Presiden Sepak Bola Prancis Yakin Kontroversi Mbappe dan Tiongkok Segera Berakhir
Senin, 02 Nov 2026, 08:55 WIBJAKARTA - Presiden Federasi Sepak Bola Prancis Philippe Diallo berharap kontroversi yang melibatkan Kylian Mbappe dan Real Madrid dengan Tiongkok segera berakhir. Dia menilai persoalan tersebut tidak seharusnya berlarut-larut setelah penyerang Real Madrid itu menjelaskan konteks pernyataannya dan menyampaikan permintaan maaf.
Kontroversi tersebut bermula dari komentar Mbappe mengenai meme mantan pemimpin Tiongkok, Mao Zedong, dalam acara Ballon d'Or. Pernyataan yang disebut disampaikan secara sarkastis itu justru memicu reaksi negatif di Tiongkok dan berdampak pada hubungan komersial sang pemain maupun klubnya.
Situasi semakin menjadi perhatian setelah muncul laporan bahwa sejumlah investor menarik diri akibat polemik tersebut. Real Madrid dan Mbappe juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah Tiongkok, meski dampak kontroversi itu dilaporkan masih berlanjut.
Diallo menilai penjelasan Mbappe seharusnya menjadi dasar untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dia berharap sang pemain dapat kembali berkonsentrasi menjalani kompetisi musim ini tanpa terus dibayangi polemik.
âKontroversi seputar Kylian Mbappé dan Tiongkok? Ini seharusnya tidak berlarut-larut lebih lama lagi, karena Kylian Mbappé menjelaskan konteks pernyataannya dengan sangat baik,â kata Diallo dalam wawancara yang dikutip Defensa Central.
âDia sudah meminta maaf, dan seharusnya hal itu dimaafkan agar dia bisa melanjutkan musim ini dalam kondisi sebaik mungkin,â tambahnya.
Meski demikian, laporan mengenai kemungkinan stasiun televisi Tiongkok tidak menayangkan pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander menunjukkan bahwa persoalan tersebut belum sepenuhnya mereda. Diallo tetap berharap upaya kedua pihak untuk meredakan situasi dapat membuahkan hasil dalam waktu dekat.
Di tengah kontroversi itu, Mbappe berusaha menjaga fokus pada penampilannya bersama Real Madrid. Sebelumnya, pemain asal Prancis tersebut harus puas menempati posisi kedua dalam pemungutan suara Ballon d'Or, di bawah penyerang Harry Kane.
Mbappe juga sudah mencetak gol ketika Real Madrid menghadapi Racing Santander. Namun, keputusan wasit memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid pada awal pertandingan turut menjadi perbincangan di media sosial.
Kontroversi dengan Tiongkok menjadi persoalan lain yang harus dihadapi Mbappe di tengah perjalanan musimnya bersama Real Madrid. Setelah menyampaikan permintaan maaf, dia berharap polemik tersebut segera selesai agar dapat kembali memusatkan perhatian pada pertandingan dan target klub.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pasar Suwung Batan Kendal Menjadi Teladan Pasar Rakyat Aman Pangan
-
Bukan Sekadar Ajang Ganteng dan Cantik, Bupati Bangkalan Perintahkan OPD Wajib Pakai Duta Wisata
-
Hidup Makin Susah! Pembelian BBM Subsidi Diperketat, Pemkab Pamekasan Terapkan Syarat Surat Rekomendasi
-
Boccia Sumbang Tiga Medali Emas untuk Indonesia di Asian Para Games 2026
-
Hasil Liga Spanyol: Dua gol Kylian Mbappe Bawa Real Madrid Menangi El Clasico 2-1 Atas Barcelona
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.