Batam Dorong Urban Farming, Perempuan Jadi Penggerak Ketahanan Pangan

Selasa, 03 Nov 2026, 22:00 WIB

BATAM – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mendukung gerakan pertanian perkotaan (urban farming) melalui pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pemanfaatan pekarangan rumah untuk kegiatan bercocok tanam.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengakui bahwa pengembangan sektor pertanian di Batam menghadapi tantangan, terutama karena keterbatasan lahan.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pertanian perkotaan atau urban farming. — Sumber: ANTARA/ Fathul Habib Sholeh.

"Lahan di perkotaan memang komersial dan terbatas karena peruntukannya untuk kawasan perdagangan dan perumahan. Namun, harus ada ikhtiar nyata agar keterbatasan lahan ini tidak mengganggu produktivitas pertanian lokal, khususnya untuk komoditas strategis penopang ketahanan pangan," ujar Amsakar dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Selasa (3/11).

Menurut dia, pertanian perkotaan atau urban farming dapat menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.

Komitmen tersebut disampaikan Amsakar saat membuka Pelatihan dan Sosialisasi KWT serta Pekarangan Lestari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 55 Tahun 2026 tentang Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas.

Melalui kegiatan ini, anggota KWT didorong memanfaatkan pekarangan rumah maupun lahan di sekitar perkantoran untuk kegiatan bercocok tanam.

Komoditas seperti cabai, bawang, dan jagung menjadi beberapa jenis tanaman yang dapat dikembangkan.

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan ketersediaan pangan, menjaga stabilitas harga komoditas strategis, sekaligus mengendalikan inflasi daerah di tengah keterbatasan lahan pertanian di Batam.

Amsakar juga meminta camat dan lurah untuk mengambil peran aktif dalam mendukung gerakan tersebut.

"KWT beserta jajaran camat dan lurah harus memandang gerakan ini sebagai sinergi strategis. Program ketahanan pangan tidak hanya milik daerah agraris, tetapi juga sangat vital di perkotaan lewat langkah nyata seperti urban farming maupun penyelenggaraan pasar sembako murah," katanya.

Pada kesempatan itu, Amsakar juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian secara simbolis kepada perwakilan KWT untuk mendukung kegiatan pertanian di lingkungan masing-masing.

  • Gerakan Urban Farming

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.