Kementerian PU Buka Lowongan 13.296 Lokasi P3-TGAI 2027, Anggaran Rp2,99 Triliun

Minggu, 01 Nov 2026, 15:14 WIB

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membuka pengusulan lokasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2027 mulai 26 Oktober hingga 30 November 2026.

Tahun depan, program padat karya irigasi ini menyasar 13.296 lokasi di seluruh Indonesia dengan pagu anggaran Rp2,99 triliun, naik dari sekitar 12.000 lokasi pada 2026.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membuka pengusulan lokasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2027 mulai 26 Oktober hingga 30 November 2026 — Sumber: istimewa

Pengusulan bisa dilakukan secara daring lewat Portal Bantuan Pemerintah Kementerian PU di https://pu.go.id/bantuanpemerintah atau laman khusus P3-TGAI di https://p3tgai.pu.go.id/usulan/.

Usulan terbuka untuk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), Induk P3A (IP3A), pemerintah daerah, hingga DPR RI. Seluruh usulan akan dievaluasi, diverifikasi administrasi, dan divalidasi sebelum ditetapkan sebagai penerima manfaat pada Desember 2026 melalui Keputusan Menteri PU.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan irigasi menjadi kunci swasembada pangan.

"Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat memiliki multiplier effect yang besar. Selain menghasilkan infrastruktur, program ini juga memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat melalui skema padat karya, sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal," kata Menteri Dody di Jakarta, Minggu (1/11).

P3-TGAI merupakan program padat karya Ditjen Sumber Daya Air yang didanai APBN. Cakupannya meliputi rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi tersier secara swakelola oleh kelompok petani, tanpa kontraktor pihak ketiga.

Program ini mengedepankan empat prinsip: partisipatif, transparansi, pemerataan, dan akuntabilitas. Petani terlibat langsung mulai pelaksanaan, pengelolaan, hingga pertanggungjawaban.

Pelaksanaan dilakukan oleh seluruh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) di Indonesia. Selain meningkatkan fungsi irigasi tersier, program ini diharapkan memperluas lapangan kerja di desa serta menumbuhkan rasa memiliki petani agar infrastruktur terjaga berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.