Liga Inggris: Arteta Tegur Keras Dowman Usai Kartu Merah di Laga Memalukan Arsenal
Minggu, 01 Nov 2026, 00:30 WIBLONDON â Pelatih Arsenal Mikel Arteta melontarkan peringatan keras kepada pemain muda Max Dowman setelah gelandang berusia 16 tahun itu menerima kartu merah dalam kekalahan mengejutkan The Gunners dari Fleetwood Town pada babak keempat Piala Liga Inggris (Carabao Cup), Selasa lalu.
Arteta mengingatkan Dowman bahwa sepak bola profesional bukanlah tempat bermain-main. Ia bahkan menggunakan istilah Disneyland untuk menggambarkan sikap yang menurutnya tidak sesuai dengan tuntutan kompetisi level tertinggi.
Arsenal mengalami salah satu kekalahan paling memalukan dalam sejarah klub setelah ditahan imbang Fleetwood 1-1 selama waktu normal sebelum tersingkir melalui adu penalti dengan skor 3-5. Fleetwood merupakan klub kasta keempat sepak bola Inggris yang secara mengejutkan mampu menyingkirkan salah satu kandidat juara Premier League tersebut.
Situasi Arsenal semakin buruk setelah Dowman diusir wasit lima menit sebelum waktu normal berakhir. Gelandang muda itu dinilai melakukan tindakan kekerasan setelah mengarahkan tendangan ke Harrison Neal.
Keputusan kartu merah tersebut sempat menuai perdebatan karena sejumlah pihak menilai hukuman terhadap Dowman terlalu berat. Namun, Arteta tetap memberikan teguran keras kepada pemain binaan akademi Arsenal itu ketika meninggalkan lapangan.
Reaksi Arteta di pinggir lapangan juga mendapat kritik dari sejumlah pengamat. Mereka menilai sang manajer seharusnya lebih menunjukkan simpati kepada pemain yang masih berusia 16 tahun.
Arsenal kemudian mengajukan banding atas kartu merah tersebut, tetapi ditolak. Dowman pun harus menjalani larangan bermain tiga pertandingan karena pelanggaran yang dikategorikan sebagai tindakan kekerasan.
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Liverpool, Sabtu (31/10), Arteta kembali mempertahankan sikapnya. Ia menegaskan bahwa teguran tersebut harus dipahami berdasarkan hubungan dan pembicaraan yang telah dilakukan bersama Dowman sebelum pertandingan.
"Saya mengerti kritik tersebut. Namun, orang juga harus memahami konteksnya, hubungan saya dengannya, serta apa yang sudah kami bicarakan sebelum pertandingan dimulai," kata Arteta.
Pelatih asal Spanyol itu juga meminta publik melihat bagaimana reaksi rekan-rekan setim Dowman ketika Arsenal harus bermain dengan 10 orang.
"Anda ingin melihat bagaimana reaksi rekan-rekan setimnya ketika mereka harus bermain dengan 10 pemain? Apa yang Anda harapkan? Inilah lingkungan dan kenyataan yang harus kami hadapi," ujarnya.
"Kalau tidak, kita seperti berada di Disneyland. Kami tidak berada di Disneyland. Kami bermain di Premier League."
Arteta menegaskan bahwa Arsenal selama ini memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan Dowman. Namun, perlindungan terhadap pemain muda bukan berarti klub akan mengabaikan tuntutan profesionalisme dan kedisiplinan.
Dowman mendapatkan kesempatan debut bersama tim utama Arsenal ketika baru berusia 15 tahun. Potensinya membuat klub memberikan perhatian besar terhadap perkembangan kariernya.
Meski demikian, Arteta menegaskan bahwa setiap pemain harus membuktikan kelayakan untuk mendapatkan tempat di tim utama, tanpa memandang usia maupun statusnya.
"Kami sangat menjaganya, tetapi pada saat yang sama kami juga akan menuntut banyak darinya. Dia harus membuktikan bahwa dirinya layak bermain, sama seperti pemain lainnya," kata Arteta.
Menurut Arteta, insiden kartu merah bukan pertama kalinya Dowman terlibat situasi serupa. Kejadian sebelumnya juga dialami sang pemain ketika memperkuat tim nasional Inggris U-19 pada bulan yang sama.
Arteta menilai gaya bermain Dowman yang berani dan kemampuannya menarik perhatian lawan membuat dirinya berpotensi menghadapi situasi seperti itu lagi. Karena itu, komunikasi terbuka menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan sang pemain.
"Kami harus bisa saling menyampaikan pendapat. Dia masih berusia 16 tahun sehingga kami harus sangat melindunginya. Namun, kami juga harus jujur mengenai apa yang kami harapkan darinya, baik untuk tim, individu, maupun klub," tuturnya.
Mantan gelandang Arsenal itu juga memastikan tidak memiliki masalah pribadi dengan Dowman. Meski begitu, ia tetap menyayangkan keputusan otoritas sepak bola yang menolak banding klub.
Arteta bahkan menilai Dowman sebelumnya menerima sejumlah tekel keras dari pemain lawan. Menurut dia, reaksi sang pemain tidak sebanding dengan tindakan yang diterimanya.
"Saya benar-benar kecewa, terutama melihat tekel-tekel ceroboh yang diterimanya. Kemudian, reaksinya sangat minimal jika dibandingkan dengan tindakan yang dilakukan terhadap dirinya," ujar Arteta.
Arsenal kini harus segera mengalihkan perhatian ke Premier League. The Gunners dijadwalkan bertandang ke markas Liverpool dengan posisi yang masih bersaing ketat di papan atas klasemen, sejajar dalam perolehan poin dengan pemimpin klasemen Manchester City.
- Mikel Arteta
- Arsenal
- max dowman
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER
-
Perkuat Eksosistem Haji, Danantara Akuisisi Lahan 4,4 Hektare di Makkah
-
Menlu Arrmanatha: Presiden Prabowo Setuju Terima Bantuan Negara Tetangga Atasi Karhutla
-
Lumayan, Transportasi Jakarta Terbaik Nomor 15
-
Soal Rencana Penyaluran Bansos lewat KDKMP, Ini Kata Wamensos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.