Survei Populix: Konsumen Gen MZ Kelas Menengah Atas Siapkan Rp493 Juta untuk Beli Mobil
Selasa, 03 Nov 2026, 19:22 WIBJAKARTA â Lembaga riset Populix mengungkap preferensi dan minat konsumen generasi milenial dan Generasi Z (Gen Z) kelas menengah atas dalam membeli mobil penumpang di Indonesia. Hasil studi menunjukkan mobil konvensional masih mendominasi pilihan konsumen, meskipun minat terhadap kendaraan listrik dan hybrid mulai meningkat.
Temuan tersebut dipublikasikan melalui laporan berjudul Decoding Indonesiaâs Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market. Studi ini melibatkan 800 konsumen kelas menengah atas yang memiliki mobil pribadi dan melakukan pembelian kendaraan dalam lima tahun terakhir.
Associate Research Director Populix, Susan Adi Putra, mengatakan kendaraan konvensional masih menjadi pilihan utama responden. Namun, kendaraan listrik dan hybrid mulai menarik perhatian, terutama dari kalangan milenial muda dan Gen Z berusia 25â35 tahun.
"Satu dari lima responden mengaku tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid, khususnya milenial muda dan Gen Z di rentang usia 25â35 tahun," kata Susan melalui siaran pers pada hari Selasa (3/11).
Berdasarkan jenis kendaraan, Multi-Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) masih mendominasi pasar. Mobil umumnya digunakan untuk menunjang aktivitas pekerjaan dengan frekuensi penggunaan sekitar enam hari dalam seminggu. Rata-rata jarak tempuh kendaraan mencapai 17,6 kilometer per hari.
Temuan tersebut muncul di tengah pertumbuhan penjualan mobil nasional. Mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip dalam laporan Populix, penjualan mobil sepanjang JanuariâSeptember 2026 meningkat 21 persen secara wholesale atau distribusi dari pabrik ke dealer dan 15,4 persen secara retail atau penjualan dealer kepada konsumen dibandingkan periode sebelumnya.
Anggaran Pembelian Mobil Rata-Rata Rp493 Juta
Studi Populix juga mengungkap rencana pembelian kendaraan dalam waktu dekat. Dari responden yang berencana membeli mobil dalam satu tahun ke depan, enam dari sepuluh orang menyebut kendaraan baru tersebut akan digunakan sebagai mobil tambahan, bukan menggantikan kendaraan yang sudah dimiliki.
Rata-rata anggaran yang disiapkan mencapai Rp493 juta. Nilai tersebut berada di batas atas segmen mobil menengah yang berkisar Rp200 jutaâRp500 juta dan mendekati kategori menengah atas dengan rentang harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar.
Dalam menentukan pilihan, konsumen mempertimbangkan sejumlah aspek, terutama teknologi, inovasi, dan reputasi merek. Performa mesin, desain futuristik, kualitas premium, serta reputasi produsen di tingkat global juga menjadi faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
Minat terhadap kendaraan listrik terlihat semakin kuat. Sekitar seperempat responden mengaku sangat tertarik membeli mobil listrik, dengan BYD, Hyundai, dan Wuling menjadi merek yang banyak diminati.
Menurut Susan, kekhawatiran mengenai ketersediaan infrastruktur pengisian daya juga mulai berkurang dibandingkan temuan studi Populix pada tahun sebelumnya.
Perubahan tersebut mengindikasikan bahwa pertimbangan konsumen terhadap mobil listrik mulai bergeser. Selain teknologi dan harga, aspek pengalaman penggunaan serta kepercayaan terhadap merek semakin menentukan minat pembelian.
Toyota, Hyundai, dan Daihatsu Unggul dalam Kepuasan Konsumen
Dari delapan merek mobil penumpang yang paling banyak dibeli responden dalam lima tahun terakhir, Toyota, Hyundai, dan Daihatsu menempati tiga posisi teratas dalam tingkat kepuasan pelanggan.
Faktor yang memengaruhi kepuasan berbeda-beda pada setiap merek. Keandalan dan performa mesin menjadi pertimbangan penting bagi pengguna Hyundai dan Mitsubishi. Sementara itu, kenyamanan berkendara menjadi salah satu keunggulan yang diapresiasi pengguna Mitsubishi.
