• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Cukup Lewat Ponsel Perempu...

Cukup Lewat Ponsel Perempuan Bisa Belajar Deteksi Dini Kanker Payudara

Jumat, 30 Okt 2026, 18:20 WIB

Jakarta - Organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) mengajak perempuan meningkatkan kesadaran kesehatan dengan melakukan deteksi dini kanker payudara.

"Peningkatan literasi kesehatan perempuan dan kesadaran melakukan deteksi dini kanker payudara menjadi perhatian dalam kegiatan edukasi ini," kata Ketua Umum PIM Lana T Koentjoro dalam keterangan di Jakarta, Jumat (30/10).

Ket. Foto: Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana T. Koentjoro saat membuka acara zoom meeting bertajuk "Perempuan Sehat, Perempuan Maju di Era Digital dan AI", di Jakarta. — Sumber: Antara

Hal ini dikatakannya saat membuka acara bertajuk "Perempuan Sehat, Perempuan Maju di Era Digital dan AI", di Jakarta.

Menurut Lana, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan edukasi kesehatan merupakan bagian penting untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kepedulian perempuan terhadap kesehatan.

Ia menekankan pentingnya penerapan gaya hidup sehat, pemahaman mengenai kanker payudara, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung edukasi dan kesadaran deteksi dini.

Sementara Dewan Pakar Kesehatan PIM dr Jusuf Kristianto menekankan sosialisasi vaksinasi, seperti vaksin influenza dan HPV untuk membantu mencegah kanker serviks, juga perlu diperluas sebagai bagian dari edukasi kesehatan masyarakat.

Dalam pencegahan kanker payudara, ia menjelaskan pentingnya upaya pencegahan primer melalui pola hidup sehat, menjaga berat badan, melakukan aktivitas fisik, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit.

Sementara itu, deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), pemeriksaan klinis payudara atau SADANIS, serta mamografi sesuai indikasi dan rekomendasi tenaga medis.

"Masyarakat, khususnya perempuan, diimbau tidak mengabaikan perubahan pada payudara, seperti munculnya benjolan atau perubahan bentuk, dan segera berkonsultasi dengan dokter apabila menemukan tanda-tanda yang mencurigakan," kata Jusuf.

Sementara dokter spesialis bedah dr Sekar Dorojati Yuliana menyoroti perkembangan teknologi digital yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran perempuan melakukan pemeriksaan payudara secara mandiri.

Menurut dia, perempuan dapat memanfaatkan telepon pintar berbasis Android maupun iOS untuk mencari aplikasi dengan kata kunci Breast Self Examination atau Breast Self Check.

Aplikasi tersebut dapat menyediakan panduan tahapan SADARI sekaligus fitur pengingat agar pemeriksaan dilakukan secara rutin setiap bulan.

Bahkan, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun daftar pemeriksaan atau checklist sehingga pengguna lebih mudah memahami tahapan yang perlu dilakukan.

“Kalau kita bingung, kita bisa bertanya kepada AI. Misalnya, kapan sebaiknya melakukan SADARI, bagaimana posisi pemeriksaannya, dan apa saja yang harus diperhatikan. AI bisa membantu memberikan panduan," kata Sekar.

Acara tersebut diselenggarakan melalui program Selangkah (Semangat Lawan Kanker) Siloam yang bekerja sama dengan PIM.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.