Pemerintah Siapkan Storage Crude di Dalam Negeri, Impor Tak Lagi Transit di Luar Negeri

Rabu, 28 Okt 2026, 13:40 WIB

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude storage) di dalam negeri. Dengan fasilitas ini, impor crude bisa langsung masuk ke Indonesia tanpa harus singgah atau transit di negara lain.

Langkah ini disiapkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Ket. Foto: Pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude storage) di dalam negeri. Dengan fasilitas ini, impor crude bisa langsung masuk ke Indonesia tanpa harus singgah atau transit di negara lain — Sumber: istimewa

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pembangunan storage akan dilakukan Badan Layanan Umum (BLU) bersama sejumlah perusahaan mitra.

"Crude kita nanti akan bangun storage di sini. BLU dengan beberapa perusahaan yang sudah kerja sama akan bangun storage. Supaya kalau kita impor crude, tidak lagi mampir negara A, B, C, langsung ke Indonesia," ujar Bahlil usai konferensi pers ketahanan energi nasional, Senin (26/10).

Rencana storage ini sejalan dengan Perpres No.107 Tahun 2026. Melalui aturan tersebut, skema pengadaan crude, BBM, dan LPG diubah menjadi melalui BLU dengan mekanisme Government to Government (G2G) dan Government to Business (G2B).

Menurut Bahlil, kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah menyiapkan langkah antisipasi terburuk supaya pasokan energi tetap aman. Saat ini Indonesia masih mengimpor crude, meski tidak lagi dari Timur Tengah.

Selain infrastruktur penyimpanan, Bahlil juga akan bertolak ke beberapa negara seperti India dan China untuk memastikan pasokan dan mencari kontrak jangka panjang.

"Rakyat tenang. Atas arahan Presiden Prabowo, cadangan BBM kita dalam standar minimum nasional, harga BBM subsidi tidak akan naik. Saya diperintahkan cari kontrak jangka panjang," kata Bahlil. "Ini survival mode," tegasnya.

Dengan storage dalam negeri, kontrak jangka panjang, dan skema impor langsung antarnegara, pemerintah menargetkan pasokan energi nasional tetap terjaga dan tidak terganggu gejolak global.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.