- Home
-
- Megapolitan
-
- Kampung Bahari Digerebek, ...
Kampung Bahari Digerebek, 27 Orang Ditangkap, Ada yang Punya Senjata Api!
Minggu, 01 Nov 2026, 13:33 WIBJAKARTA - Sebanyak 27 orang ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika saat petugas gabungan melakukan penggerebekan kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11). Ada senjata api.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso menyatakan penggerebekan tersebut dilakukan secara serentak dengan melibatkan tim gabungan.
"Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya," kata Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Bismo menjelaskan dalam operasi tersebut, jajaran kepolisian awalnya menyita sejumlah barang bukti dari empat orang yang diamankan di lokasi primer, mencakup satu pemilik barang bukti dan tiga pengguna.
"Satu, barang bukti ada padanya, yaitu pil psikotropika, kemudian ada tiga pengguna. Nanti kita akan lakukan pendalaman," ujar Bismo.
Selain menangkap puluhan orang, petugas menyita berbagai jenis barang bukti narkotika dalam jumlah besar, di antaranya ratusan gram sabu-sabu, ganja, serta ribuan butir ekstasi.nya," kata Bismo.
Petugas juga menemukan satu unit mesin pencetak ekstasi, bong atau alat isap, senjata tajam, hingga senjata api (senpi).
Dalam penggerebekan tersebut, sempat terjadi upaya perlawanan dari beberapa pihak di lokasi. Kendati demikian, Bismo menegaskan tindakan perlawanan tersebut tidak mengganggu jalannya operasi utama.
"Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," tutur Bismo.
Petugas di lapangan turut menyita sejumlah uang tunai yang diduga kuat merupakan uang hasil transaksi peredaran gelap narkotika yang disimpan menyatu dengan barang bukti ganja.
Bismo membenarkan para pelaku masih memanfaatkan lapak-lapak liar di sepanjang bantaran rel kereta api sebagai lokasi transaksi narkoba. Guna memutus mata rantai peredaran tersebut, pihak kepolisian akan membongkar bangunan-bangunan liar itu dan terus memburu jajaran bandar utama.
"Membongkar lapak juga supaya tidak disalahgunakan. Kita akan terus lakukan operasi ini di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandar.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Modus Canggih, Pemalsuan Dokumen Kapal Perikanan Pakai Aplikasi HP Terbongkar di Kendari
-
Karantina Kalbar Cegah Masuknya Rabies dari Perbatasan
-
146 Warga Perumahan Serpong Lagoon Diare Massal, Ternyata Air Konsumsi di Setu Tangsel Positif Tercemar Bakteri E. coli
-
Pemerintah Pasang Strategi Fiskal untuk Jaga Harga BBM, Apa Pengaruhnya bagi Dompet Warga?
-
Polres Bogor Kerahkan 500 Personel untuk Amankan Unjuk Rasa, Ini Fokus Pengamanannya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.