Festival Mangga Bukan Sekadar Pesta, Mango Carnival Jadi Mesin Baru Penggerak Ekonomi Probolinggo

Minggu, 01 Nov 2026, 23:00 WIB

PROBOLINGGO – Mango Carnival of Indonesia 2026 yang digelar di Kota Probolinggo, Jawa Timur, dengan beragam kegiatan mulai kirab dan gerebeg gunungan mangga hingga kompetisi kreativitas bertema mangga pada 29-31 Oktober 2026 dapat mendongkrak sektor ekonomi di kota ini.

"Penyelenggaraan Mango Carnival menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Probolinggo, karena merupakan festival mangga berskala nasional yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia," kata Wali kota Probolinggo Aminuddin dalam keterangannya, Minggu (1/11).

Ket. Foto: Warga berebut mengambil mangga dalam gunungan di acara penutupan Mango Carnival of Indonesia 2026, di Stadion Bayuangga Kota Probolinggo, Jatim, Sabtu (31/10/2026) malam. — Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Probolinggo

Menurut dia, kegiatan itu lebih dari sekadar festival karena menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas Probolinggo sebagai Kota Mangga, sekaligus memperkenalkan potensi mangga Nusantara ke pasar yang lebih luas.

"Bahkan, saya mendapat kesempatan bertemu dengan investor Jepang yang tertarik terhadap potensi mangga Jawa Timur. Mereka menilai mangga Jawa Timur memiliki kualitas yang sangat baik. Ke depan, Kota Probolinggo juga berpeluang diundang dalam kunjungan bisnis ke Nagoya, Jepang," katanya pula.

Ia mengatakan kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan komoditas mangga Indonesia.

Tidak hanya dari sisi promosi dan pengembangan potensi pertanian, kata dia lagi, Mango Carnival of Indonesia juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Berdasarkan hasil pendataan dan estimasi perputaran uang selama tiga hari pelaksanaan, tercatat potensi perputaran ekonomi mencapai Rp567 juta lebih.

"Keberhasilan karnaval mangga itu tidak hanya diukur dari kemeriahan acara dan antusiasme masyarakat, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan. Hal itu menunjukkan bahwa kegiatan yang mengangkat potensi daerah dan melibatkan partisipasi masyarakat mampu menciptakan aktivitas ekonomi, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat yang lebih luas," katanya.

Mangga harum manis dari Kabupaten Ngawi berhasil meraih juara National Mango Contest melalui mangga varietas Harum Manis sekaligus membawa pulang piala bergilir, uang pembinaan sebesar Rp6,5 juta, serta sertifikat penghargaan, sedangkan juara kedua diraih Kabupaten Pasuruan dan juara ke tiga dari Kabupaten Situbondo.

Penilaian kontes dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, meliputi tampilan fisik buah seperti warna kulit dan bentuk, aspek sensori yang mencakup warna daging, tekstur, dan rasa, serta karakteristik buah berupa ukuran, berat, dan ketebalan daging.

Rangkaian Mango Carnival of Indonesia 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari kirab dan gerebeg gunungan mangga, bazar serta pasar mangga murah, festival musik duk-duk dan kolaborasi seni, kompetisi kreativitas bertema mangga, kontes varietas mangga, hingga Mango Fun Walk yang mengampanyekan gerakan menanam pohon mangga di setiap rumah.

Penutupan Mango Carnival sekaligus menjadi awal langkah berkelanjutan untuk membawa nama Kota Probolinggo semakin dikenal, memperluas jejaring pemasaran mangga, serta mendorong mangga lokal agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

  • Mango Carnival of Indonesia

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.