Cari Solusi Problem Kota-kota Asia Pasifik

Rabu, 04 Nov 2026, 01:05 WIB

JAKARTA – Kota-kota di Asia Pasifik memiliki problem hampir mirip seperti masalah sampah, perubahan iklim, dan transportasi massal. Problem-problem umum ini semakin sulit diatasi sendiri-sendiri. Untuk itulah diperlukan kolaborasi antarkota Asia Pasifik untuk menyelesaikan problem-problem tersebut.

“Kerja sama antarkota dinilai penting untuk mempercepat penerapan inovasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tandas Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Dia mengajak kota-kota di kawasan Asia Pasifik memperkuat kolaborasi. Pramono menyampaikan ini saat membuka Pertemuan ke-46 Komite Eksekutif CityNet di Jakarta, Selasa (3/11). Jakarta menjadi tuan rumah forum para pemimpin kota, perwakilan pemerintah, dan mitra pembangunan dari kawasan Asia Pasifik.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak kota-kota di kawasan Asia-Pasifik memperkuat kolaborasi untuk menghadapi berbagai tantangan perkotaan. Kerja sama tersebut mencakup pengelolaan sampah, penanganan perubahan iklim, hingga pengembangan transportasi publik yang berkelanjutan. — Sumber: pemprovdkijakarta

Pramono mengutarakan, merupakan suatu kehormatan menjadi tuan rumah bagi para pemimpin kota dan mitra dari kawasan Asia Pasifik. “Kita memiliki komitmen sama untuk membangun kota berkelanjutan, inklusif, dan tangguh,” ujar Gubernur Pramono.

Pertemuan tersebut mengangkat tema “Driving Circular Innovation for Urban Resilience” atau Mendorong Inovasi Sirkular untuk Ketahanan Perkotaan. Tema ini menekankan pentingnya penggunaan sumber daya secara efisien, pengurangan limbah, serta pengembangan solusi bersama untuk menghadapi tekanan urbanisasi dan perubahan iklim.

Pramono menegaskan, Jakarta terus memperkuat pembangunan kota yang tidak hanya berdaya saing secara global, tetapi juga nyaman, terjangkau, dan aman bagi warga. Berdasarkan Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics, peringkat Jakarta meningkat dari posisi 159 pada tahun lalu menjadi nomor 140 dari 1.000 kota dunia pada tahun ini. Menurutnya, peningkatan tersebut harus diikuti perbaikan kualitas lingkungan, mobilitas, dan layanan perkotaan.

Gubernur menjelaskan, pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas Pemprov Jakarta. Dengan timbunan sampah sekitar 9.000 ton per hari, perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya menjadi bagian penting pembenahan sistem pengelolaan sampah. Salah satu prioritas pemprov adalah menciptakan lingkungan yang lebih bersih karena kota ini menghasilkan 9.000 ton sampah setiap hari.

Pemprov mengembangkan gerakan pilah sampah. Saat ini rumah tangga yang memilah sampah telah meningkat dari 6 persen pada bulan Mei menjadi hampir 35 persen pada bulan Oktober ini.
Selain pengelolaan sampah, Pemprov Jakarta juga terus mengembangkan transportasi public. Transportasi terintegrasi melalui MRT, LRT, Transjakarta, Jaklingko, dan Mikrotrans. Penguatan layanan juga diikuti transisi menuju penggunaan bus listrik dengan target elektrifikasi seluruh armada Transjakarta pada tahun 2030.

Pramono menyebut Jakarta menempati peringkat ke-15 dalam daftar kota dengan transportasi publik terbaik dunia versi Time Out Oktober 2026. Capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan transportasi masyarakat. Di bidang penataan ruang, Jakarta juga menyiapkan pengembangan kawasan berorientasi transit (transit-oriented development/TOD), penguatan pusat pelayanan perkotaan, perluasan ruang terbuka hijau, serta peningkatan sistem pengelolaan air.

Menurutnya, berbagai upaya tersebut saling berkaitan dalam membangun kota yang lebih tangguh menghadapi risiko perubahan iklim sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
“Saya berharap dapat belajar satu sama lain, membagi solusi praktis dan membangun kemitraan yang memberi manfaat bagi kota dan komunitas,” katanya. Dia juga mengundang kota-kota anggota CityNet untuk memperkuat kolaborasi menjelang peringatan 500 tahun Jakarta tahun depan.

Ketahanan Perkotaan

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa pesatnya urbanisasi di kawasan Asia Pasifik menuntut perubahan pendekatan dalam pembangunan perkotaan. Menurutnya, pertumbuhan kota harus diimbangi dengan pengelolaan sumber daya yang lebih efisien dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Rachmat menyoroti lima prioritas pembangunan yang perlu diperkuat. Mereka adalah pengendalian risiko banjir, pengelolaan sampah padat, pemanfaatan air limbah, penataan permukiman, dan peningkatan kualitas udara. “Kelima prioritas ini mengingatkan kita bahwa ketahanan perkotaan bukan tentang proyek individual, melainkan tentang mengubah cara kita merencanakan, membangun, dan mengelola kota,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan perkotaan membutuhkan perencanaan yang terintegrasi, pembiayaan proyek yang layak, serta pengukuran kemajuan berdasarkan data yang andal. Bappenas, lanjut Rachmat, akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menerjemahkan prioritas pembangunan tersebut menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sekretaris Jenderal CityNet Asia-Pasifik, Vijay Jagannathan, mengapresiasi peran Jakarta dalam jaringan CityNet, termasuk kepemimpinannya dalam klaster perubahan iklim. Menurutnya, pengalaman Jakarta dalam pengelolaan sampah, pengembangan transportasi, dan transformasi perkotaan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kota-kota lain. Sebaliknya, Jakarta juga berpeluang mengadopsi berbagai inovasi dari anggota jaringan CityNet.

“Jakarta menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin terjadi, di mana transformasi perkotaan terjadi ketika kebijakan mengubah sistem dan masyarakat mengubah perilaku,” ujar Vijay. Dia menegaskan, pentingnya kerja sama pemerintah pusat dan daerah. Kemudian, pertukaran pengalaman antarkota serta pelibatan masyarakat agar solusi pembangunan dapat diterapkan secara lebih luas. Vijay minta memegang kata kunci: menghubungkan kota, mengkreasi solusi bersama komunitas, dan meningkatkan skala keberhasilan agar tidak ada yang tertinggal,” tutup Vijay.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.