Liga Champions: Napoli Dibayangi Rekor Buruk di Eropa, Porto Incar Kemenangan Perdana

Rabu, 04 Nov 2026, 07:30 WIB

PORTO – Porto menghadapi misi penting ketika menjamu Napoli dalam lanjutan fase liga Liga Champions di Estadio do Dragao, Kamis (5/11) dini hari WIB. Klub Portugal tersebut bertekad meraih poin pertama setelah mengawali kompetisi dengan tiga kekalahan beruntun.

Napoli datang dengan modal lebih baik setelah akhirnya meraih kemenangan pada pertandingan sebelumnya. Namun, tim asuhan Massimiliano Allegri itu juga memiliki persoalan serius, terutama ketika bermain di kandang lawan pada kompetisi elite Eropa.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan Porto vs Napoli. — Sumber: Goal

Porto menjadi satu dari tiga tim yang belum mendapatkan poin di Liga Champions musim ini. Kekalahan 0-1 dari PSV Eindhoven di kandang sendiri pada bulan lalu memperpanjang catatan buruk mereka menjadi tiga kekalahan beruntun.

Sebelumnya, tim berjuluk The Dragons itu juga takluk dari Manchester City dan Real Betis. Persoalan yang sama muncul dalam ketiga pertandingan tersebut: Porto selalu kebobolan lebih dahulu sehingga kesulitan mengembangkan permainan.

Situasi ini membuat Francesco Farioli harus segera menemukan solusi. Memasuki pertengahan fase liga, Porto membutuhkan setidaknya sembilan poin untuk menjaga peluang lolos ke babak playoff. Namun, jumlah tersebut pun belum tentu cukup untuk memastikan kelolosan.

Tantangan Porto semakin berat karena mereka masih harus melakoni pertandingan tandang melawan Feyenoord dan Liverpool. Karena itu, kemenangan di Estadio do Dragao menjadi target yang sulit ditawar.

Beruntung, performa Porto di kompetisi domestik justru sangat mengesankan. Setelah mengakhiri penantian tiga tahun untuk kembali menjuarai Liga Portugal, mereka melanjutkan dominasi tersebut pada musim ini.

Porto mencatatkan 10 kemenangan beruntun dan kini unggul cukup jauh atas dua klub Lisbon, Sporting CP dan Benfica, di puncak klasemen Primeira Liga.

Pada pertandingan terakhir, Porto bahkan menang telak 4-0 atas Estoril yang menghuni dasar klasemen. Mereka kembali mencatatkan clean sheet dan sejauh ini hanya kebobolan empat gol di kompetisi domestik.

Kontras antara performa di Portugal dan Eropa menjadi pekerjaan rumah besar bagi Farioli. Sebagai mantan juara Liga Champions, Porto tentu ingin kembali menunjukkan kapasitasnya di panggung tertinggi sepak bola antarklub Eropa.

Pertandingan melawan Napoli akan menjadi pertemuan kompetitif kelima antara kedua klub.

Farioli akan berhadapan dengan sesama pelatih asal Tuscany, Massimiliano Allegri. Dalam dua pertemuan sebelumnya yang berlangsung dengan format dua leg, kedua klub sama-sama pernah meraih kelolosan.

Napoli melaju pada Piala UEFA 1974/1975, sedangkan Porto membalasnya dengan kemenangan agregat 3-2 di Liga Europa 2013/2014.

Pada pertemuan kali ini, Napoli memiliki keunggulan tiga poin atas Porto di klasemen Liga Champions.

Tim asal Italia tersebut baru saja meraih kemenangan dalam pertandingan penuh drama melawan Bodo/Glimt. Napoli menang dalam duel tujuh gol pada matchday ketiga, sekaligus mencatatkan kemenangan ke-100 klub di kompetisi UEFA.

Sebelumnya, Napoli kalah dari Arsenal dan Villarreal. Kemenangan atas klub Norwegia tersebut akhirnya menjadi momentum kebangkitan, dengan Scott McTominay tampil sebagai salah satu pemain paling menentukan berkat dua golnya.

