Inovasi Daerah Kalsel Siap Mendunia, Kemenkum Buka Jalan Komersialisasi di FBPI 2026
Selasa, 03 Nov 2026, 05:50 WIBBANJARMASIN - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan (Kemenkum Kalsel) membantu komersialisasi inovasi daerah lewat webinar serentak "Road to Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026".
âKegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Kantor Wilayah Kementerian Hukum sebagai upaya memperluas edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pelindungan serta pemanfaatan paten,â kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kalsel Rakhmat Renaldy di Banjarmasin, Senin.
Melalui tema âPaten Penggerak Ekonomi Kerakyatan: Dari Inovasi Daerah Menuju Komersialisasi Nasionalâ, webinar dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan YouTube Live.
Kegiatan ini melibatkan peserta dari kalangan dunia usaha dan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya membangun hubungan antara hasil inovasi dan kebutuhan industri. Kegiatan diawali dengan pembicara kunci Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar.
Rakhmat menegaskan kreativitas dan hasil inovasi masyarakat perlu mendapatkan pelindungan Kekayaan Intelektual (KI), salah satunya melalui pendaftaran paten.
Dia menyatakan paten bukan sekadar instrumen pelindungan hukum bagi inventor, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar apabila mampu dikembangkan dan dikomersialkan.
âKita ingin inovasi yang lahir dari daerah tidak hanya berhenti sebagai sebuah temuan, tetapi dapat memberikan nilai tambah, menjawab kebutuhan industri, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,â katanya.
Ia juga berharap webinar dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelindungan KI, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, inventor, dan dunia usaha dalam mendorong pemanfaatan hasil inovasi menuju komersialisasi.
Webinar menghadirkan tiga narasumber, yaitu Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Kalsel Meidy Firmansyah, Kepala Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMPP) Universitas Lambung Mangkurat Agung Nugroho, serta Integrated Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga, Ary Putra Setiyawan. Diskusi dipandu oleh Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Riswandi.
Dalam pemaparan, Meidy Firmansyah membahas peran pemerintah dalam mendorong potensi inovasi daerah serta mempertemukan inventor dengan industri. Agung Nugroho mengulas perjalanan invensi, pelindungan paten, hingga kesiapan komersialisasi, sedangkan Ary Putra Setiyawan memaparkan hilirisasi olahan eceng gondok, kebutuhan teknologi, kesiapan pasar, serta strategi kemitraan antara industri dan inventor dalam komersialisasi produk, termasuk sabun anti-korosi, sabun industri, dan adsorben tumpahan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Ubah Trauma Jadi Karya! 200 Anak Bencana Aceh Tamiang & Pariaman Pamerkan Lukisan di Jakarta
-
PSS Sleman Gagal Melanjutkan Tren Positif, Dikalahkan Persik Kediri
-
Dua Kapal Perang RI Jalani Pemeliharaan di PT PAL, Jaga Kesiapan Armada TNI
-
Layanan Rumah Oksigen Gratis Disiapkan untuk Warga Palangka Raya
-
'The Batman 2': Matt Reeves Mundur dari Kursi Sutradara, Steven Soderbergh Turun Tangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.