Jalur Kereta di Jember Tertimbun Longsor, Kereta dari Banyuwangi Tujuan Malang dan Surabaya Terhambat

Senin, 02 Nov 2026, 14:55 WIB

SURABAYA – Perjalanan kereta api dari Banyuwangi menuju sejumlah kota di Jawa Timur terganggu akibat longsor yang menimbun jalur rel di wilayah Kabupaten Jember, Senin (2/11/2026). Material tanah yang menutup jalur kereta membuat sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan hingga lebih dari empat jam.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat, sedikitnya tiga kereta keberangkatan dari Stasiun Ketapang, Banyuwangi, mengalami keterlambatan akibat longsoran tanah di jalur antara Stasiun Ledokombo dan Sempolan, wilayah kerja KAI Daop 9 Jember.

Ket. Foto: Tiga kereta yang terdampak yakni KA Tawangalun tujuan Malang, KA Logawa tujuan Surabaya Gubeng hingga Purwokerto, serta KA Sri Tanjung tujuan Surabaya hingga Lempuyangan. — Sumber: Istimewa

Tiga kereta yang terdampak yakni KA Tawangalun tujuan Malang, KA Logawa tujuan Surabaya Gubeng hingga Purwokerto, serta KA Sri Tanjung tujuan Surabaya hingga Lempuyangan.

Keterlambatan perjalanan ketiga kereta tersebut bervariasi, mulai dari 48 menit hingga paling lama mencapai 258 menit atau lebih dari empat jam.

Gangguan terjadi karena longsoran tanah membuat jalur kereta belum bisa dilalui secara normal. Petugas harus melakukan penanganan sekaligus memastikan kondisi lintasan aman sebelum perjalanan kereta kembali berjalan.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan pihaknya meminta maaf kepada para penumpang yang terdampak keterlambatan tersebut.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA Tawangalun, KA Logawa, dan KA Sri Tanjung akibat longsoran tanah di wilayah kerja KAI Daop 9 Jember. Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Namun, keselamatan perjalanan kereta api dan seluruh pelanggan merupakan prioritas utama kami, sehingga setiap gangguan prasarana harus ditangani dengan mengutamakan aspek keselamatan," ungkap Mahendro.

Menurut dia, KAI Daop 8 Surabaya terus berkoordinasi dengan KAI Daop 9 Jember dan petugas terkait untuk memantau perkembangan penanganan longsor. Langkah tersebut dilakukan agar jalur yang terdampak bisa segera ditangani dan perjalanan kereta kembali normal.

KAI juga memastikan pemeriksaan serta pengamanan jalur menjadi perhatian utama sebelum kereta diizinkan melintas. Perusahaan tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan perjalanan ketika kondisi lintasan belum dinyatakan aman.

Mahendro menambahkan, KAI terus meningkatkan kesiapan petugas dan fasilitas pendukung untuk menghadapi berbagai gangguan yang dapat menghambat perjalanan kereta api, termasuk longsor akibat kondisi alam.

  • KAI Daop 8 Surabaya

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.