Telkom Catat Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026, Naik 3,5 Persen
Senin, 02 Nov 2026, 18:02 WIBJAKARTA â PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026. Capaian tersebut meningkat 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY), ditopang pertumbuhan bisnis data, internet, dan layanan teknologi informasi serta kontribusi positif dari empat segmen bisnis utama.
Sepanjang JanuariâSeptember 2026, pendapatan bisnis Data, Internet & IT Services meningkat 8,3 persen secara tahunan menjadi Rp71,5 triliun. Dari sisi profitabilitas, Telkom membukukan EBITDA sebesar Rp55,5 triliun, tumbuh 2 persen YoY, dengan margin EBITDA 48,9 persen.
Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat Rp14,4 triliun dengan margin 12,7 persen. Jika dinormalisasi, laba bersih Telkom mencapai Rp16,5 triliun atau meningkat 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Margin laba bersih normalisasi tercatat 14,6 persen.
Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan perseroan terus menjalankan transformasi melalui strategi TLKM 30 dengan fokus pada penguatan bisnis inti dan peningkatan fundamental perusahaan untuk jangka panjang.
Menurut dia, peningkatan konsumsi data masyarakat dan kebutuhan terhadap layanan digital yang semakin andal menjadi peluang bagi TelkomGroup untuk mengembangkan bisnis konektivitas dan infrastruktur digital.
âTransformasi yang kami jalankan berfokus pada pertumbuhan sekaligus penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang. Kami melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat, seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal,â ujar Nanang dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).
Ia menambahkan, Telkom tengah menyiapkan struktur bisnis yang lebih adaptif dan terintegrasi agar mampu menangkap peluang pertumbuhan industri digital.
Empat Segmen Bisnis Tumbuh Positif
Dari empat segmen bisnis utama, B2C yang mencakup layanan seluler dan fixed broadband masih menjadi kontributor terbesar pendapatan Telkom. Segmen ini mencatatkan pendapatan Rp81,6 triliun atau tumbuh 3,5 persen YoY.
Di dalamnya, Telkomsel membukukan pendapatan Rp82,9 triliun, meningkat 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan terutama ditopang bisnis digital yang naik 7,7 persen menjadi Rp60,7 triliun.
Strategi monetisasi layanan seluler turut mendorong peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna atau average revenue per user (ARPU). Hingga kuartal III 2026, ARPU Telkomsel mencapai Rp45.400, tumbuh 7,1 persen YoY. Sementara itu, data yield meningkat 6,5 persen.
Pertumbuhan tersebut didukung pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, serta strategi komersial untuk meningkatkan monetisasi layanan. Langkah ini juga diarahkan untuk mengikuti perubahan pola konsumsi pelanggan yang semakin bergeser ke layanan digital.
Pada bisnis fixed broadband, pendapatan IndiHome tercatat Rp19,1 triliun. Meski perseroan melakukan penataan basis pelanggan, sejumlah indikator operasional menunjukkan perbaikan secara kuartalan.
Jumlah pelanggan IndiHome pada kuartal III 2026 meningkat 1,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 9,63 juta pelanggan. ARPU juga naik 3,2 persen secara kuartalan menjadi Rp217.700.
Sementara itu, segmen B2B Infrastructure mencatatkan pendapatan Rp7,1 triliun atau tumbuh 5,5 persen YoY. Pertumbuhan ini ditopang layanan pusat data, konektivitas, serta penyewaan infrastruktur yang dikelola TelkomGroup.
Salah satu kontributor dari segmen ini adalah Mitratel yang membukukan pendapatan bisnis menara telekomunikasi dan fiber to the tower (FTTT) sebesar Rp7,01 triliun, meningkat 1,8 persen YoY.
Mitratel juga mencatatkan EBITDA Rp5,81 triliun dan laba bersih Rp1,55 triliun. Margin EBITDA dan margin laba bersih masing-masing berada di level 82,9 persen dan 22,2 persen.
Di bisnis pusat data, NeutraDC mencatatkan pertumbuhan pendapatan lebih tinggi. Hingga September 2026, pendapatan perusahaan tersebut mencapai Rp1,39 triliun atau meningkat 17 persen YoY. EBITDA tumbuh 35 persen dengan margin EBITDA 40,9 persen.
Pertumbuhan NeutraDC didukung kontribusi fasilitas pusat data di Singapura dan Cikarang, seiring meningkatnya kebutuhan pelanggan terhadap layanan komputasi, termasuk yang berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Melalui layanan Neutra Compute, NeutraDC juga mengembangkan kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan komputasi berbasis AI. Perusahaan menargetkan pengembangan kapasitas pusat data hingga 400 megawatt (MW), dengan aspirasi jangka panjang mencapai 1 gigawatt (GW).
Untuk merealisasikan rencana tersebut, TelkomGroup tengah menjajaki kemitraan strategis guna memperkuat kemampuan teknis, memperluas akses pasar, serta memperoleh dukungan pendanaan.
Bisnis ICT dan Internasional Ikut Menguat
Pada segmen B2B ICT, Telkom membukukan pendapatan Rp11,2 triliun atau meningkat 3,1 persen YoY. Pertumbuhan terutama didorong oleh bisnis usaha kecil dan menengah (small and medium enterprises/SME) yang mencatatkan kenaikan pendapatan 10,2 persen menjadi Rp3,3 triliun.
