• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bukan Hanya Star Trek, Pat...

Bukan Hanya Star Trek, Patrick Stewart Juga Bantu Ciptakan Drone Pengumpul Ingus Paus

Minggu, 01 Nov 2026, 00:00 WIB

Nama Patrick Stewart selama puluhan tahun identik dengan sosok Kapten Jean-Luc Picard dalam serial Star Trek. Namun, di luar dunia fiksi ilmiah, aktor legendaris itu ternyata pernah membantu mewujudkan sebuah proyek sains yang terdengar tidak biasa: membuat drone khusus untuk mengumpulkan ingus paus.

Bahkan, berkat keterlibatan Stewart, proyek bernama SnotBot tersebut berhasil memperoleh pendanaan publik dan berkembang menjadi teknologi penting untuk penelitian mamalia laut.

Ket. Foto: Warisan Patrick Stewart tidak hanya karakter Kapten Picard yang begitu melekat dalam sejarah Star Trek. Dia juga membantu mewujudkan teknologi yang mengubah cara manusia mempelajari salah satu mamalia terbesar di planet ini. — Sumber: Istimewa

Dikutip dari Popular Mechanics, Jumat (30/10), Stewart yang meninggal dunia pada 28 Oktober 2026 dalam usia 86 tahun, pernah menggunakan popularitasnya untuk mendukung penelitian paus pada 2015.

Proyek tersebut digagas Ocean Alliance, organisasi penelitian dan konservasi mamalia laut yang dipimpin Iain Kerr.

Ide awalnya cukup sederhana, tetapi tidak biasa. Para ilmuwan ingin mengumpulkan lendir atau ingus yang dikeluarkan paus melalui lubang sembur ketika muncul ke permukaan laut.

Sampel lendir tersebut menyimpan informasi biologis penting yang dapat membantu peneliti mempelajari kondisi kesehatan paus.

Masalahnya, metode pengumpulan konvensional berpotensi mengganggu bahkan memprovokasi hewan tersebut di habitat aslinya.

Kerr kemudian memiliki gagasan untuk menggunakan drone yang diterbangkan tepat melewati semburan lendir paus. Dengan cara ini, sampel bisa dikumpulkan tanpa harus mendekati atau mengganggu mamalia laut tersebut.

Drone itu kemudian diberi nama SnotBot.

Namun, mewujudkan gagasan tersebut membutuhkan biaya besar. Pendanaan konvensional sulit diperoleh karena metode penelitian itu tergolong tidak biasa.

Ocean Alliance akhirnya memilih menggalang dana melalui Kickstarter. Persoalannya, mereka membutuhkan perhatian publik agar kampanye tersebut berhasil.

Di sinilah Patrick Stewart memainkan peran penting.

Kapten Picard Turun Tangan demi Ingus Paus

Kerr saat itu bertanya kepada salah satu pendiri Flying Car, James Dowd, apakah kehadiran selebritas seperti Patrick Stewart bisa membantu kampanye penggalangan dana tersebut.

Jawaban Dowd sangat meyakinkan. "Kau bercanda, tentu saja!!"

Stewart memang bukan orang asing bagi Ocean Alliance. Ia merupakan anggota dewan pengawas organisasi tersebut sekaligus teman pribadi Kerr.

Ketika diminta membantu, aktor yang juga dikenal lewat film X-Men itu langsung bersedia.

Awalnya, Kerr membayangkan sebuah video kampanye konvensional. Stewart akan berdiri di depan kamera dan menyampaikan ajakan serius agar masyarakat mendukung penelitian paus.

Namun, Dowd memiliki gagasan berbeda.

"Ide saya adalah Patrick Stewart akan berada di depan kamera dan berkata, 'Saya ingin Anda mendukung pekerjaan penting ini... yang penting bagi paus, lautan kita, dan sebagainya,'" kenang Kerr.

"Membosankan! Syukurlah kami mengikuti ide Jim: Mari kita ganggu Sir Patrick atas nama sains," lanjutnya.

Tim Ocean Alliance kemudian terbang ke rumah Stewart di Los Angeles untuk membuat video kampanye yang tidak biasa.

Alih-alih langsung menyampaikan permohonan pendanaan, mereka justru merekam adegan ketika Stewart dibuat kesal oleh tim peneliti yang mengaku sedang mengumpulkan data.

Video tersebut kemudian menampilkan Kerr menjelaskan proyek SnotBot dan tujuan penggalangan dana kepada Stewart.

Dana yang terkumpul direncanakan membiayai tiga ekspedisi penelitian ke Patagonia, Laut Cortez, dan Frederick Sound.

Ketiga ekspedisi itu sekaligus menjadi kesempatan untuk menyempurnakan teknologi SnotBot agar nantinya dapat digunakan oleh para peneliti paus di berbagai tempat.

Pada bagian akhir video, Stewart tampil langsung mengajak masyarakat mendukung proyek tersebut. Ia berharap penelitian itu dapat memberikan jawaban atas sejumlah misteri lautan, khususnya kehidupan paus.

Viral, Pendanaan Melampaui Target

Video kampanye tersebut ternyata mendapat respons luar biasa dan menyebar luas di internet.

Kerr mengungkapkan keterlibatan Stewart membuat proyek mereka mendapat liputan dari berbagai media besar, termasuk TED, The New York Times, Forbes, People Magazine, hingga sejumlah media sains.

Dampaknya langsung terasa pada penggalangan dana.

Dari target awal 225.000 dolar AS, kampanye SnotBot berhasil mengumpulkan 229.819 dolar AS dari 1.739 pendukung.

Sebanyak 23 pendukung bahkan menyumbangkan masing-masing 250 dolar AS untuk mendapatkan salinan film IMAX Whales yang ditandatangani Stewart. Film tersebut juga dinarasikan oleh sang aktor.

Keberhasilan kampanye itu menjadi awal perjalanan panjang SnotBot.

Dalam satu dekade berikutnya, kemampuan drone tersebut berkembang jauh melampaui sekadar mengumpulkan lendir paus.

Teknologi ini kemudian digunakan untuk melakukan fotogrametri guna mengamati kondisi fisik paus, membantu melepaskan paus yang terjerat tali pancing, hingga mulai 2022 dikembangkan untuk memasang penanda pada tubuh paus.

Kemampuan terakhir tersebut menjadi terobosan penting karena membantu ilmuwan mempelajari pergerakan dan perilaku paus dengan metode yang lebih efektif.

Dengan demikian, warisan Patrick Stewart ternyata tidak hanya tertinggal melalui karakter Kapten Picard yang begitu melekat dalam sejarah Star Trek.

Di dunia nyata, ia juga membantu mewujudkan teknologi yang mengubah cara manusia mempelajari salah satu mamalia terbesar di planet ini.

Dan seperti Kapten Picard, Stewart membuktikan bahwa sebuah gagasan yang awalnya terdengar aneh sekalipun bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

  • Star Trek

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.