BPS: Gangguan di Sentra Produksi Jadi Penyebab Harga Cabai Mahal

Selasa, 03 Nov 2026, 00:11 WIB

JAKARTA – Laporan Badan Pusat Statistik mengindikasi produksi cabai yang tidak merata di setiap daerah sentra produksi. Kondisi ini berdampak pada harga cabai yang merangkak naik, sehingga memberikan andil terbesar pada inflasi di bulan Oktober 2026.

“Untuk cabai merah, penurunan produksi terjadi di Lombok Timur, Cianjur dan Banyuwangi. Sedangkan peningkatan produksi cabai merah terjadi di Aceh Tengah, Kulon, Progo, dan juga Kerinci,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, Senin (2/11).

Ket. Foto: — Sumber: RRI/Magdalena Krisnawati

Untuk cabai rawit, Ateng mengatakan, produksi mengalami penurunan di beberapa daerah sentra, terutama di Jember, Sampang, dan juga Brebes. Sementara itu, peningkatan produksi tercatat di Situbondo, Lombok Timur, dan juga di Aceh Tengah.

Kondisi tersebut menyebabkan harga cabai merah merah dan cabari rawit di berbagai daerah bervariasi, tapi cenderung naik. Pergerakan harga cabai per hari ini antara Rp71 ribu-Rp124 ribu.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional menunjukkan, harga cabai yang naik adalah cabai merah keriting. Cabai merah keriting naik 1,07 persen atau Rp900 menjadi Rp85 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit menjadi pemicu inflasi yang utama pada bulan Oktober 2026. BPS mencatat andil inflasi cabai merah sebesar 0,13 persen, sedangkan andil inflasi cabai rawit 0,05 persen.

Di sentra produksi cabai yang produksinya turun, disebabkan oleh faktor cuaca yang memgakibatkan gagal panen. Sementara permintaan akan cabai terus meningkat, terutama untuk permintaan dari industri makanan dan untuk kebutuhan rumah tangga. ils/I-1

  • Harga Cabai
  • Badan Pusat Statistik (BPS)

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.