Tebing Batu Runtuh Menimpa Wisatawan di Cappadocia Turki, 3 Orang Tewas

Jumat, 30 Okt 2026, 09:55 WIB

ISTANBUL - Tiga orang, termasuk seorang warga negara asing, tewas ketika sebuah puncak batu runtuh di wilayah Cappadocia, Turki, Kamis (29/10), akibat longsor yang dipicu hujan lebat, kata para pejabat.

Wilayah Cappadocia, Turki, terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan menjadi daya tarik bagi wisatawan dari seluruh dunia.

Ket. Foto: Tim penyelamat bekerja di lokasi runtuhnya cerobong peri di kawasan wisata Cappadocia, Turki tengah, 29 Oktober 2026. — Sumber: Xinhua

Cappadcia terkenal dengan cerobong peri-nya (fairy chimneys), yaitu menara batuan tinggi dan tipis yang berbentuk seperti jamur, kerucut, atau menara yang terbentuk selama jutaan tahun oleh angin dan air yang mengikis batuan vulkanik.

"Menurut temuan awal, dua orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam insiden tersebut," kata Menteri Kehakiman Akin Gurlek di X.

Tim penyelamat kemudian menarik satu jenazah lagi dari reruntuhan, sehingga jumlah korban tewas menjadi tiga, kata Gubernur Nevsehir Huseyin Kok.

Salah satu korban tewas adalah warga negara asing sementara dua lainnya adalah warga negara Turki, tambahnya. 

Insiden itu terjadi pada pukul 15.15 waktu setempat ketika tanah longsor memicu jatuhnya bebatuan di kota Goreme dekat museum terbuka, kata gubernur. 

Saksi mata menceritakan, ia mendengar suara keras saat puncak batu di dekat tempat parkir mobil runtuh, menimbulkan awan debu yang besar. 

Area tersebut ditutup untuk umum setelah keruntuhan, menurut laporan setempat. 

Petugas penyelamat dan ekskavator beroperasi sepanjang malam di bawah lampu sorot yang kuat sebelum mengakhiri operasi. 

"Hingga saat ini, semua operasi kami telah selesai. Kami telah menyelesaikan semua pemeriksaan dan inspeksi," kata Gubernur Kok dalam pernyataan terbaru. 

"Tim kami telah ditarik setelah menentukan bahwa tidak ada lagi kebutuhan untuk melanjutkan operasi pada tahap ini," katanya. 

Investigasi oleh kantor kejaksaan agung, bersama dengan penilaian ahli, akan dimulai pada hari Jumat, tambahnya.

Restorasi 

Pada tahun 2024, longsoran batu dilaporkan di Cappadocia, meskipun tidak ada korban luka yang tercatat.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki telah meluncurkan pekerjaan restorasi di wilayah tersebut untuk membantu melestarikan formasi batuan yang rapuh dari kerusakan akibat iklim, erosi alami, dan aktivitas manusia. 

Sebagai situs warisan UNESCO sejak 1985, Taman Nasional Goreme dan situs-situs batuan Cappadocia merupakan "lanskap harmoni yang menggabungkan interaksi dan pemukiman manusia dengan bentang alam yang dramatis", menurut badan PBB tersebut.

Beberapa kerucut dan pilar telah mengalami kerusakan akibat gempa bumi, tetapi ini dianggap sebagai fenomena alami. 

"Penggunaan berlebihan oleh wisatawan dan beberapa tindakan vandalisme telah dilaporkan dan beberapa struktur yang tidak sesuai telah diperkenalkan," demikian pernyataan di situs webnya.

Wilayah Cappadocia juga merupakan rumah bagi kota-kota bawah tanah yang diukir di batu dan gereja-gereja Kristen awal.

Pada tahun 2025, sekitar 4,5 juta wisatawan domestik dan asing mengunjungi wilayah tersebut, menurut angka dari kementerian pariwisata.

Penerbangan balon udara di Cappadocia merupakan industri yang berkembang pesat, di mana puluhan balon terbang ke langit pada pagi hari yang cerah. Namun, kekhawatiran tentang keselamatan muncul menyusul serangkaian kecelakaan fatal. 

Pada tahun 2022, dua warga Spanyol tewas dan tiga lainnya cedera ketika balon udara panas mereka jatuh akibat angin kencang. 

"Winter Sleep", drama terkenal karya sutradara Turki Nuri Bilge Ceylan yang memenangkan Palme d'Or Cannes pada tahun 2014, berlatar di wilayah Cappadocia.

  • Cappadocia

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.