Kodaeral VIII Bantu SAR Kapal Tanker yang Terbakar di Perairan Bitung
Senin, 02 Nov 2026, 22:37 WIBManado - Satrol Kodaeral VIII melakukan pengamanan dan dukungan pencarian serta pertolongan (SAR) atas insiden terbakarnya kapal tanker MT Mika Zayn di perairan Selat Lembeh, Kota Bitung, Sulawesi Utara pada Minggu (1/11).
"Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengerahkan unsur KAL Patola VIII-27 dan RHIB dari Dermaga Satrol Kodaeral VIII guna mendukung penanganan insiden dan memastikan situasi tetap aman," kata Dankodaeral VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi melalui Kadispen Kodaeral VIII Kolonel (P) Andreas Suko Riyanto di Manado, Senin.
Kadispen mengatakan, kejadian tersebut bermula sekitar pukul 17.00 Wita, saat kapal tanker MT Mika Zayn sedang berlabuh di perairan Selat Lembeh, Bitung mengeluarkan asap dari bagian mesin yang kemudian memicu kebakaran.
Mengetahui kejadian tersebut, pihak kapal segera berkoordinasi dengan Pelindo dan Pertamina untuk meminta bantuan penanganan serta pemadaman api.
Kapal tanker MT Mika Zayn selanjutnya ditarik menggunakan kapal pandu menuju perairan untuk menjalani proses pengamanan dan pendinginan guna mencegah terjadinya kebakaran susulan.
Pada pukul 22.15 Wita, api berhasil dipadamkan dan proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan. Sementara itu, tim Basarnas masih melaksanakan proses evakuasi.
Meski api telah padam, bagian ruang mesin masih mengeluarkan asap sehingga unsur pendukung tetap dalam status siaga untuk mengantisipasi kemungkinan yang dapat terjadi.
Kadispen mengatakan, Kodaeral VIII melalui pengerahan unsur KAL Patola VIII-27 dan RHIB terus mendukung upaya penanganan insiden sesuai tugas dan kewenangannya.
Hal tersebut sebagai bentuk kesiapsiagaan unsur TNI AL dalam mendukung operasi SAR serta menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Sulawesi Utara.
Turut mendukung kegiatan pengamanan dan SAR antara lain KN P 380 (Kapal Patroli KPLP), KT Bunaken (PT Pelindo Marine Servis), dan FB Wisnu III (PT Pertamina Trans Kontinental).
Kapal tanker MT Mika Zayn yang berbendera Indonesia tersebut memiliki panjang 85 meter, lebar 15 meter, serta kapasitas bobot mati (DWT) 3.670 ton.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemprov Kaltim Dorong Gekrafs Pertajam Pengembangan 21 Subsektor Ekonomi Kreatif
-
Ekonom Desak Evaluasi KUR, Penyaluran Tinggi Tak Jamin UMKM Produktif
-
Kapal Feri Terbakar di Lepas Pantai Filipina, 5 Orang tewas, 87 Hilang
-
Swiss Menggila! Makedonia Utara Jadi Korban, Slovenia Bikin Skotlandia Tak Berkutik
-
Juara Baru Panaskan Persaingan Level Atas Tenis Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.