- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Pertimbangkan Pangkas T...
AS Pertimbangkan Pangkas Tarif Baja dan Mobil Kanada
Rabu, 28 Okt 2026, 01:00 WIBWashington - Amerika Serikat (AS) dan Kanada tengah melakukan pembicaraan untuk mengurangi tarif impor produk baja dan otomotif asal Kanada di tengah ketegangan perdagangan kedua negara.
Mengutip sumber dari kedua negara, negosiator AS sedang mempertimbangkan pemberian keringanan tarif sebesar 50 persen untuk produk baja dan 25 persen untuk sektor otomotif Kanada.
Menurut sumber dari pihak Kanada, kesepakatan tersebut berpotensi tercapai sebelum pemilihan paruh waktu Kongres AS yang dijadwalkan pada 3 November 2026. Namun, sumber AS menyebut Washington masih menginginkan konsesi tambahan dari Ottawa.
Karena keringanan yang dibahas berkaitan dengan tarif di bawah kewenangan Departemen Perdagangan AS, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick diperkirakan menjadi tokoh utama dalam perundingan, bukan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.
Laporan tersebut juga menyebut Lutnick belakangan menjalin komunikasi lebih erat dengan Menteri Perdagangan sekaligus Menteri Urusan Antar-Pemerintah Kanada Dominic LeBlanc.
"Kanada tetap terlibat dalam dialog konstruktif dengan mitra kami di AS mengenai berbagai prioritas. Kami siap bekerja secara konstruktif serta dengan itikad baik mewujudkan hubungan perdagangan yang lebih saling menguntungkan dan menghormati kepentingan Kanada," kata juru bicara LeBlanc.
Hubungan perdagangan AS dan Kanada mengalami ketegangan sejak 2025 akibat perselisihan tarif yang turut berdampak pada hubungan diplomatik kedua negara.
Perundingan perdagangan keduanya menemui jalan buntu pada Agustus 2026. Setelah itu, AS memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap produk baja Kanada dan sejumlah tarif lain yang berdampak pada barang-barang asal Kanada senilai sekitar 20 miliar dollar AS.
Kanada membalas kebijakan tersebut dengan mengenakan tarif terhadap sejumlah produk AS, termasuk baja, produk susu, peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, bubur kertas dan kertas, serta produk elektronik.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan pemerintahnya bersedia melanjutkan negosiasi untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang adil dengan AS, selama Washington juga bersedia berunding dengan itikad baik.
Jelang Pemilu AS
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan Kanada dapat segera tercapai, sembilan hari menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026. Namun, di tengah ketegangan akibat perang tarif, Ottawa juga berupaya mencari mitra ekonomi alternatif dengan mempererat hubungan dengan Uni Eropa.
"Kami akan menyelesaikannya dalam waktu dekat. Saat ini, mereka bersedia memberikan apa pun kepada kami," kata Trump dalam rapat umum kampanye di Port Huron, Michigan, pada Minggu (25/10).
Kota yang terletak di perbatasan AS-Kanada itu turut terdampak perang tarif yang diberlakukan pemerintah AS.
- Kesepakatan Dagang
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemprov Banten Dorong UMKM Lokal untuk Tembus Pasar Ekspor
-
Menteri Bahlil Tegaskan, Perjanjian Dagang dengan AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi
-
Hasil Forum Board of Peace: Indonesia Pimpin Rekonstruksi Gaza dan Deal Tarif Dagang
-
Prediksi Puncak Arus Mudik Tol Belmera Medan 17 Maret 2026: Volume Kendaraan Naik 11 Persen
-
Universitas Indonesia Perkenalkan Teh Mangrove di Pulau Harapan Kepulauan Seribu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.