Fasilitas Kesehatan untuk Anak Usia Sekolah dan Remaja Harus Ditambah

Selasa, 03 Nov 2026, 15:42 WIB

BANJARMASIN -- Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) meningkatkan pelayanan kesehatan (Yankes) bagi anak usia sekolah dan remaja, dengan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan (Nakes).

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, menegaskan kesehatan anak usia sekolah dan remaja merupakan aspek penting yang harus mendapatkan perhatian serius.

Ket. Foto: Dinkes Kalsel tingkatkan Yankes anak usia sekolah dan remaja — Sumber: ANTARA/HO-Medcen Kalsel

“Sebab, fase tersebut menjadi periode pembentukan karakter, kebiasaan, serta perilaku hidup sehat yang akan berpengaruh terhadap kualitas kesehatan seseorang hingga dewasa,” katanya di Banjarbaru, Selasa.

Menurut Diauddin, berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi kelompok usia sekolah dan remaja, mulai dari anemia, kekurangan gizi, kelebihan berat badan, kesehatan reproduksi, kesehatan jiwa, penyalahgunaan zat adiktif hingga perilaku berisiko, perlu diantisipasi melalui pendekatan promotif dan preventif secara terintegrasi.

“Investasi kesehatan pada usia sekolah dan remaja merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia. Remaja yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki perilaku hidup sehat akan menjadi generasi penerus yang mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.

Oleh karena itu, fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya Puskesmas, memiliki posisi strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan remaja.

Peran Puskesmas tidak sebatas memberikan pengobatan, tetapi juga mencakup edukasi, pencegahan penyakit, deteksi dini, konseling hingga pendampingan kesehatan.

“Tenaga kesehatan dituntut memiliki kompetensi yang memadai serta mampu memberikan pelayanan sesuai karakteristik kelompok usia remaja. Pelayanan tersebut harus mengedepankan pendekatan ramah remaja, mudah diakses, menjaga privasi dan kerahasiaan, tidak diskriminatif, serta menghargai hak dan kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Tenaga Kesehatan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali permasalahan kesehatan, melakukan pemeriksaan dan deteksi dini, memberikan konseling serta edukasi kesehatan, hingga penatalaksanaan awal dan rujukan sesuai standar pelayanan.

Diauddin mengingatkan pentingnya kemampuan komunikasi tenaga kesehatan dalam menjangkau kelompok remaja. “Pendekatan kepada remaja membutuhkan cara tersendiri, dengan membangun suasana nyaman, kepercayaan, serta komunikasi yang terbuka tanpa menghakimi,” jelasnya.

Peningkatan kesehatan usia sekolah dan remaja tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, terutama dengan dunia pendidikan, keluarga, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.

Penguatan kerja sama Puskesmas dengan sekolah perlu terus dilakukan melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, pemeriksaan kesehatan berkala, serta berbagai kegiatan promotif dan preventif lainnya.

“Melalui perhatian yang tepat terhadap kesehatan anak usia sekolah dan remaja hari ini, kita sedang mempersiapkan kualitas generasi penerus di masa depan. Mari bersama-sama membangun generasi muda Kalimantan Selatan yang sehat, tangguh, berkarakter, dan produktif,” kata dia.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.