Bekasi Siapkan Rp9 Miliar untuk Buka Peluang Kerja bagi Warga Lokal

Minggu, 01 Nov 2026, 00:30 WIB

Kota Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan dunia usaha untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat melalui kegiatan Career Expo 2026 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Indonesia.

"Apresiasi untuk Universitas Muhammadiyah Indonesia yang telah menghadirkan ruang pertemuan antara mahasiswa, alumni, pencari kerja dan perusahaan melalui kegiatan Career Expo 2026 ini," kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono seusai membuka kegiatan tersebut di Bekasi, Sabtu (31/10).

Ket. Foto: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono (ketiga dari kanan) membuka kegiatan Career Expo 2026 di Universitas Muhammadiyah Indonesia, KotaBekasi, Jawa Barat, Sabtu (31/10). — Sumber: Antara

Menurut Tri, bursa kerja menjadi langkah konkret untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja.

Ia mengatakan upaya memperluas kesempatan kerja perlu terus dilakukan meskipun pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi saat ini mencapai 5,39 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 7,89 persen menjadi 7,33 persen.

Pemerintah Kota Bekasi, lanjutnya, terus berupaya menekan angka pengangguran agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Salah satu langkahnya adalah memperkuat kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting seiring perubahan karakteristik perekonomian Bekasi dari kota industri menuju kota jasa dan perdagangan.

Sebagai bentuk komitmen memperluas akses kerja, Pemkot Bekasi telah mengalokasikan anggaran Rp9 miliar untuk memfasilitasi pencari kerja yang memiliki KTP Kota Bekasi agar memperoleh kesempatan bekerja.

Tri juga menyoroti perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah kebutuhan tenaga kerja. Menurut dia, kemajuan teknologi berpotensi menggeser sejumlah jenis pekerjaan, tetapi sekaligus membuka peluang baru yang membutuhkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan beradaptasi.

Karena itu, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menyiapkan mahasiswa sebagai pencari kerja, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan kewirausahaan dan kepemimpinan. Dengan demikian, lulusan dapat bersaing di dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Dalam kesempatan tersebut, Tri turut menyampaikan sejumlah program daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, di antaranya Gerebek Pasar, Selasa Ceria, dan Jumat Berkah. Pemkot Bekasi juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan investasi melalui agenda seperti Bekasi City Moslem Fashion dan Bekasi Investment Gathering.

Ia berharap Career Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang pencarian kerja, tetapi juga membangun kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan perusahaan. Melalui kegiatan tersebut, perusahaan dapat menjaring tenaga kerja potensial, sedangkan mahasiswa, alumni, dan pencari kerja memperoleh akses informasi serta peluang kerja sesuai kompetensi.

"Pembangunan daerah termasuk sektor tenaga kerja tidak dapat dilakukan sendiri. Butuh gotong royong dan sinergi pemerintah dengan institusi pendidikan, dunia usaha serta seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Bekasi," kata Tri.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.