8 Pulau di Indonesia Ini Cocok untuk Self Healing, Indah dan Menenangkan!

Sabtu, 31 Okt 2026, 08:49 WIB

JAKARTA - Traveling untuk menyegarkan pikiran tidak harus selalu diisi dengan banyak aktivitas. Menikmati pemandangan, berjalan santai, mengurangi penggunaan gawai, tidur cukup atau sekadar duduk menikmati suasana sekitar juga dapat menjadi bagian dari perjalanan.

Kementerian Pariwisata menyebut wellness tourism sebagai salah satu arah pengembangan pariwisata berkualitas di Indonesia. Konsep tersebut didukung kekayaan alam, budaya dan tradisi lokal yang dapat memberikan pengalaman wisata yang lebih menyeluruh.

Ket. Foto: Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau kesiapan revalidasi status UNESCO Global Geopark Raja Ampat di Geosite Piaynemo, Selasa (12/5/2026). — Sumber: Kementerian Pariwisata

Karena itu, pemilihan destinasi untuk self healing sebenarnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Ada yang membutuhkan ketenangan pantai, suasana alam yang jauh dari keramaian, aktivitas fisik atau sekadar waktu untuk menikmati perjalanan tanpa terburu-buru.

Nah, Indonesia yang memiliki ribuan pulau menawarkan banyak pilihan untuk menikmati suasana tersebut. Beberapa pulau berikut dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencari suasana lebih tenang, menikmati alam dan mengambil waktu untuk diri sendiri.

1. Gili Air, Nusa Tenggara Barat

Gili Air dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menjauh sejenak dari suasana perkotaan. Pulau yang berada di Lombok ini dikenal memiliki pantai berpasir putih dan air laut yang jernih.

Salah satu hal yang membuat Gili Air menarik untuk perjalanan santai adalah suasananya yang relatif tenang dan tidak menggunakan kendaraan bermotor. Wisatawan dapat berjalan kaki mengelilingi pulau, menikmati matahari terbenam atau bersantai di tepi pantai.

Suasana tersebut cocok bagi wisatawan yang ingin mengurangi aktivitas dan menikmati perjalanan dengan ritme yang lebih lambat.

2. Raja Ampat, Papua Barat Daya

Raja Ampat menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan alam. Gugusan kepulauan ini memiliki lebih dari 1.500 pulau kecil dengan ekosistem laut yang sangat beragam.

Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Wisatawan dapat menikmati pemandangan gugusan pulau, snorkeling, menyelam maupun mengunjungi desa wisata dan mengenal kehidupan masyarakat setempat.

Bagi yang ingin melakukan perjalanan dengan suasana alam yang kuat, Raja Ampat dapat menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu jauh dari kepadatan kota.

3. Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Wakatobi menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang menyukai suasana laut dan aktivitas bawah air. Taman Nasional Wakatobi mencakup empat pulau utama, yakni Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko.

Kawasan ini memiliki sekitar 590 spesies ikan dan 396 jenis terumbu karang. Keanekaragaman tersebut membuat Wakatobi menjadi salah satu destinasi bahari yang menonjol di Indonesia.

Menikmati laut, snorkeling atau menyelam dapat menjadi bagian dari perjalanan yang lebih santai sekaligus memberikan kesempatan untuk lebih dekat dengan alam.

4. Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur

Kepulauan Derawan menawarkan kombinasi pantai, laut dan kehidupan bawah air. Kawasan ini terdiri atas 31 pulau dengan empat pulau utama, yakni Derawan, Maratua, Sangalaki dan Kakaban.

Salah satu daya tariknya adalah Danau Kakaban yang merupakan danau air payau purba dan menjadi habitat empat jenis ubur-ubur tidak menyengat. Kawasan Derawan juga telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pulau tanpa terlalu banyak aktivitas perkotaan, Derawan dapat menjadi salah satu pilihan.

5. Sumba, Nusa Tenggara Timur

Sumba menawarkan pengalaman yang berbeda dari destinasi pulau yang identik dengan wisata laut. Pulau ini memiliki bentang alam berupa savana luas, perbukitan, pantai dan desa tradisional.

Suasana yang relatif jauh dari hiruk-pikuk kota membuat Sumba menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan tempo lebih pelan. Selain alam, wisatawan juga dapat mengenal tradisi dan kehidupan masyarakat lokal.

Pengalaman tersebut membuat Sumba cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan waktu untuk beristirahat dengan eksplorasi budaya.

6. Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Belitung dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan singkat dengan suasana pantai. Pulau ini dikenal dengan pantai berpasir putih dan batu granit berukuran besar yang menjadi ciri khas lanskap pesisirnya.

Belitung juga termasuk dalam 10 Destinasi Pariwisata Prioritas yang dikembangkan pemerintah. Data statistik pariwisata 2025 untuk destinasi prioritas tersebut dirilis Kementerian Pariwisata pada Agustus 2026 sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berbasis data.

Menikmati pantai, berjalan di kawasan pesisir dan menghabiskan waktu tanpa jadwal yang terlalu padat dapat menjadi cara sederhana untuk mengambil jeda dari rutinitas.

7. Labuan Bajo dan Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur

Labuan Bajo menjadi pintu masuk menuju berbagai destinasi kepulauan di Taman Nasional Komodo, termasuk Pulau Padar. Kawasan ini menawarkan perpaduan laut, perbukitan dan panorama kepulauan yang khas.

Selain menikmati pemandangan, aktivitas seperti treking, snorkeling dan menikmati suasana alam dapat menjadi bagian dari perjalanan. Pemerintah juga tengah mengembangkan pengalaman wellness tourism di Labuan Bajo Flores melalui kegiatan seperti yoga, meditasi, relaksasi dan aktivitas di alam terbuka.

Hal tersebut membuat kawasan Labuan Bajo menarik bagi wisatawan yang ingin menggabungkan liburan dengan aktivitas untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.

8. Morotai, Maluku Utara

Morotai dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang mencari suasana kepulauan di Indonesia bagian timur. Pulau ini memiliki pantai, laut dan sejumlah lokasi yang berkaitan dengan sejarah Perang Dunia II.

Morotai juga masuk dalam 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia bersama Raja Ampat, Wakatobi, Labuan Bajo dan sejumlah destinasi lainnya.

Suasana pesisir dan pilihan aktivitas yang lebih dekat dengan alam dapat menjadi alasan untuk memasukkan Morotai ke dalam daftar perjalanan ketika ingin mengambil jeda dari kesibukan.

  • Destinasi Liburan

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.