasi baru.

Sebelumnya, Zverev akhirnya berhasil memenangi gelar Grand Slam pertamanya melalui Prancis Open tahun ini. Dia kemudian menambah koleksi gelarnya dengan menjuarai US Open pada bulan September. Kini, petenis berusia 29 tahun itu menikmati pencapaian lain yang tak kalah membanggakan.

“Ketika menang Grand Slam pertama, emosi saya berbeda. Saya mengalami banyak kekecewaan, melewati masa-masa sulit, dan beberapa kali kalah di final. Ketika akhirnya berhasil nomor satu, rasanya seperti kelegaan terbesar sepanjang karier saya,” ujar Zverev.

Menurutnya, menjadi juara Grand Slam dan mengakhiri musim sebagai petenis nomor satu dunia menghadirkan kebanggaan dengan karakter berbeda. Grand Slam merupakan gelar terbesar yang bisa diraih seorang petenis, sedangkan peringkat satu dunia menuntut konsistensi sepanjang musim. “Untuk mencapai posisi ini, Anda harus menjalani musim terbaik selama satu tahun penuh. Ini perasaan yang sama sekali berbeda, tetapi juga sangat istimewa,” ujarnya.

Zverev akan memulai perjuangannya di Paris Masters pada hari Rabu dengan menghadapi petenis Italia, Lorenzo Musetti. Pertemuan tersebut diperkirakan tidak mudah karena Zverev telah tiga kali kalah dalam lima pertemuan sebelumnya.

Sementara itu, persaingan menuju ATP Finals di Turin mendapat pukulan setelah Flavio Cobolli mengundurkan diri dari Paris Masters akibat cedera otot. Petenis Italia itu sebelumnya juga gagal menyelesaikan pertandingan putaran kedua di Wina pekan lalu.

Cobolli masih berharap bisa pulih tepat waktu untuk mengamankan tiket ke turnamen penutup musim tersebut. Namun, pengunduran dirinya membuat peluang tampil untuk pertama kali di ATP Finals semakin tidak menentu. Empat dari delapan tempat masih diperebutkan setelah Zverev, Carlos Alcaraz, Ben Shelton, dan Daniil Medvedev memastikan kualifikasi.

Jannik Sinner, yang berada di peringkat kedua dunia, dipastikan absen akibat cedera lutut. Sementara itu, Arthur Fils, Frances Tiafoe, Rafael Jodar, Alex de Minaur, Novak Djokovic, dan Taylor Fritz masih berusaha mengejar tiket tersisa. Jodar bahkan telah membuka peluang dengan mengalahkan Alejandro Tabilo di Paris dan selanjutnya akan menghadapi Casper Ruud. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.