Gubernur Sumut: Penguatan Tanggul Sungai Wampu Sudah Sesuai Standar

Rabu, 04 Nov 2026, 08:48 WIB

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Afif Nasution, memastikan penguatan tanggul Sungai Wampu di Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumut, dilaksanakan sesuai standar ketahanan.

Ia mengatakan pembangunan penguatan tanggul itu diharapkan mampu mengantisipasi banjir sekaligus mencegah longsor tebing sungai yang selama ini mengancam permukiman warga.

Ket. Foto: Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution (tengah) bersama Plt Bupati Langkat Tiorita Surbakti memastikan penguatan tanggul Sungai Wampu di Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (3/11/2026). — Sumber: ANTARA

"Jadi kami tadi sudah melihat, dan memastikan pelaksanaan penguatan tanggul Sungai Wampu berjalan baik," ujar Bobby seusai bertemu warga Desa Stungkit usai meninjau progres pengerjaan perkuatan tanggul Sungai Wampu di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (04/11).

Bobby mengatakan berdasarkan catatan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumut menyatakan kerusakan tanggul Sungai Wampu mulai terjadi sejak 2013.

Sejak saat itu, sejumlah upaya perbaikan telah dilakukan, baik oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut maupun melalui swadaya masyarakat.

Upaya terbaru dilakukan oleh Pemprov Sumut awal tahun 2026 dengan membangun tanggul sementara menggunakan alat berat, dan material bambu hasil swadaya masyarakat.

Sungai Wampu memiliki panjang sekitar 105 kilometer ini hulunya berada di Kabupaten Karo mengaliri Taman Nasional Gunung Leuser bertemu Sungai Bahorok di Kabupaten Langkat melewati Salapian, Kuala, Selesai, Wampu, Stabat, Hinai, Secanggang, Tanjung Pura hingga bermuara di Selat Malaka.

"Langkah ini dilakukan sebelum pembangunan perkuatan tanggul permanen dimulai pada Agustus 2026," katanya.

Bobby mengapresiasi kekompakan warga Desa Stungkit turut berkontribusi atas upaya penanganan kerusakan tanggul, termasuk memasang bambu sebagai penahan sementara sebelum pemasangan pancang besi.

"Kami lihat desa ini kompak, karena swadaya memasang bambu penahan tanggul, sebelum pancang besi dipasang. Jadi membantu upaya pemerintah dalam pemasangan tanggul," katanya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat setempat dalam mengawasi proses pembangunan tanggul Sungai Wampu hingga kini. 

Pihaknya menyebutkan, pengawasan bersama diperlukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, termasuk penggunaan material yang memenuhi standar dan ketentuan teknis.

"Saya juga mohon ke warga, ikut mengawasi pembangunan ini, seperti memastikan material sesuai standar. Saya memastikan pembangunan tanggul ini akan dikerjakan sampai selesai," ujar Bobby.

Sofyan, warga Desa Stungkit mengapresiasi pembangunan tersebut. Ia berharap penguatan tanggul sungai tersebut dapat dilanjutkan ke sejumlah titik lain yang rawan mengalami longsor.

"Kami juga berharap dukungan pemerintah provinsi, dan kabupaten memastikan pembangunan berjalan dengan baik," ujar dia.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.