FIFA Mulai Seleksi Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2030, Spanyol dan Maroko Bersaing Gelar Final
Kamis, 29 Okt 2026, 00:10 WIBZURICH â FIFA akan mengunjungi sejumlah kota kandidat tuan rumah Piala Dunia 2030 di Spanyol, Portugal, dan Maroko pada bulan November dan Desember. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses penentuan stadion dan kota yang akan menggelar pertandingan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
Dalam pernyataan resminya pada hari Rabu (28/10), FIFA menjelaskan bahwa delegasi mereka akan mendatangi kota-kota kandidat beserta stadion yang diajukan untuk menilai kelayakannya sebagai venue pertandingan.
Namun, badan sepak bola dunia itu belum mengumumkan stadion mana saja yang akan masuk dalam daftar kunjungan. Lokasi pertandingan final juga belum ditetapkan, dengan Spanyol dan Maroko bersaing untuk menjadi tuan rumah laga puncak.
Di Maroko, FIFA merencanakan kunjungan ke Agadir, Casablanca, Fez, Marrakesh, Rabat, dan Tangier. Sementara itu, Portugal mengajukan Lisbon dan Porto sebagai kota kandidat.
Spanyol memiliki tujuh kota dalam daftar kunjungan, yakni Barcelona, Bilbao, Las Palmas, Madrid, San Sebastian, Sevilla, dan Zaragoza. FIFA juga membuka kemungkinan mengunjungi venue tambahan selama proses seleksi berlangsung.
Penentuan pembagian pertandingan di setiap kota baru akan dilakukan setelah daftar final kota tuan rumah disahkan dan penyusunan jadwal pertandingan semakin matang. Dengan demikian, belum ada kepastian mengenai kota yang akan menggelar laga pembuka, semifinal, maupun final.
Persaingan menjadi tuan rumah final diperkirakan menjadi salah satu isu utama dalam persiapan turnamen tersebut. Spanyol memiliki sejumlah stadion berkapasitas besar dan pengalaman menyelenggarakan kompetisi internasional, sedangkan Maroko berupaya memperkuat posisinya sebagai penyelenggara ajang sepak bola dunia.
Piala Dunia 2030 akan memiliki format perayaan khusus untuk menandai satu abad penyelenggaraan turnamen tersebut. Tiga pertandingan pertama dijadwalkan berlangsung di Argentina, Uruguay, dan Paraguay sebagai penghormatan terhadap sejarah Piala Dunia yang pertama kali digelar di Uruguay pada tahun 1930.
Setelah tiga laga pembuka itu, rangkaian pertandingan utama akan berlangsung di Spanyol, Portugal, dan Maroko. Turnamen ini menjadi edisi bersejarah karena melibatkan enam negara di tiga benua dalam perayaan 100 tahun Piala Dunia.
Proses inspeksi FIFA pada akhir tahun ini akan menjadi tahap penting sebelum keputusan akhir mengenai kota dan stadion tuan rumah diumumkan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Target Aksesi OECD 2 Tahun, Airlangga Pacu Reformasi Ekonomi
-
PM Inggris Andy Burnham Siap Buka Detail Pertemuan dengan Manchester City
-
Kritik Wasit di Piala Dunia 2026, FIFA Hukum Pelatih Mesir Hossam Hassan Tiga Laga, Zico Absen Lima Pertandingan
-
PepsiCo Gandeng 5 Startup, Bali Waste Cycle Bawa Solusi Daur Ulang
-
GSP Segera Berakhir, Mendag Kebut I-EU CEPA Berlaku 2027
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.