Foto: INACA Dorong Kemitraan Internasional untuk Perkuat Daya Saing Industri Penerbangan Indonesia

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) sekaligus Presiden Direktur Whitesky Group Denon Prawiraatmadja saat memberikan pandangan dalam acara golf bertajuk Friendship Beyond Fairway di Jakarta, Sabtu (31/10).Pertemuan ini mempertemukan komunitas diplomatik dari 35 negara mitra internasional bersama Indonesia sebagai tuan rumah, regulator, dan pelaku industri aviasi dalam sebuah forum networking yang membuka ruang dialog mengenai masa depan penerbangan nasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa (tengah) menyerahkan cenderamata kepada Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) sekaligus Presiden Direktur Whitesky Group Denon Prawiraatmadja (kedua kanan) saat acara golf bertajuk Friendship Beyond Fairway di Jakarta, Sabtu (31/10).Pertemuan ini mempertemukan komunitas diplomatik dari 35 negara mitra internasional bersama Indonesia sebagai tuan rumah, regulator, dan pelaku industri aviasi dalam sebuah forum networking yang membuka ruang dialog mengenai masa depan penerbangan nasional.

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mendorong penguatan kemitraan internasional untuk meningkatkan daya saing industri penerbangan nasional. Kolaborasi lintas negara dinilai penting dalam mendukung investasi, pengembangan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta menciptakan industri aviasi yang aman dan berkelanjutan.

Ketua Umum INACA sekaligus Presiden Direktur Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Golf: Friendship Beyond Fairway di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Denon, karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadikan sektor penerbangan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Selain menghubungkan masyarakat antardaerah, konektivitas udara juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi, perdagangan, dan pariwisata.

"Bagi negara seperti Indonesia, penerbangan bukan sekadar sarana transportasi, melainkan kebutuhan nasional. Karena itu, pengembangan industri aviasi harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan konektivitas," ujar Denon.

Dengan wilayah yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau, Indonesia membutuhkan layanan penerbangan yang mampu menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil. Namun, menurutnya, pengembangan industri tidak cukup hanya dilakukan melalui penambahan kapasitas penerbangan.

Diperlukan pula dukungan regulasi keselamatan yang kuat, efisiensi operasional, serta model bisnis yang berkelanjutan agar pertumbuhan industri dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa (kiri) menyerahkan cenderamata kepada Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) sekaligus Presiden Direktur Whitesky Group Denon Prawiraatmadja saat acara golf bertajuk Friendship Beyond Fairway di Jakarta, Sabtu (31/10).Pertemuan ini mempertemukan komunitas diplomatik dari 35 negara mitra internasional bersama Indonesia sebagai tuan rumah, regulator, dan pelaku industri aviasi dalam sebuah forum networking yang membuka ruang dialog mengenai masa depan penerbangan nasional.

Doc. Foto: Koran Jakarta/Wahyu AP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.