Harga Emas Dunia Diprediksi Terus Melonjak hingga di Atas $5.000

Jumat, 30 Okt 2026, 09:55 WIB

JAKARTA - Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuabi mengatakan harga emas dunia akan terus melonjak hingga di atas 5.000 dolar Amerika Serikat (AS) per troy ounce di tengah dinamika eskalasi geopolitik global dan kebijakan bank sentral AS.

“Saya optimis bahwa emas dunia akan terus melonjak, bahkan akan di atas 5.000,” ujarnya dalam agenda Traze Open House: "IHSG Rontok, Emas Jadi Peluang?”, di Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: Emas batangan. — Sumber: SCMP

Lonjakan harga emas sebelumnya dipicu oleh konflik berkepanjangan di Asia Barat/Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, Hamas, Yaman, hingga Iran.

Situasi berbalik arah ketika intervensi militer AS ke Iran memicu blokade Selat Hormuz yang menjadi faktor kejut, sehingga mendongkrak harga minyak mentah dunia, mengerek biaya transportasi dan logistik global, serta memicu kenaikan harga barang impor di Indonesia yang berimbas pada tekanan inflasi domestik.

Tekanan terhadap investasi emas semakin diperberat faktor kebijakan moneter AS, seiring pergantian kepemimpinan Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) dari Jerome Powell ke Kevin Warsh, yang dikenal cenderung mempertahankan suku bunga tinggi untuk meredam inflasi, sehingga menimbulkan sentimen negatif di pasar keuangan global.

Pergantian tersebut membuat bursa AS memperketat margin jaminan dan menaikkan spread transaksi, yang berujung pada koreksi tajam harga emas dalam waktu singkat.

Fluktuasi harga emas berlanjut seiring inkonsistensi sinyal kebijakan moneter The Fed, antara potensi kenaikan atau mempertahankan suku bunga.

Kendati mayoritas pejabat The Fed dalam pertemuan terakhir Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan suku bunga, ancaman kenaikan lanjutan tetap terbuka apabila indikator inflasi belum mereda, sehingga memicu tekanan koreksi pada harga emas dunia.

Namun, apabila konflik di Asia Barat antara AS dengan Iran semakin berkembang dan meluas hingga perang darat berskala besar, dia menilai faktor ini akan menjadi katalis utama yang mendorong lonjakan harga emas ke level tertinggi.

“Kalau seandainya terjadi perang terbuka antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya, di situlah harga emas itu akan melompat tinggi,” ujar Ibrahim.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.