Kinerja tersebut didukung pertumbuhan jumlah pelanggan Indibiz sebesar 10,9 persen YoY menjadi 771.100 pelanggan. Selain itu, bisnis konektivitas High-Speed Internet (HSI) Telkom Solution tumbuh 6,2 persen pada periode yang sama.
Adapun segmen International mencatatkan pendapatan Rp8,9 triliun, meningkat 5,8 persen YoY. Salah satu pendorongnya adalah pertumbuhan pendapatan jaringan sebesar 50,2 persen menjadi Rp1,37 triliun.
Peningkatan tersebut sejalan dengan penguatan layanan konektivitas internasional untuk perusahaan penyedia layanan komputasi awan berskala global (global hyperscalers) dan operator jaringan internasional (global carriers).
Melalui anak usahanya, Telin, TelkomGroup juga terus memperluas infrastruktur konektivitas internasional, termasuk jaringan kabel laut. Salah satu proyek yang dikembangkan adalah ICE 1 yang telah mendarat di Batam pada Juli 2026. Selain itu, proyek INSICA ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.
Pengembangan jaringan tersebut sekaligus mendukung upaya menjadikan Batam sebagai pusat konektivitas kabel laut yang terintegrasi dengan fasilitas pusat data NeutraDC.
Nanang mengatakan penguatan jaringan internasional menjadi bagian dari strategi TelkomGroup untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam ekosistem konektivitas digital regional dan global.
âPertumbuhan bisnis konektivitas internasional, termasuk pengembangan jaringan kabel laut dan hub Batam, menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat infrastruktur digital Indonesia. Kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga memiliki peran strategis dalam ekosistem konektivitas regional dan global,â katanya.
Percepat Transformasi melalui TLKM 30
Di tengah pertumbuhan bisnis, Telkom juga melanjutkan transformasi perusahaan melalui program TLKM 30. Strategi tersebut bertumpu pada empat pilar, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift.
Keempat pilar tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki kualitas layanan, memfokuskan portofolio pada bisnis inti, serta mengoptimalkan nilai aset melalui monetisasi dan kemitraan strategis.
Pada pilar Operational & Service Excellence, TelkomGroup memperkuat disiplin pengelolaan biaya dan arus kas untuk menjaga efisiensi operasional sekaligus mendukung keberlanjutan investasi.
Perseroan juga melakukan penyesuaian struktur organisasi melalui program pensiun dini atau Early Retirement Program (ERP). Langkah tersebut ditujukan untuk membentuk organisasi yang lebih efektif dan produktif.
Sementara itu, pada pilar Streamlining, Telkom telah menyelesaikan penataan 14 entitas hingga kuartal III 2026. Penataan tersebut meliputi divestasi tiga entitas, penutupan sembilan entitas, dan penggabungan dua entitas.
Dari sisi investasi, belanja modal atau capital expenditure (capex) TelkomGroup mencapai Rp15,7 triliun dengan rasio capex terhadap pendapatan sebesar 13,8 persen. Sebanyak 94,3 persen belanja modal dialokasikan untuk segmen B2C dan B2B Infrastructure, terutama untuk memperkuat dan memperluas kapabilitas konektivitas digital.
Nanang mengatakan penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi prioritas transformasi perusahaan pada tahun ini.
âMelalui TLKM 30, kami terus menjalankan transformasi di seluruh lini bisnis TelkomGroup, dengan streamlining sebagai prioritas utama tahun ini. Penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membawa TelkomGroup menjadi organisasi yang lebih lean, simple, dan agile,â ujarnya.
Salah satu langkah penting dalam agenda Unlock Value adalah penyelesaian pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026.
Melalui proses tersebut, lebih dari 90 persen aset jaringan TelkomGroup dikonsolidasikan ke InfraNexia untuk dikembangkan menggunakan model bisnis carrier-neutral dan open-access.
Model tersebut memungkinkan infrastruktur jaringan dimanfaatkan secara lebih optimal oleh berbagai penyedia layanan telekomunikasi. Selain meningkatkan efisiensi pemanfaatan aset, langkah ini diharapkan membuka peluang komersialisasi jaringan dan kemitraan strategis.
Telkom menilai penataan portofolio dan penguatan kemitraan akan menjadi bagian penting dalam membangun struktur bisnis yang lebih efisien sekaligus meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026. Selain memperkuat bisnis inti, TelkomGroup menyatakan akan terus meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan melalui pengembangan infrastruktur serta inovasi layanan digital.
Dengan pertumbuhan empat segmen bisnis dan berlanjutnya transformasi TLKM 30, Telkom berupaya memperkuat posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi dan infrastruktur digital yang mampu menangkap peluang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
- Telkomsel
- Indihome
- Mitratel
- Industri Telekomunikasi
- NeutraDC
- TelkomGroup
- Telkom Indonesia
- TLKM 30
- transformasi digital
- Bisnis Telekomunikasi
- Kinerja Telkom
- Pendapatan Telkom
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terlihat Hadiri Sidang Kabinet Jadi Sorotan, Masyarakat Tunggu Langkah KPK
-
Palu Tutup Akses Jembatan III untuk Perbaikan yang Rusak Akibat Gempa
-
Pemkot Tangerang Imbau Seluruh Pelaku Usaha Segera Urus Sertifikasi Halal
-
Polda Metro Jaya Intensifkan Pencegahan Narkoba di Kampung Boncos
-
Pemprov Riau Bangun Konektivitas Wisata Sejarah Candi Muara Takus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.