Normalisasi Sungai dan Penanganan Longsor di Aceh Tenggara
Selasa, 27 Okt 2026, 22:47 WIBBanda Aceh - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I melakukan normalisasi sungai pascabanjir dan menangani longsoran di Kabupaten Aceh Tenggara yang terjadi akibat hujan deras di wilayah setempat sejak beberapa hari terakhir.
"Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap permukiman," kata Menteri PU, Dody Hanggodo dalam keterangannya, di Banda Aceh, Selasa.
Banjir di Aceh Tenggara tersebut karena adanya peningkatan debit air di Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga yang mengakibatkan tanggul jebol, dan meluap ke pemukiman warga serta menggenangi lahan pertanian.
Berdasarkan laporan sementara, banjir berdampak pada tujuh kecamatan dan 13 desa, dengan total 52 kepala keluarga (KK) atau 203 jiwa terdampak.
Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsi. Kondisi air dilaporkan mulai surut, sementara pemantauan dan penanganan di lapangan terus dilakukan.
Dampak kejadian ini meliputi kerusakan dan ancaman terhadap sekitar 50 hektare lahan sawah, tanggul jebol di sejumlah lokasi, serta tumbangnya pohon di ruas jalan nasional KutacaneâBlangkejeren.
Selain itu, sejumlah akses penghubung antar kecamatan dan jembatan turut terdampak. Beberapa ruas jalan tidak dapat dilalui, sementara oprit jembatan Mbarung DatukâLawe Sikap mengalami amblesan dan ruas jalan Pulonas BaruâLawe Rutung mengalami abrasi sepanjang 50 meter.
Dody menegaskan, Kementerian PU terus memperkuat upaya penanganan bencana hidrometeorologi melalui langkah tanggap darurat dan penyiapan penanganan jangka panjang guna mengurangi risiko banjir berulang.
âSelain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi,â ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, Kementerian PU melakukan mobilisasi alat berat untuk mendukung penanganan darurat di lokasi terdampak.
Pada Senin (26/10), satu unit eskavator dan sandbag dimobilisasi ke Desa Ketambe, dengan dukungan menuju workshop PU Aceh Tenggara. Selanjutnya, hari ini satu unit eskavator dan dua unit dump truck untuk melaksanakan normalisasi Sungai Lawe Kihing.
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Asyari mengatakan penanganan kondisi darurat akibat banjir dan gangguan aliran sungai tersebut melalui pembukaan kembali alur sungai dan normalisasi pada segmen yang mengalami penyempitan, pendangkalan maupun hambatan aliran.
âLangkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai dan memperlancar aliran air, sehingga genangan serta limpasan banjir di wilayah terdampak dapat segera dikurangi,â kata Asyari.
Menurutnya, penanganan darurat tersebut merupakan langkah awal yang perlu dilanjutkan dengan penanganan permanen secara terpadu dari hulu hingga ke hilir.
Penanganan banjir, tidak cukup hanya dilakukan pada lokasi yang terdampak. Diperlukan penanganan yang menyeluruh terhadap sistem sungai, mulai dari bagian hulu, sepanjang alur sungai hingga ke muara.
"Dengan pendekatan terpadu ini, kita berharap kapasitas sungai dalam mengalirkan debit banjir dapat ditingkatkan, pengendalian sedimen dapat dilakukan dengan lebih baik, dan risiko luapan sungai terhadap masyarakat dapat dikurangi,â demikian Asyari.
- Normalisasi sungai
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.