• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • NLP Expo dan INDOGRITECH E...

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Digelar di ICE BSD, Hadirkan Inovasi Peternakan dan Pertanian

Rabu, 28 Okt 2026, 16:45 WIB

JAKARTA - Pameran Nusantara Livestock & Poultry (NLP) Expo 2026 dan INDOGRITECH Expo 2026 akan digelar secara bersamaan pada 4–7 November 2026 di Hall 5, ICE BSD City, Tangerang. Diselenggarakan oleh PT Debindo Global Expo, kedua ajang ini menjadi wadah bagi pelaku industri untuk mengenal teknologi terbaru, bertukar informasi, dan menjajaki peluang kerja sama di sektor peternakan, perunggasan, dan pertanian.

Menjelang pelaksanaan pameran, penyelenggara menggelar konferensi pers pada Selasa (27/10/2026) di Sekretariat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Gedung Arsip Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan tersebut membahas persiapan acara, program yang akan dihadirkan, serta perkembangan dan tantangan industri peternakan dan pertanian nasional.

Ket. Foto: Pameran Nusantara Livestock & Poultry (NLP) Expo 2026 dan INDOGRITECH Expo 2026 akan digelar secara bersamaan pada 4–7 November 2026 di Hall 5, ICE BSD City, Tangerang. Diselenggarakan oleh PT Debindo Global Expo, kedua ajang ini menjadi wadah bagi pelaku industri untuk mengenal teknologi terbaru, bertukar informasi, dan menjajaki peluang kerja sama di sektor peternakan, perunggasan, dan pertanian. — Sumber: Istimewa

NLP Expo 2026 akan menampilkan beragam produk dan solusi untuk kebutuhan industri peternakan dan perunggasan, mulai dari sarana produksi, kandang, peralatan pemeliharaan ternak, hingga mesin pengolahan. Pameran ini juga mencakup pakan dan nutrisi, obat-obatan hewan, vaksin, teknologi penanganan telur, serta sektor akuakultur dan perikanan.

Sementara itu, INDOGRITECH Expo 2026 menghadirkan teknologi untuk mendukung kegiatan pertanian dari hulu hingga hilir. Produk yang ditampilkan meliputi benih, tanaman pangan, hortikultura, florikultura, pupuk, bahan kimia pertanian, traktor, alat dan mesin pertanian, serta teknologi penanganan pascapanen dan penyimpanan.

Pameran ini juga mencakup solusi untuk komoditas perkebunan, energi terbarukan di sektor pertanian, dan pengelolaan limbah pertanian. Kehadiran berbagai kategori tersebut diharapkan membantu pelaku usaha menemukan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan operasional sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.

Sejumlah perusahaan turut berpartisipasi dalam kedua pameran tersebut. NusaQu, Bauer, Elo Karsa Utama, Syariftech, dan RSN akan memperkenalkan produk serta solusi peternakan dan perunggasan, sedangkan BONTA, Avery, Nirawak, Aerotron, dan KAGARA menghadirkan inovasi di bidang teknologi pertanian.

Direktur PT Debindo Global Expo Rafidi Iqra Muhamad mengatakan, penyelenggaraan NLP Expo dan INDOGRITECH Expo memasuki tahun kedua dengan fokus memperkuat sektor pertanian dan peternakan. Kedua pameran tersebut juga diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional melalui perluasan akses informasi teknologi dan peluang kolaborasi antar pelaku industri.

“Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, NLP Expo dan INDOGRITECH Expo terus berupaya menyelaraskan tujuan pameran dengan upaya memperkuat sektor pertanian dan peternakan serta mendukung ketahanan pangan nasional,” jelas Rafidi.

Dari sektor perunggasan, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) drh. Asrokh Nawawi menyoroti pentingnya data yang akurat dan integrasi rantai pasok untuk menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar. Pemerataan sentra pembibitan, produksi, dan pengolahan di berbagai wilayah juga dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan memperkuat industri perunggasan nasional.

“Penguatan industri perunggasan perlu didukung oleh data yang akurat untuk menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar. Selain itu, pemerataan sentra pembibitan, produksi, dan pengolahan di berbagai wilayah serta sinergi antar pelaku industri menjadi kunci dalam membangun rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ungkap Asrokh.

Direktur PT Nusa Sentosa Indonesia (NusaQu) Nanang Sugiarto turut menjelaskan peluang pengembangan usaha melalui pengenalan produk dan pengalaman langsung di bidang peternakan. NusaQu juga berpartisipasi dalam NusaFarm, area yang memungkinkan pengunjung melihat lebih dekat aktivitas peternakan dan penerapan teknologi dalam pemberian pakan serta pemantauan ternak.

“NusaQu turut berpartisipasi dalam NusaFarm melalui field experience yang memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal ekosistem peternakan secara lebih dekat. Melalui pengalaman ini, pengunjung dapat melihat bagaimana aktivitas peternakan dijalankan, termasuk penerapan teknologi dalam proses pemberian pakan dan pemantauan ternak,” ujar Nanang.

Wakil Ketua Umum Peternakan DPN HKTI Dr. drh. Cecep Mohammad Wahyudin menilai ketahanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan kapasitas produksi. Sistem distribusi yang aman dan efisien, penguatan kemitraan peternak, serta pengembangan fasilitas penyimpanan berpendingin juga diperlukan untuk menjaga pasokan dan mendukung kesejahteraan peternak.

“Ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada kekuatan produksi, tetapi juga pada bagaimana hasil produksi dapat disalurkan secara aman, merata, dan efisien hingga ke konsumen. Karena itu, penguatan rantai pasok dari hulu ke hilir, termasuk melalui fasilitas penyimpanan berpendingin dan sistem distribusi yang lebih baik, menjadi penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” ungkap Cecep.

Dari sektor pertanian, Presiden Direktur RMA Indonesia Toto Suharto menekankan pentingnya mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung kebutuhan petani. Melalui Mahindra Farm Equipment, perusahaan menghadirkan berbagai solusi mekanisasi, termasuk traktor dan peralatan untuk mendukung kegiatan penanaman hingga panen.

“Peningkatan mekanisasi menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong produktivitas pertanian Indonesia. Melalui Mahindra Farm Equipment, kami ingin mendukung proses tersebut dengan menghadirkan berbagai solusi mekanisasi, mulai dari traktor hingga peralatan untuk mendukung proses penanaman dan panen,” tutur Toto.

Selain pameran produk, INDOGRITECH Expo 2026 akan menghadirkan Nusantara AgriFuture Summit, forum diskusi, dan kegiatan business matching. Program tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku industri untuk bertukar wawasan, memperluas jaringan, serta menjajaki kemitraan bisnis yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian.

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 juga menghadirkan NusaFarm sebagai area pengalaman yang membawa suasana kebun dan kandang ke dalam lokasi pameran. Melalui area ini, pengunjung dapat melihat tanaman dan ternak secara langsung sekaligus memperoleh gambaran lebih dekat mengenai aktivitas di sektor pertanian dan peternakan.

PT Debindo Global Expo berharap penyelenggaraan kedua pameran dapat mempertemukan pelaku usaha, asosiasi, distributor, dan penyedia teknologi dalam satu ekosistem kolaborasi. Selain memperluas akses terhadap informasi produk dan inovasi, kegiatan ini diharapkan memperkuat hubungan bisnis serta mendukung perkembangan industri peternakan, perunggasan, dan pertanian Indonesia.

  • Teknologi Pertanian
  • HKTI
  • Debindo Global Expo
  • IndoGriTech Expo 2026
  • ICE BSD City
  • industri peternakan
  • NLP Expo 2026

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.