Pramono Ajak Kota Asia-Pasifik Kolaborasi Hadapi Tantangan Perkotaan di Forum CityNet

Selasa, 03 Nov 2026, 16:30 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak kota-kota di kawasan Asia-Pasifik memperkuat kolaborasi untuk menghadapi berbagai tantangan perkotaan. Kerja sama tersebut mencakup pengelolaan sampah, penanganan perubahan iklim, hingga pengembangan transportasi publik yang berkelanjutan.

Ajakan itu disampaikan Pramono saat membuka Pertemuan ke-46 Komite Eksekutif CityNet atau The 46th CityNet Executive Committee Meeting di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (3/11). Jakarta menjadi tuan rumah forum yang mempertemukan para pemimpin kota, perwakilan pemerintah, dan mitra pembangunan dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak kota-kota di kawasan Asia-Pasifik memperkuat kolaborasi untuk menghadapi berbagai tantangan perkotaan. Kerja sama tersebut mencakup pengelolaan sampah, penanganan perubahan iklim, hingga pengembangan transportasi publik yang berkelanjutan. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Pramono menyampaikan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar pengalaman dan membangun kemitraan dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan. Ia menyambut kehadiran para delegasi yang memiliki komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan dan inklusivitas perkotaan.

"Atas nama Pemerintah Jakarta, saya sangat senang menyambut Anda dalam pertemuan Komite Eksekutif CityNet ke-46 di Jakarta. Merupakan suatu kehormatan untuk menjadi tuan rumah bagi para pemimpin kota dan mitra dari kawasan Asia-Pasifik yang memiliki komitmen yang sama untuk membangun kota yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh," ujar Pramono.

Pertemuan tahun ini mengangkat tema "Driving Circular Innovation for Urban Resilience" atau Mendorong Inovasi Sirkular untuk Ketahanan Perkotaan. Tema tersebut menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya secara efisien, pengurangan limbah, serta pengembangan solusi bersama untuk menjawab tekanan urbanisasi dan perubahan iklim.

Pramono menegaskan, pembangunan Jakarta diarahkan agar tidak hanya meningkatkan daya saing di tingkat global, tetapi juga menghadirkan kota yang nyaman, terjangkau, dan aman bagi masyarakat. Berdasarkan Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics, posisi Jakarta naik dari peringkat 159 pada 2025 menjadi peringkat 140 dari 1.000 kota dunia pada 2026.

Menurutnya, peningkatan posisi tersebut perlu diikuti pembenahan berbagai aspek kehidupan perkotaan, terutama kualitas lingkungan, mobilitas, dan pelayanan publik. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong kebijakan pembangunan yang saling terintegrasi.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta adalah pengelolaan sampah. Dengan timbulan sampah mencapai sekitar 9.000 ton setiap hari, pemerintah daerah mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui gerakan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Pramono menyebut gerakan "Pilah Sampah" mulai menunjukkan peningkatan partisipasi rumah tangga. Berdasarkan data yang disampaikan, persentase rumah tangga yang memilah sampah meningkat dari 6 persen pada Mei menjadi hampir 35 persen pada Oktober 2026.

"Salah satu prioritas utama kami adalah menciptakan lingkungan yang lebih bersih karena sebuah kota menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari. Melalui gerakan 'Pilah Sampah', proporsi rumah tangga yang memilah sampah telah meningkat dari 6 persen pada bulan Mei menjadi hampir 35 persen pada Oktober 2026," ungkapnya.

Selain pengelolaan sampah, Pemprov DKI Jakarta memperkuat sistem transportasi publik terintegrasi melalui berbagai layanan, seperti MRT, LRT, Transjakarta, JakLingko, dan Mikrotrans. Pemerintah juga mendorong peralihan menuju transportasi rendah emisi dengan menargetkan seluruh armada Transjakarta menggunakan bus listrik pada 2030.

Dalam pemaparannya, Pramono turut menyebut Jakarta menempati peringkat ke-15 dalam daftar kota dengan transportasi publik terbaik dunia versi Time Out pada Oktober 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan layanan transportasi.

Di sektor penataan ruang, Jakarta juga menyiapkan pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD), penguatan pusat pelayanan perkotaan, serta perluasan ruang terbuka hijau. Upaya tersebut dilengkapi dengan peningkatan sistem pengelolaan air untuk mendukung ketahanan kota dalam menghadapi berbagai risiko lingkungan.

Pramono menilai pengelolaan sampah, transportasi, dan penataan ruang merupakan bagian yang saling berkaitan dalam membangun kota tangguh. Ia berharap para anggota CityNet dapat saling berbagi pengalaman serta mengembangkan solusi praktis yang bisa diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

"Saya berharap kita dapat belajar satu sama lain, membagi solusi praktis dan membangun kemitraan yang memberi manfaat bagi kota dan komunitas kita," katanya.

Pramono juga mengundang kota-kota anggota CityNet untuk memperkuat kerja sama menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027. Momentum tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperluas kolaborasi dan pertukaran inovasi antarkota.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan pesatnya urbanisasi di kawasan Asia-Pasifik menuntut perubahan pendekatan dalam pembangunan perkotaan. Menurutnya, pertumbuhan kota harus diimbangi pengelolaan sumber daya yang efisien serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Rachmat mengidentifikasi lima prioritas yang perlu diperkuat untuk meningkatkan ketahanan perkotaan. Kelima bidang tersebut meliputi pengendalian risiko banjir, pengelolaan sampah padat, pemanfaatan air limbah, penataan permukiman, dan peningkatan kualitas udara.

"Kelima prioritas ini mengingatkan kita bahwa ketahanan perkotaan bukan tentang proyek individual, melainkan tentang mengubah cara kita merencanakan, membangun, dan mengelola kota," tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan perkotaan membutuhkan perencanaan yang terintegrasi, pembiayaan proyek yang layak, serta pengukuran kemajuan berdasarkan data yang dapat diandalkan. Bappenas juga akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menerjemahkan berbagai prioritas tersebut menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sekretaris Jenderal CityNet Asia-Pasifik Vijay Jagannathan turut mengapresiasi peran Jakarta dalam jaringan CityNet, termasuk kepemimpinannya pada klaster perubahan iklim. Ia menilai pengalaman Jakarta dalam pengelolaan sampah, pengembangan transportasi, dan transformasi perkotaan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kota-kota anggota lainnya.

Sebaliknya, Jakarta juga memiliki kesempatan untuk mempelajari dan mengadopsi berbagai inovasi yang telah diterapkan kota-kota lain. Menurut Vijay, perubahan perkotaan dapat berlangsung ketika kebijakan mampu memperbaiki sistem dan masyarakat ikut mengubah perilaku.

"Jakarta menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin terjadi, di mana transformasi perkotaan terjadi ketika kebijakan mengubah sistem dan masyarakat mengubah perilaku," ujar Vijay.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan perkotaan membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, pertukaran pengalaman antarkota, serta keterlibatan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar solusi yang telah terbukti berhasil dapat dikembangkan dan diterapkan lebih luas.

"Mari kita pegang tiga kata kunci: menghubungkan kota, mengkreasi solusi bersama komunitas, dan meningkatkan skala keberhasilan agar tidak ada yang tertinggal," tutup Vijay.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.