Kulon Progo Mencoba Komunikasi Terintegrasi Berbasis Digital
Jumat, 30 Okt 2026, 12:14 WIBKULON PROGO â Sistem komunikasi saat ini bergeser dari pola satu arah menuju komunikasi terintegrasi yang adaptif dalam dua arah. âKomunikasi juga berbasis digital," kata Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo Bambang Sutrisno di Kulon Progo, Kamis.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkomitmen menghadirkan layanan informasi pemerintah yang adaptif dan responsif untuk memperkuat keterbukaan informasi publik serta mengoptimalkan layanan komunikasi terpadu berbasis digital.
Dia menekankan penguatan kehumasan di setiap instansi penting dilakukan untuk menjawab tantangan arus disinformasi dan meningkatnya ekspektasi publik.
"Kehumasan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dengan Dinas Kominfo sebagai koordinator," kata Bambang dalam rapat koordinasi Kehumasan yang diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo) Kulon Progo.
Rakor diikuti 46 OPDÂ untuk memperkuat peran kehumasan, menyamakan persepsi mengenai keterbukaan informasi, serta menyelaraskan publikasi terpadu di era digital. "Pengelolaan komunikasi pemerintah saat ini bergeser dari pola satu arah berbasis belanja publikasi menuju tata kelola komunikasi terintegrasi yang adaptif dan dua arah," katanya.
Bambang memaparkan tiga fungsi utama kehumasan OPD, yakni pengelolaan PPID Pelaksana dan pengarsipan dokumentasi, penyebarluasan kebijakan secara terukur dengan satu narasi. "Fungsi lainnya adalah penanganan aspirasi dan keluhan masyarakat yang cepat, akurat, empatik, dan solutif," katanya.
Berdasarkan data SP4N-LAPOR! Triwulan III (Juli-September 2026), Pemkab Kulon Progo menerima 87 aduan masyarakat dengan tingkat penyelesaian mencapai 95,4 persen (83 aduan selesai). Mayoritas keluhan didominasi oleh isu infrastruktur jalan dan layanan Dinas PU, Perumahan dan Kawasan Permukiman
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Pemugaran Mahastupa Borobudur Dilakukan untuk Jaga Kelestarian Candi
-
Kekeringan 'Sapu' Cilacap, 8 Desa Terdampak
-
Sepekan ke Depan, NTB Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Petir
-
Tekan Polusi Udara di Balikpapan, Tim Gabungan BPBD Semprotkan Cairan Eco-enzyme
-
BMKG Prediksi Musim Kemarau Kalteng Berlangsung hingga Oktober 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.