Namun, Napoli masih memiliki kelemahan yang cukup mengkhawatirkan. Mereka tidak pernah menang dalam tujuh pertandingan tandang terakhir di Liga Champions, dengan enam di antaranya berakhir dengan kekalahan.

Catatan tersebut turut menjelaskan mengapa Napoli hanya mampu finis di peringkat ke-30 klasemen fase liga berformat 36 tim pada musim lalu.

Allegri sendiri juga tengah berada dalam tekanan. Mantan pelatih Juventus itu pernah membawa klub Turin mencapai final Liga Champions, tetapi kini justru mengalami periode sulit di kompetisi elite Eropa dengan menelan delapan kekalahan dalam 10 pertandingan terakhirnya.

Persoalan Napoli tidak hanya terjadi di Eropa. Kekalahan 0-2 dari Juventus pada Minggu membuat mereka tertahan di peringkat kedelapan klasemen Serie A.

Dengan selisih 14 poin dari Lazio yang secara mengejutkan memimpin klasemen, peluang Napoli mempertahankan gelar juara liga juga semakin berat.

Karena itu, kemenangan di markas Porto menjadi penting bagi Allegri untuk mengembalikan kepercayaan diri tim sekaligus menjaga peluang melangkah lebih jauh di Liga Champions.

Porto masih belum bisa diperkuat William Gomes dan Vasco Sousa yang mengalami cedera. Kondisi pemain sayap asal Polandia, Oskar Pietuszewski, juga belum sepenuhnya dipastikan setelah mengalami gangguan ringan pada paha.

Bek kiri Zaidu turut diragukan tampil setelah mengalami masalah pada lutut dan harus meninggalkan lapangan saat pertandingan melawan Estoril.

Martim Fernandes sebelumnya absen karena tonsilitis, tetapi berpeluang kembali memperkuat tim pada Rabu.

Sementara itu, Chris Smalling, Gabriel Mec, dan Dominik Prpic tidak bisa dimainkan karena tidak masuk dalam daftar pemain Porto untuk Liga Champions.

Napoli menghadapi persoalan yang lebih rumit. Allegri kehilangan sejumlah pemain penting, termasuk Alessandro Buongiorno, David Neres, Costantino Favasuli, Alisson Santos, Leonardo Spinazzola, dan Benoit Badiashile.

Masalah semakin bertambah setelah Stanislav Lobotka mengalami cedera pada pergelangan kaki kiri pekan lalu.

Kiper Vanja Milinkovic-Savic juga absen ketika menghadapi Juventus akibat benturan. Penyerang utama Rasmus Hojlund sebelumnya harus menepi karena terserang flu.

Selain itu, dua bek sayap Giovanni Di Lorenzo dan Mathias Olivera mengalami cedera otot saat pertandingan di Turin.

Di tengah berbagai masalah tersebut, Napoli masih berharap banyak kepada Kevin De Bruyne. Gelandang asal Belgia itu diperkirakan tetap tampil meskipun mengalami sedikit keseleo pada pergelangan kaki.

Jika dimainkan, pertandingan ini akan menjadi penampilan ke-86 De Bruyne di Liga Champions.

Pengalaman dan kreativitasnya masih menjadi senjata penting Napoli. Pada kompetisi musim ini, De Bruyne telah menciptakan 10 peluang dari permainan terbuka. Hanya Lamine Yamal yang memiliki catatan lebih baik dengan 11 peluang.

Perkiraan susunan pemain

Porto (4-3-3)

D. Costa; A. Costa, Bednarek, Kiwior, Zaidu; Froholdt, Rosario, Veiga; Pepe, Samu, Sainz.

Napoli (3-4-2-1)

Meret; Beukema, Rrahmani, Marin; Politano, Anguissa, De Bruyne, Olivera; McTominay, Vergara; Hojlund.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.