Desain modern dan menarik banyak mendapat perhatian dari pengguna Wuling, Hyundai, dan BYD. Adapun efisiensi energi menjadi salah satu aspek yang diapresiation pengguna Suzuki dan Daihatsu.
Pengalaman konsumen juga dipengaruhi layanan setelah pembelian atau purnajual. Populix menemukan tiga aspek yang paling diharapkan konsumen, yakni kualitas pengerjaan servis, ketersediaan suku cadang, dan profesionalisme staf bengkel dalam menjelaskan masalah kendaraan.
Dalam pemenuhan harapan terhadap layanan purnajual tersebut, Toyota, Honda, dan Hyundai disebut sebagai merek yang dinilai mampu memberikan pengalaman positif bagi penggunanya.
Asosiasi Merek Dipengaruhi Teknologi hingga Nilai Jual Kembali
Selain mengukur kepuasan, Populix memetakan persepsi konsumen terhadap sejumlah merek otomotif melalui tiga kelompok penilaian, yaitu produk, teknologi dan desain, serta nilai kepemilikan dan kepercayaan. Hasilnya menunjukkan setiap merek memiliki asosiasi tersendiri di mata konsumen.
BYD dikenal melalui inovasi dan teknologi mutakhir serta desain premium. Daihatsu diasosiasikan dengan layanan purnajual, jaringan dealer yang luas, serta garansi mesin dan perawatan gratis.
Honda dan Toyota sama-sama dikenal memiliki nilai jual kembali yang tinggi serta performa mesin yang kuat, termasuk dalam hal akselerasi, pengereman, pengendalian, dan tenaga mesin.
Sementara itu, Hyundai dipersepsikan sebagai merek dengan paket produk yang relatif lengkap, mencakup keamanan, kenyamanan, fitur, dan kemudahan penggunaan. Merek ini juga dikaitkan dengan desain premium serta inovasi teknologi dan konektivitas.
Mitsubishi mendapat asosiasi positif dalam hal kualitas kendaraan yang kuat dan solid serta kenyamanan berkendara, termasuk suspensi, kestabilan, dan tingkat kebisingan kabin.
Suzuki dikenal melalui layanan purnajual, jaringan dealer, serta kesesuaian harga dengan kualitas produk. Adapun Wuling dipandang sebagai salah satu pionir dalam segmen kendaraan listrik di Indonesia.
Susan mengatakan pemetaan tersebut menggambarkan persepsi konsumen terhadap kekuatan masing-masing merek, meskipun tidak seluruh asosiasi merupakan ukuran kinerja teknis yang dapat dibuktikan secara langsung.
Menurut dia, hasil tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi produsen otomotif untuk melihat apakah keunggulan yang selama ini dikomunikasikan sudah sesuai dengan persepsi konsumen.
Dengan semakin beragamnya pilihan kendaraan dan perubahan preferensi generasi milenial serta Gen Z, produsen otomotif perlu memperhatikan bukan hanya spesifikasi dan inovasi produk, tetapi juga pengalaman kepemilikan, layanan purnajual, serta kepercayaan konsumen terhadap merek.
- Daihatsu
- MPV
- Toyota
- Gen MZ
- populix
- BYD
- pasar otomotif
- SUV
- Kendaraan Hybrid
- mobil listrik
- Hyundai
- Konsumen Indonesia
- Wuling
- Tren Pembelian Mobil
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Aion UT Pertahankan Posisi Teratas di Segmen Hatchback Listrik
-
Star Drive Kembali Digelar, Pengunjung Bisa Menjajal Beragam Mobil Mercedes-Benz
-
Jakarta Financial Festival 2026 Jadi Upaya Perluas Akses Keuangan Warga
-
Udara Jakarta Lebih Sejuk Saat JRF 2026, Polutan Pagi Terpantau Menurun
-
Saran dari Ahli Gizi! Bikin Smoothie Kiwi Jika Anda Mengalami Sembelit, Ini Alasannya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.