Hujan Mulai Turun, BPBD Banjarnegara Hentikan Sementara Distribusi Bantuan Air Bersih
Rabu, 04 Nov 2026, 14:08 WIBBANJARNEGARA â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah untuk sementara menghentikan penyaluran bantuan air bersih menyusul turunnya hujan di sejumlah wilayah yang mulai memulihkan ketersediaan sumber air baku.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, di Banjarnegara, Rabu (04/11), mengatakan penghentian sementara distribusi dilakukan karena kondisi ketersediaan air mulai membaik, meskipun sebelumnya sejumlah wilayah mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau.
Kendati demikian, pihaknya tetap membuka kemungkinan melanjutkan distribusi bantuan apabila masih terdapat masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih mengingat hujan belum merata.
"Untuk sementara penyaluran bantuan air bersih kami hentikan, karena hujan mulai turun dan ketersediaan air baku mulai pulih. Akan tetapi, kalau masih ada masyarakat yang membutuhkan, kami akan dorong distribusi air bersih lagi," katanya.
Ia mengatakan berdasarkan data BPBD Banjarnegara, dampak musim kemarau 2026 menyebabkan 76 desa dan sembilan kelurahan di 16 kecamatan mengalami kesulitan air bersih, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 16.221 keluarga atau 55.758 jiwa.
Selama penanganan kekeringan, pihaknya telah menyalurkan 3.669 tangki air bersih dengan total volume mencapai 13.899.500 liter melalui sembilan unit truk tangki dan dua kendaraan bak terbuka.
Selain distribusi air bersih, kata dia, penanganan kekeringan juga dilakukan melalui pembangunan sarana air bersih, pengembangan jaringan perpipaan, optimalisasi sumber mata air, serta pembuatan sumur.
âSeiring memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat perubahan cuaca yang tidak menentu,â katanya.
Ia mengatakan potensi bencana yang perlu diwaspadai meliputi hujan deras, angin kencang, petir, tanah longsor, banjir, banjir bandang, hingga kerusakan infrastruktur yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan korban jiwa.
Terkait dengan hal itu, dia meminta masyarakat memeriksa kondisi atap dan struktur bangunan rumah, terutama bagian yang sudah lapuk atau berpotensi roboh.
âWarga juga diimbau memangkas dahan dan ranting pohon yang terlalu rimbun, tua, atau lapuk di sekitar permukiman,â katanya.
Dia meminta masyarakat rutin membersihkan selokan dan saluran drainase agar tidak tersumbat sampah serta tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air.
Pihaknya juga mengingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon besar maupun papan reklame saat terjadi angin kencang serta meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di wilayah rawan longsor, banjir, dan genangan air.
Warga yang menemukan kondisi lingkungan atau infrastruktur berpotensi membahayakan keselamatan diminta segera melaporkannya kepada pemerintah desa maupun pihak terkait.
Berdasarkan pemetaan BPBD Banjarnegara, hampir 73 persen wilayah kabupaten tersebut berada pada zona rawan tanah longsor, sehingga membutuhkan peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi untuk meminimalkan risiko bencana.
âMasyarakat yang membutuhkan informasi maupun melaporkan kejadian kebencanaan dapat menghubungi BPBD Banjarnegara melalui telepon atau WhatsApp di nomor 0812-2640-2247. Informasi juga tersedia melalui situs bpbd.banjarnegara.go.id dan media sosial @bpbd_banjarnegara,â kata Aji.
- BPBD Banjarnegara
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.