Kemenhub Petakan Titik Rawan Bencana untuk Angkutan Nataru
Rabu, 04 Nov 2026, 15:00 WIBJAKARTA â Kementerian Perhubungan meningkatkan antisipasi terhadap cuaca ekstrem dan potensi bencana terkait Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Ini dilakukan melalui koordinasi dengan BMKG, BNPB, pemerintah daerah, serta pengelola prasarana transportasi.
Upaya mitigasi dilakukan untuk mengantisipasi gangguan perjalanan akibat banjir, longsor, gelombang tinggi, maupun angin kencang selama periode Nataru.
Kemenhub juga menyiapkan pemetaan lokasi rawan, jalur alternatif, serta sarana dan petugas pada wilayah berpotensi terdampak.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menegaskan keselamatan harus menjadi perhatian untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun. Hal tersebut disampaikannya pada rapat koordinasi kesiapan Angkutan Nataru 2026-2027 di Jakarta, Senin (2/11).
âRutinitas tahunan tidak boleh membuat kita lengah,â ujar dia. âRambu yang tertutup, alat keselamatan yang tidak berfungsi, atau informasi yang terlambat harus segera diperbaiki.â
Selain mitigasi bencana, Kemenhub mengevaluasi penyelenggaraan Nataru sebelumnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi pada tahun ini. Ini mencakup peningkatan layanan mudik gratis, pengaturan lalu lintas dan penyeberangan, serta penambahan fasilitas umum.
Kemenhub juga mempertimbangkan penambahan sarana transportasi pada lintasan penyeberangan dengan kepadatan tinggi, seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Peningkatan layanan tersebut diharapkan membantu mengantisipasi lonjakan pengguna transportasi selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Untuk mendukung pemantauan, Kemenhub merencanakan Posko Terpadu Angkutan Nataru 2026-2027 mulai 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027. Posko tersebut beroperasi selama 20 hari sebagai pusat koordinasi dan pemantauan kondisi transportasi bersama seluruh pemangku kepentingan.
Dudy meminta pimpinan operator menyiapkan rencana operasional Nataru seperti kesiapan armada, awak, pengendalian risiko, kepadatan, serta penanganan darurat. Menhub juga menginstruksikan jajaran kementeriannya menjalankan pengawasan secara objektif dan konsisten.
Seluruh temuan pengawasan harus segera diselesaikan, sementara pelanggaran keselamatan perlu ditindak tegas sesuai kewenangan dan ketentuan berlaku. Dudy menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh untuk memastikan keselamatan masyarakat selama periode angkutan Nataru.
Selama masa operasional, evaluasi harus dilakukan setiap hari untuk memantau perkembangan kondisi transportasi dan potensi gangguan perjalanan.
âHasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyesuaian langkah operasional apabila situasi di lapangan mengalami perubahan,â pungkas dia. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Mewaspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Sulawesi Utara
-
Sukseskan Angkutan Nataru, Berikut Langkah dan Strategi Ditjen Hubdat
-
Kemenhub Siapkan Stimulus Tiket Pesawat untuk Libur Nataru
-
Kemenhub Berikan Stimulus Penurunan Harga Tiket Pesawat pada Periode Nataru 2026/2027
-
787 Pemanah dari 29 Kabupaten Ikuti Gladhen Hageng Jemparingan 2026 di Kulon Progo.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.